
1 Bulan kemudian
Tiffany mengandung 9bulan.
Linda umur 9bulan.
Vano 7 bulan.
Semua sedang ada di taman,
"Ayah... " Vano sedang belajar berjalan maupun Linda, mereka berusaha tapi terkadang mereka terjatuh.
Tiffany yang sedang mengandung dia duduk di ayunan bersaman Rheva menatap anak anak yang sedang bermain kesana kemari.
"Fan kapan yah gw hamil? " kata Rheva ia ingin punya anak seperti yang lain,
"Rhev kita harus sabar jan gampang menyerah. " Nasehat Tiffany dan...
Dor....
Dor...
Sebuah tembakan melesat dan mengenai.....
Rheva, awal mula tembakan itu hendak kearah Fany karena insting kuat Rheva langsung menghadang.
"Rheva.... " Tiffany terkejut melihat sahabatnya tertembak, "Gw gk mau kehilangan sahabat gw lagi.." ujar Rheva setelah itu ia pingsan.
"Rheva bangun Rhev..." Tiffany mengoyangkan tubuh Rheva karena Khawatir, Atha tentu dia langsung menggendong Rheva menuju mobil dan membawanya kerumah sakit.
"Daf Rhev.... aw... " karena terlalu khawatir membuat sesuatu bergejolak di perut Tiffany membuat dirinya kesakitan, tentu dia juga dilarikan kerumah sakit.
Rumah sakit.
Rheva ke arah Ruang operasi dan Tiffany di ruang bersalin,
Ruang Operasi.
__ADS_1
Atha menunggu istrinya bersama Ehsan Bela louis maupun papa.
"Papi mami gpp kan? " ucap Reyhaan yang tadi juga kaget melihat maminya tertembak,
Atha memeluk Reyhaan dia tahu Reyhaan juga takut melihat tadi.
Hingga dokter pun keluar.
"Bagaimana dokter? " tanya Atha dengan khawatir, "Apa nona sedang hamil? " tanya Dokter itu membuat yang lain terdiam.
"Saya tidak tahu dokter, kami belum periksa. " kata Atha dokter menghela nafas,
"Nona sedang hamil ditambah tembakan tadi untungnya tidak terlalu membahayakan ibu dan anaknya. " jelas dokter.
Atha menghela nafas setelah selesai semua, Rheva di pindahkan ke ruang Rawat.
Kita beralih keruang Bersalin.
Ruang bersalin.
Bayi pun berhasil keluar, Daffa menghela nafas Tiffany pingsan karena kelelahan.
"Selamat Tuan bayi perempuan. " kata Suster memberikan kepada Daffa bayi mungil itu.
Tak lama Tiffany dipindahkan keruang Rawat juga satu ruangab dengan Rheva.
Ruang Rawat.
Rheva sudah sadar tapi tubuhnya sangat lemas sehingga harus makan dulu,
Tiffany juga sudah sadar dia menggendong bayi perempuan nya.
"Kasih nama Apa Fan? " tanya Rheva walau agak lemas,
"Daffa aja yang kasih. " kata Tiffany menatap Daffa.
Daffa menatap anaknya lalu...
__ADS_1
"Namanya Deana artinya surga...
Deana Eleanor Alfarizi. " ucap Daffa.
Semua mendengar nya senang dan suka dengan arti nama itu.
1minggu kemudian.
Rheva maupun Tiffany sudah keluar dari rumah sakit dan sekarang di mansion.
Ruang bermain.
"Dea... " Vano memegang tangan mungil Dea namun tiba tiba Deana ingin memasukkan tangan Vano kedalam mulut,
"Aaa.. dea..." Vano berusaha melepaskan dan..
1
2
3
Kedua anak ini menangis membuat 2 kakak mereka menoleh dan menghampiri, Linda menenangkan Deana dan Reyhan menenangkan Vano.
"Cup... Dea angan anyis.. " Ucap Linda mengelus rambut Dea dengan lembut berusaha menghentikan tangisan adiknya,
"Hiks... deana au akan anyan u... " ujar Vano memeluk Reyhaan menangis.
"Adek gk makan tangan Vano, Adeknya cuma mau mengemut tangan Vano. " kata Reyhaan perlahan tangisan kedua anak ini berhenti dan berpelukan sampai tertidur.
Sedangkan Yang dibawah.
Rheva di suruh makan buah dengan Atha tapi Rheva tidak mau karena sudah kenyang,
"Satu saja yah honey.. " ucap Atha pada akhirnya Rheva menurut dan makan buah sekali lagi.
Bersambung.
__ADS_1