
2 orang itu terus melawan dan....
Bugh....
Bugh..... Sret... Jleb....
Rheva terkena tusukan pada lengannya tapi itu tidak membuat dia tenang atau kesakitan,
Sedangkan Papa tentu khawatir melihat kondisi putrinya tadi...
Dan....
Dor...
Dor........
Rheva menembak tepat di jantung mereka setelah itu ia langsung pergi ke arah ayahnya, "Papa.... papa.... " Rheva sangat khawatir melihat hal ini...
Lalu dia mulai membopong Papanya keluar rumah dan menuju ke mobil,
Setelah berhasil masuk Rheva langsung menuju kerumah sakit.
Yang dia khawatirkan adalah Papanya dia tidak peduli dengan tusukan pada lengannya, "Renata... lengan mu.... "Papa juga khawatir melihat lengan Rheva terus mengeluarkan banyak darah.
"Gpp Pa... " kata Rheva terus fokus menambah kecepatan mobil.
"Jangan biarkan mereka lepas. "
Rheva melihat kaca spion ternyata mereka di kejar 4 mobil, dengan tenang Rheva menambah kecepatan mobil yang sudah ia modifikasi.
__ADS_1
Lewat Earpods.
'Tiffany'
'Rhev lu baik baik aja? '
'Gpp gw, dibelakang ada yang ngejar gw. '
'Lu awasi gw tunjukkin arah, soalnya gw bawa Papa panggil dokter juga di mansion.'
Setelah perbincangan ini Tiffany yang dimansion segera merentas CCTV jalanan dengan cepat, Aline mengirim 3 mobil berisi bodyguard pergi ke arah dimana Mobil Rheva.
Di sisi Rheva.
"hah... hah..." Papa mulai agak terengah engah karena pukulan tadi itu menyebabkan dia agak sesak didada,
Seketika bodyguard dari mansion datang dibelakang mereka, 1 mobil ikut mobil Rheva sisanya menghadang.
Kenapa cuma 2 aja mereka terlatih dari jaman Kakek Rheva sangat kuat awal pertemuan mereka sudah terlatih tubuh mereka tidak gampang melemah karena tembakanan peluru mereka dapat bertahan sampai 2 jam sampai 5 jam.
"NONA MARI IKUTI KAMI. "Teriak salah satu dari mereka, Rheva mengangguk dia pun mengikutinya.
Sampai Mansion.
Mereka langsung masuk membopong Papa kedalam langsung ke kamar, kak Nita dokter Rheva juga sudah datang dan sedang memeriksa Papa.
Sedangkan para bodyguard tadi juga sudah kembali hanya ada beberapa peluru dan goresan di mereka, dan mereka diobati oleh suster asisten Kak Nita.
Kamar.
__ADS_1
"Gimana kak? " tanya Rheva khawatir
"Beberapa pukulan maupun tusukan di dada dan perut, untuk sementara Papa mu menggunakan alat pernapasan sampai rasa sesak nya hilang. " jelas kak Nita.
"Sepertinya mereka mulai bergerak. " kata Tiffany dia sempat merentas keberadaan Rissa hanya Rina saja tak terlihat entah kemana dia.
Tiba tiba Bibi masuk dan mengatakan ada seorang cewek tamu sedang menunggu Rheva.
"Kakak udah beri Resepnya di minum teratur jan lupa makan buah, vitamin di tubuh Papamu juga menurun. " kata Kak Nita.
Aline pergi menebus obat sedang kan Rheva menemui Tamu.
Ruang Tamu.
"Anda ingin bertemu saya? " kata Rheva
perempuan itu berbalik tentu terkejut Rheva melihat Rina tahu mansion nya,
"Rina? ada apa kau di sini? " tanya Rheva Heran duduk berhadapan dengan Rina.
"Ren lu harus hati hati ini semua rencana ibu gw pokoknya lu hati hati terutama Papa, gw berhasil ngerekam pembicaraan mama gw gw harap bisa membantu. " kata Rina memberikan sebuah Flashdisk kepada Rheva.
Rheva menerimanya,
"Gw pulang dulu, kalau ada info lain gw kasih ke elu tapi pokoknya harus hati hati. " kata Rina, "oh ya gw juga minta maaf atas kesalahan mama gw. " kata Rina menunjukkan senyuman nya.
Setelah Rina pergi Rheva membuka tentu itu semua pembicaraan mama Rissa tapi dibenak Rheva kenapa Rina memberikan informasi ini kepada dia.
Bersambung.
__ADS_1