
6 Bulan berlalu.
Tinggal 2 minggu lagi mereka lulus dari Kampus mereka, Louis dan Bella sebentar lagi juga menikah.
DiMansion Rheva.
"Bella lu taruh mana Boneka gw.. "Kata Tiffany boneka kesayangannya disembunyikan Bella,
"Nih..." kata Bella memberikan boneka kelinci kepada Tiffany lalu.
"RHEVA... RHEVA... "panggil Papa tapi tidak ada jawaban Dari Rheva, "Ada apa Pa? " tanya Bella heran mengapa Papa terlihat khawatir.
"Rheva dimana? " tanya Papa khawatir, bersamaan Rheva juga baru sampai dari Kantor ingat Papa masih tidak tahu.
"Ada apa Pa? kenapa wajah Papa seperti Khawatir? " tanya Rheva melihat wajah sangat Risau terhadap nya membuat yang laon heran.
"Rheva papa mau bicara hal penting, pribadi. " kata Papa berjalan keruang kerjanya diikuti Rheva dibelakang.
Ruang kerja Papa.
__ADS_1
"Papa ada apa jangan sampai sakit papa kambuh? " tanya Rheva Papa mengendong dan Rheva duduk dipangkuannya, wajah sangat Risau pada wajah papa sangat terlihat ada ketakutan terdalam.
"Pa ada apa? " Tanya Rheva Papa memeluk nya sangat erat seakan akan kehilangan anak kesayangannya ini,
"Rissa... Rissa... Menjual mu kepada seseorang demi melunasi hutangnya dia...." kata Papa menahan tangisnya menatap putrinya ini.
"Dia menjualmu pada seorang pembisnis kalau tidak salah orangkaya pertama,
Dia datang ke kantor ayah yang cabang dan memberikan surat ini Papa Takut kamu kenapa napa." kata Papa tak dapat membendung air matanya dia menangis memeluk anaknya sangat erat ia takut putrinya kenapa napa.
"Papa jangan khawatir, itu tidak bakal terjadi tidak akan. " kata Rheva membuat senyuman manis sambil menghapus air mata Papanya ia tahu rasa khawatir ayahnya.
"Udah papa gak boleh sedih sedih aku gak mau Papa sakit. " kata Rheva memeluk Papanya tapi tetap saja hati andara juga tidak tenang sampai dia menemukan ide agar putrinya tidak dibawa lelaki pengusaha itu.
"Kita harus berbuat! " kata Aline juga marah namun mereka juga harus tahu siapa laki laki yang pembisnis dapat mengeser Rheva ke no 2.
"Gw akan coba mencari tahu orang itu. " kata Tiffany pergi ke ruang Hacker nya mencari info orang orang itu.
Dan Ceklek...
__ADS_1
Pintu terbuka, "Papa... " kata Aline memeluk Andara dan Rheva membuat kerucut dibibirnya. "Gak boleh ini Papa Renata. " kata Rheva memisahkan Aline dan memeluk Papanya sambil memasang wajah marah imut.
"Hahah... Rheva.. " kata Papa tertawa melihat kelakukan putri nya ini,
"Apa kedua orangtua mu kesini? " tanya Papa. Aline mengangguk Papa pun menemui Faresta dan Alin, sedangkan itu para ciwi kumpul di barmini disusul Tiffany yang habis dari ruang Hacker.
"Kita tahu masalah lu Rhev! " kata Bella mengengam tangan sepupunya ia tahu Rheva sedikit pusing dengan masalah ini dia juga tak mau membuat Papanya sedih bahkan sampai sakit dia tak mau.
"Hai gw gak bisa nemu identitas aslinya cuma tentang dirinya di perusahaan nya saja. " kata Tiffany meletakkan beberapa File berisi info Ceo itu.
"Tunggi Ry bukannya Perusahaan ini... " kata Aline kaget Tuan Ry pengusaha muda sepertu Rheva yang bekerja sama dengan Rheva ternyata dapat mengeser Rheva dengan waktu 1 bulan saja.
"Tidak, gw gak masalah kegeser tapi kenapa Rissa bisa terlibat dengan nya? " tah itulah yang dipikiran Rheva bagaimana Rissa membuat masalah dengan orang ini.
"Kalau gak salah Rissa melukai Bundanya dan Rissa perlahan ingin mengambil perusahaan Ceo Ry. " jelas Tiffany, Rheva mengangguk dia tak mungkin langsung mengatakan akan menolak yang ia takutkan Papanya bisa bisa menjdi korban karena Rissa.
"Tiffany Ambil perlahan saham milik Rissa, kita bekerja sama dengan mereka. " kata Rheva lalu Aline...
"Pft.. Rhev dia kepengen ketemu nona RV. " kata Aline menunjukkan ada yang meminta bantuan untuk membunuh seseorang tentu harus menemui Rheva secara langsung.
__ADS_1
"Hmm.. atur waktu dengannya gw punya Rencana yang bagus. " kata Rheva menunjukkan smrik nya tentu ketiga orang ini tahu Rheva akan memulai permainan sesungguhnya pada Rissa selama ini ditahan Rheva.
Bersambung.