Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
DI MAAFKAN


__ADS_3

Rheva mulai memilih senjata tajam itu lalu....


"Hihihi...... ketemu..." kata Rheva menunjukkan sebuah belati unik namun saat tergores pasti pemilik kulit kesakitan perih sekali.


Rheva mulai maju lalu....


Sret...


Sret.....


Sret.......


3 Goresan dibuat oleh Rheva tepat di paha wanita ini, sang pemilik kulit tentu mengerang kesakitan sekali.


Prok... Prok....


Rheva menempuk tangannya lalu


"Buat kalian beri dia hadiah tak terlupakan. " kata Rheva keluar membiarkan kedua pria yang masuk di dalam sana,


Diluar


Rheva berjalan menuju ruangannya terdapat Tiffany disana dia mendekatinya,


"Ada apa? " tanya Rheva


Tiffany menunjukkan hasil penjualan senjata mereka kepada negara,

__ADS_1


"Ada 5 senjata kita yang diambil oleh sekelompok orang. " jelas Tiffany serius.


"Siapa mereka? " tanya Rheva siapa pun tidak ada yang berani menyita barang mereka tanpa alasan,


" Shakeil Yah kalau gk salah nama kelompoknya adalah, Sk Moon. " kata Tiffany seketika Rheva terdiam.


Kelompok itu dia berfikir Pantas saja pengiriman nya sempat lewat sana tapi mereka sudah ijin kenapa bisa disita,


"Sialan..... " Rheva Mengepalkan tanganya senjata yang diambil senjata paling hebat rancangannya sendiri.


"Ajak dia rapat di kantor ku satunya Panggil Aline juga. " Kata Rheva datar.


Tiffany mengangguk dia pun mengirim pesan sesuai perintah Rheva, sedangkan Rheva dia kembali keruangan wanita tadi.


Disana 2 orang pria sudah memakai pakaian dan berdiri tegak, Rheva memberi aba aba supaya mereka keluar.


Kedua orang pria keluar tersisa Rheva dan Wanita itu yang kelelahan lalu....


Rheva menyiram dengan air dingin campur lemon.


"Akh... " Wanita ini tentu saja terkejut apalagi melihat Rheva dia gemetar dan meminta maaf atas kesalahannya,


"Apa kau pernah berkerja di bar Al? " Tanya Rheva sambil duduk di kursi di sediakan.


Wanita ini mengangguk gemetar Rheva tersenyum sambil menyelap belati kesayangan nya, "Kau tahu siapa pun berani mengakui akui ku, aku tak suka... " kata Rheva mengakat dagu wanita ini dengan pisau.


Hanya beberapa cm jarak bagian tajam pisau dengan leher, "Ma... maaf, a... aku a...akan berbuat apa pun kau mau nona maafkam saya.. " Wanita ini memelas berbeda dengan Rheva yang sudah memunculkan smrik nya.

__ADS_1


"Ok gw lepasin tapi dengan syarat, Lu harus berubah gw kasih pekerjaan buat lu... " kata Rheva mengetik beberapa nomor dan menghubungi seseorang.


Setelah menghubungi masuklah 2 wanita memakai topeng dan baju hampir seperti Rheva, "Sapa yang mau kerja di bar gw? " tanya Aline tentu dia datang Rheva menunjukkan dengan alisnya ke arah Wanita ini.


Aline berjalan Wanita ini gemetar hebat melihat siapa di depannya,


"kau mau bekerja dengan gw? " tanya Aline


Wanita ini tentu mengangguk sambil menunduk.


Aline dan Rheva berdiskusi setelah itu


"Kau boleh, menjadi bagian bertander dan....


Bagian kebersihan gaji mu 5 juta perbulan. " kata Aline wanita ini langsung berbinar binar...


"Jangan senang dulu kau akan memakai pakaian tertutup itu syaratanya tidak terbuka seperti di jelaskan Nona. " kata Aline.


Wanita ini mengangguk semangat lalu masuklah 2 orang wanita 3 pria,


"Kalian tahu harus apa. " perintah Aline.


Wanita ini pun dibawa pergi tapi Aline agak heran dengan sikap Rheva biasanya orang seperti ini Rheva akan menyiksa hingga sekarat.


"Gw lagi gk mood, kelihatannya dia juga mau berubah. " kata Rheva seakan sudah tahu apa isi kepala sahabat nya ini.


"Ayo pulang gw capek... " kata Rheva

__ADS_1


Mereka pun pulang, untuk masalah Rapat tadi itu pukul 20.30 mereka rapat di gedung kantor persenjataan Rheva tersendiri.


Bersambung


__ADS_2