
Pulang kuliah.
Mansion.
"Kami pulang." Anak anak
"Linda ayp siap siap, jodoh mu nanti dateng." kata Mama Bella, Linda hanya mengangguk pasrah Linda naik ke atas ke kamarnya saat ke atas ia melihat Reyhaan sudah pulang tengah turun dan melewatinya.
"Bang Rey mau kemana?" Tanya Linda
"Ke rumah kakek ku." ucap Reyhaan datar lalu berlalu pergi ke luar mansion, Linda merasa aneh biasanya Reyhaan hangat dengan nya maupun yang lainnya tapi kenapa...
Linda pun segera naik ke atas menganti pakaian yang sudah di siapkan Mama Bella, Linda memberi sedikit polesan makeup dan membiar rambutnya tergerai kerinting gantung begitu indah dan cantik dia hari ini..
Setelah siap Linda pun turun karena sudah di tunggu Mama dan Papanya.
Ruang Tamu.
"Apa sudah datang Ma?" tanya Linda tidak melihat Tamu.
"Kita pindah lokasi, kita pindah ke taman ***" kata Mama, Linda mengangguk mereka pun berangkat di atas sikembar melihatnya sambil makan coklat.
__ADS_1
"Siapa yah jodoh kak Linda ama bang Rey yah kok bisa samaan sih." kata Renata tanda tanya, Rendra hanya mengakat bahunya tak tahu.
"Kak Deana kemana?" tanya Rendra tak melihat Deana, Renata tidak tahu.
Di sisi Deana.
Deana tengah jalan jalan di sekitar taman dan ternyata tak jauh dari wilayah kantor Raden, Deana berjalan jalan dalam hatinya ia merasa sakit melihat kekasih ia sedang berkencan dengan wanita lain.
"Ck, seharusnya gw dengerin Vano akh..." Deana sedikit frustasi dan kesal untung saja Kekasih eh mantannya dan pacar barunya tidak di bunuh di tempat.
"Eh hai cantik..." saat sibuk berbicara kekesalan mantannya tanpa di perhatikan ia berjalan pada segerombolan preman.
"Apaan sih lo." Deana berbicara dengan ketusnya dan berlalu pergi namun ia kembali di hadang bahkan di kepung.
Bruk...
"Aw..." Deana tak sengaja menabrak seseorang di depannya,
"Deana? kamu gpp?" ternyata Raden yang ia tabrak ia sehabis meeting dengan klien di Caffe terdekat.
"HEI TANGKAP GADIS ITU.." Preman tadi berteriak mereka tetap mengejar, Drama sedikit takut Raden yang melihatnya segera membantu Deana berdiri dan merangkulnya.
__ADS_1
"Eh.." Deana terkejut, tapi tidak Raden merangkul dan berjalan bersama Deana menuju kantornya dengan santai.
Preman tadi mengejar dan mereka berhasil mengepung mereka tatapan Raden hanya biasa saja dan tetap merangkul Deana.
"Lepaskan dia, dia milik kami?" kata salah satu dari mereka, Raden melirik Deana lalu...
"Benarkah sayang? bukannya kamu berjanji akan makan siang bersama ku hem?" kata Raden menahan tawa melihat wajah terkejut Deana dan warna merah memenuhi wajahnya.
Deana malu malu bahkan memeluk Raden menenggelamkan wajahnya, Raden melirik Para Preman ini lalu ia menggendong Deana yang malu mereka pun pergi melalui preman dan para bodyguard datang.
Dalam kantin Kantor.
Raden menurunkan Deana di kursi ia memesan makanan untuk ia dan Deana, banyak karyawan melihat mereka bahkan ada yang tak fokus berjalan maupun makan.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Raden datar mereka langsung kembali dengan diri mereka.
"Bang Raden tadi apaan sih..." kata Deana marah, Raden hanya terkekeh dan mengacak rambut Deana.
"Bukannya habis patah hati yah?" kata Raden Deana hanya mencibirnya kesal bagaimana Raden tahu.
"Para Preman itu suruhan mantan mu." kata Raden menoel noel pipi Deana yang merah dan mengembang.
__ADS_1
Bersambung.