
Setelah kejadian ini mereka ke kamar masing masing.
Kamar Renata.
Ceklek.... tiba tiba seseorang membuka pintu kamar Renata, dan Renata menoleh ternyata Papinya Renata hanya menatap datar dia sedang membaca novel nya.
Papi duduk dekat Renata tapi Renata cuek aja, Atha tahu kenapa anaknya seperti ini dia juga berusaha agar bisa dekat kembali dengan Renata.
"Renata..." panggil Atha, Renata meletakkan novelnya dan melepas Earpodsnya dan menatap Atha bertanya kenapa.
Papi memeluk Renata dia meminta maaf tentang selama ini dia bahkan ingin Renata yang dulu, tanpa sadar Renata menitikkan airmatanya Atha yang merasakan bahu nya basah melepas dan menatap Renata.
"Ma... Maaf Papi..." Renata menunduk sambil terisak jujur dia juga ingin dekat kembali dengan papinya seperti dulu, Atha memeluk putrinya sungguh ia sangat bersalah dengan sikapnya beberapa tahun ini.
"Papi juga minta maaf sayang, sikap Papi membuat mu seperti ini." ujar Papi, Renata mengangguk dan tak lama isak tangis nya sudah berhenti karena Renata tertidur.
Atha membaringkan Renata dan mengecup kening Renata, dan dia keluar kamar.
Saat menutup pintu ternyata Rheva mendengar semuanya, "Kau sudah sadar atas kesalahan mu selama ini?" tanya Renata walau tahu tapi dia ingin memastikan saja.
"Iya, Maaf Rheva." ujar Atha tersenyum mendapat balasan dari Rheva hingga tiba tiba dia menggendong tubuh Rheva lagi.
"Eh eh.. ntar dilihat anak anak." kata Rheva kaget,
"Gpp yok bikin adek mereka." kata Atha semangat masuk ke kamar dan melakukan hal itu bersama Rheva.
Keesokan paginya.
__ADS_1
Renata bangun dan mandi bersiap sekolah, setelah siap ia turun kebawah.
Ruang makan.
Mereka pun sarapan bersama sama,
"Nanti sore kita ke rumah kakek, dan ada seseorang yang sudah kembali." ujar Atha senyum menatap semua anak anaknya terutama Renata.
"Siapa pi?" tanya Renata entah apa hatinya tiba tiba senang, "Tunggu aja." kata Papi membuat ketiga anaknya penasaran kuat.
Setelah itu mereka pun berangkat dengan di antar Atha katanya nanti mereka di jemput.
Sekolah.
Renata dan Rendra masuk dan terlihat lah dua cewek tengah menunggu mereka,
"Iya kata Mama ku juga gitu tapi..." ujar Linda dan...
"Rahasia kata mereka." Linda dan Deana cemberut karena juga penasaran.
"Dah yuk gadis gadis cantik yuk masuk, pengawal capek nih berdiri mulu." kata Rendra karena dia sendiri laki laki di antar ketiga cewek ini.
Ketiganya tertawa dan berjalan dengan dikawal sang Bdoyguard Rendra.
Semua pun sudah di kelas masing masing, tak lama kelas pun masuk.
"Pagi semua." sapa bu guru di pagi hari dan di belakangnya ada ketos dan wakil osis yang di rumorkan sangat caper kepada Vano si es kutub.
__ADS_1
"Hari ini Kakak kelas kalian Vano akan menjelaskan tentang kerjabakti besok, silahkan Vano." kata Bu guru.
Vano pun menjelaskan panjang kali lebar semua tugas tugas mereka yang harus di bawa mereka saat kerja bakti.
Namun Renata seakan dah tahu dia bodoamat dan malah tidur.
Vano yang melihat pun menggebrak meja Renata dan membuat Renata terbangun dari alam mimpi nya.
"Saya sedang menjelaskan kenapa kamu tidur?"kata Vano dingin dan,
"Karena saya sudah mengerti akan hal itu." Renata juga tak kalah dingin keduanya saling menatap tajam satu sama yang lian hingga...
"aaaa sakit woy." karena jengkel Vano menarik telinga Renata dan membawa ke guru BK, Renata terus mengomel sepanjang jalan.
Seperti biasa Renata dapat hukuman untuk membersihkan buku yang kotor di perpustakaan dengan pengawasan dari Vano, dengan kesal Renata melakukan hal itu sampai selesai namun....
Bruk...
seperti ada yang menyenggol rak saat Renata sedang membersihkan buku sati persatu dan rak di belakangnya hampir rubuh namun.....
Bruk....
Vano menghalangi dan memeluk Renata dari belakang dan membuat Renata kaget,
"Ka... kak Vano.." Renata terkejut terlihat Vano menahan sakit untung ada petugas di perpus dan membantu mengembalikkan Rak itu.
Bersambung.
__ADS_1