
"Vano..." Ehsan membelai kepala anaknya, namun tak ada suatan dan ternyata Vano tertidur.
Ehsan membawa putranya dan membaringkan Vano beserta mengecup kening nya, "Jangan mencarinya Ayah takut kamu ikut bunda mu." gumam Ehsan menutup pintu kamar membiarkan Vano istirahat.
Sedangkan Kamar Atha & Rheva.
"Bagaimana ini, dia terus berusaha mencelakai si kembar Atha." ujar Rheva khawatir, Atha tahu kegelisahan yang dirasakan Rheva ia memeluk dan menenangkan Rheva.
"Aku akan berusaha membuat Carlise hancur perlahan." ujar Atha menenangkan, dan tanpa sadar seseorang mendengar pembicaraan mereka yaitu....
"Aku akan membuat mereka lebih menderita berani membuat keluarga sedih." Rendra bergumam dan berlalu pergi menuju kamarnya entah sedang apa tapi di belakang ia di ikuti Renata yang sejak tadi sudah tahu.
Kamar Rendra.
Saat sudah masuk saat akan menutup pintu alangkah terkejutnya Rendra menatap Renata, Renata langsung masuk dan duduk di sofa milik kamar Rendra.
Rendra menutup pintu dan berjalan lalu duduk di samping Renata, "Aku mau bantu." kata Renata tegas namun tampang tegasnya malah imut membuat Rendra gemas hingga mencubitnya.
"Aw, Rendra Rena serius kok." kata Renata kesal karena pipinya di cubit, Rendra mnegecup pipi Renata yang ia cubit tadi.
"Maaf, yakin Rendra gak mau Renata kenapa napa." kata Rendra memperlihatkan wajah khawatir, Renata menjelaskan bahwa ia akan baik baik saja dan masuklah kakak pertama mereka yang sudah tahu rencana mereka.
__ADS_1
"Kakak yakin?" tanya sikembar serempak, Reyhaan mengangguk ia juga tak mau kedua adik nya kenapa napa sebagai tertua ia berjanji akan melindungi adek nya ini.
"Baiklah Trio Re akan berasik, dan kita lihat bagaimana mereka mengatasinya." ucap Renata mengeluarkan smriknya ketiganya toss serempak sambil sedikit tertawa jahat.
Lalu mereka keluar kamar dan sekarang berjalan menuju kamar Renata.
Kamar Renata.
"Ngapain dek?" tanya Reyhaan heran, pintu kamar udah di kunci yah.
Renata hanya tersenyum lalu ia mendorong salah satu buku lalu sedikit memutarnya hingga...
Jrek.
Jrek
Terlihatlah tangga kebawah membuat kedua kakaknya heran, mereka pun turun kebawah dan bersama lantai kamar Renata kembali semula.
Dan saat sudah di dasar terlihat 3 ruangan disana,
"Disini ada ruang Hacker, senjata, dan ruangan rapat." jelas Renata mereka pun mulai membagi tugas.
__ADS_1
Reyhaan dan Rendra akan membuat senjata dan Renata menjadi Hacker dan penyusun rencana.
"Kita selidiki dulu tentang perusahaan dan hubungan mereka dengan kita, baru kita mulai menghancurkannya." jelas Reyhaan di jawab keanggukan sikembar..
Mereka pun keruangan sesuai tugas masing masing.
Ruang hacker.
Renata mulai mengerakkan jari jemairnya dengan lihai hingga data data tentang silsilah keluarga Carline mulai terkuak.
"Jadi Mami punya Bunda tiri ama saudara tiri, saudara nya mati di tangan mami tapi Bundanya kabur dan ambil perusahaan kakek." gumam Renata melihat data data itu lalu ia memindahkannya pada Falshdisk, dan sekarang ia mulai mencari tahu tentang perusahaan Carlise grup.
Ruang senjata.
Kedua kakak ini mengerjakan senjata terbaru mereka dengan teliti tanpa ada keselahan apa pun.
"Kak menurut mu kenapa musuh orangtua kita kembali?" tanya Rendra di sela kerjanya.
"Mungkin balas dendam." jawab Reyhaan hingga....
"ANAK ANAK MAKAN..." Panggilan Mami mampu membuat mereka hampir kaget, lalu mereka menyelesaikan sedikit dan menyimpan lalu keluar disusul Renata.
__ADS_1
Bersambung.