
Pulang sekolah.
"Ren gw mau ke perpus lu duluan aja pulang nya, nanti gw pake taksi." ujar Tenaga buat datar,Rendra sempat menolak namun Renata memaksa akhirnya ia mau.
Renata pun berjalan ke perpustakaan sambil meneteng tasnya, yah suasana sekola sudah sepi Renata ke perpustakaan karena ingin mengambil sebuah buku.
Selesai dari perpustakaan Renata berjalan keluar namun...
Sreet...
Seperti ada yang lewat dari belakang Renata, Renata hanya menoleh sebentar lalu melanjutkan jalannya namun...
Puk....
Seseorang memegang pundak Renata dan spontan Renata hampir berteriak tapi mulut nya di begap, "empth..." Renata memberontak..
Bugh...
Sikut Renata meninju perut orang itu dan membuat kesakitan, "Akh..... Sakit woy.." ujar orang itu yang tak lain adalah Vano dia habis selesai mengerjakan tugas Osis nya.
"Eh sorry." Ujar Renata Dingin,
"Lu gk pulang?" tanya Vano berusaha menyamakan langkah Renata.
"Dari perpustakaan." ujar Renata dingin dan Vano hanya menjawab dengan oh ria saja.
Vano dan Renata berpisah jalan, Renata menunggu taksi.
Hingga...
__ADS_1
Brum... brum...
Suara motor yang perlahan mendekatinya,
"Naik." ucap Vano datar.
Renata menolak tapi dia juga berfikir kalau ia telat sampai rumah pasti semua khawatir, akhirnya ia menerima ajakan Vano.
Sampai Rumah.
"Thanks ketos es." celetuk Renata datar dan masuk ke dalam rumah, Vano hanya memutar bola matanya dan pulang ke rumahnya.
"Aku pulang." kata Renata, dia melihat Rendra dan Papi Atha sedang main Ps bersama dengan wasit nya Reyhaan.
"Papi gk kerja?" tanya Renata heran,
15 menit kemudian.
Renata turun dengan kaos polos putih dan celana jeans pendek, "Renata gw tantang lo ngalahin Papi, jika lu menang lu bisa minta apapun ama gw." kata Rendra menantang.
"Gk." jawab Renata dingin ingin ke dapur tapi
"heh ngomong aja Renata kalau kamu takut kalah dari papi." ujar Atha mulai sombong.
"Siapa bilang." Renata tak mau kalah dia duduk dan mengambil stick dankeduanya memulai, tampak wajah mereka serius dalam memainkan..
"Yak Papi curang." kata Renata yang K.O dalam game, "Gak, Papi gak curang tapi dah ahli." ujar Atha kembali menyombongkan dirinya.
"Sekali lagi." kata Renata tak mau kalah keduanya terus bertanding hingga...
__ADS_1
"Aaaaa " Suata teriakan Mami membuat keempat orang ini kaget dan berhenti, mereka semua pun lari ke dapur.
Dapur.
Terlihat Mami sedang di atas kursi,
"Rheva ada apa?" tanya Atha bingung.
"Ke.. kecoa, Renata di belakang mu." kata Rheva kaget melihat kecoa di kaki anaknya, Renata yang juga jijik langsung menghentakkan kakinya dan naik kursi.
"Papi abang cepet usir. " ujar Renata jijik maupun Rheva juga, kini malahan ketiga lelaki ini tertawa melihat 2 orang perempuan ini jijik terhadap kecoa.
"Cepetan sayang." ujar Rheva, akhirnya Atha, Reyhaan, dan Rendra mengusir kecoa itu.
"Dah hilang." Ucap Reyhaan, keduanya menghela nafas hingga.....
Pyar....
seperti ada yang melempar sesuatu mereka pun berjalan terdapat sebuah batu yang di bungkus dengan kertas, Atha mengambil dan membukanya.
"Hidup anak gadismu tidak lama lagi." Atha membaca itu membuat mereka semua kaget termasuk Renata, "Rena kamu punya masalah sama orang?" tanya Atha Renata menggelengkan kepala nya.
"Rhev musuh lama kembali lagi." ujar Atha, Rheva tahu maksud suaminya pun paham musuhnya akan segera kembali dan incaran pertama adalah Renata.
"Rendra kamu jaga Renata jika di sekolah paham." kata Atha, Rendra mengangguk paham.
"Musuh Lama Papi Mami siapa?" tanya Renata, "Belum saatnya kamu tahu." ujar Mami yang di jawab keanggukan Renata.
Bersambung.
__ADS_1