Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2\EPS.06


__ADS_3

Rumah sakit.


Atha, Renata, dan Reyhaan di obati sementara Renata di Ruangnya dia terus berteriak histeris ketakutan bahkan menangis mengingat dulu di hampir tiada akibat jatuh dari lantai 2 sekolah Smp nya.


Atha pergi ke ruang putrinya, terlihat Renata berusaha di tenangkan oleh perawat Renata terus hiteris bahkan menangis kuat.


Atha pun masuk, Renata melihat Atha melepas paksa infusnya dan berlari memeluk Atha erat sambil menangis.


Atha merasakan bagaimana anak nya yang ini ketakutan sekali lalu ia beralih pada tangan Renata yang di infus menggeluarkan banyak darah akibat lepas paksa oleh Renata.


"Udah yah.." Atha mengelus lembut kepala Renata agar tenang,


"Ma.....maaf Papi..., Papi Ben... benci Re... Renata ka... karena Re.... Renata kotor kan.." kini Renata malah melepas pelukannya dari Papi Atha dan menjauh suara nya tadi begitu bergetar sambil menahan tangis.


"Re... Renata." Papi Atha terkejut mendengar hal ini dari anak nya sendiri, muncul rasa bersalah ia pada Renata sudah berapa tahun dia menjaga jarak dengan anak nya ini.


"Pa... Papi ja... jangan kha... khawatir, Re... Renata ba... bakal per... pergi.. per... pergi sa... sangat ja... jauh dari... Mami Papi bang Rey maupun Rendra." kata Renata tersenyum miris dia berjalan mundur perlahan.


Hingga Renata mengambil sebuah gunting, Atha terkejut maupun perawat itu.


perawat dengan cepat memberitahu dokter agar memberi obat penenang.

__ADS_1


"Pa... Papi Renata minta maaf." Renata menunduk tetap di tangan nya masih ada Gunting, perlahan Papi Renata mulai mendekat tak terasa airmata nya ikut jatuh melihat anak perempuan nya seperti ini.


"Rena...." panggil Papi Atha lembut, Renata tetap menunduk lalu...


Gunting ia arahkan tepat di pergelangan tangan tinggal diberi sedikit tenaga maka Gunting itu bisa menacap tepat di nadi Renata sendiri.


"Papi Renata minta maaf, Renata tahu Papi tidak seperti Papi Renata yang dulu." ujar Renata hingga....


Hap...


Seseorang datang dari belakang menendang gunting di tangan Renata, dengan sigap Atha memeluk anaknya.


Renata kemudian di baringkan kembali ke ranjang rumah sakit.


"Tuan sepertinya Nona Renata mengalami depresi." ujar dokter, Atha hanya mengangguk sendu.


hati nya sakit melihat anak nya Seperti ini dan Atha mulai menyadari dan mencerna ucapan Rheva waktu di mobil.


Tanpa sadar Atha menangis di depan pintu,


"Gw kenapa bodoh, gw bodoh gara gara gw anak gw sendiri depresi." ujar Atha sambil menangis dan memukul kepalanya sendiri hingga...

__ADS_1


"Jangan memukul kepala terus sayang." ujar seseorang tepat di depan Atha, Atha mendongak kan kepalanya terlihat istri tercintanya.


Ia memeluk dan minta maaf ini salahnya anak nya depresi karena kesalahannya juga,


"Sudah semua sudah terjadi, yang penting sekarang kita buat Renata bangkit kembali." ujar Rheva memeluk suaminya.


Mereka mengangguk setuju.


3 minggu kemudian.


Rheva sudah pulang 2 mingggu yang lalu, sedangkan Renata masih sama dia suka menjerit histeris ketakutan kesediaan semua bercampur aduk.


Rendra saudara kembarnya juga sering kali pingsan atau sesak saat Renata seperti tadi, Reyhaan menenangkan Rendra juga.


sedangkan Renata Atha yang menenangkan anaknya dari pelukan kasih sayang seperti dulu maupun belaian lembut dia keluar kan.


Hingga 3 hari kemudian.


Renata mulai tenang kembali walau masih agaktakut pada Papi nya sendiri, bahkan dia bersikap dingin dengan semua orang bahkan keluarga nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2