
4 Tahun kemudian
Di Amerika
Kamar Rheva
"Rheva bangun Rheva bangun.... udah pagi lu gak kekantor. " Kata Tiffany mengedor pintu kamar Rheva.
Sedangkan yang didalam menutup wajahnya menggunakan bantal, Cklek....
tiffany pun masuk dan melihat Rheva masih tidur dengan cara wajah nya ditutup dengan bantal dengan segera Tiffany membuka tirai kamar Rheva maupun menarik selimutnya.
"Ayo bangun... kau katanya ke kantor pagi ini kak Nita dah 4 kali telfon banyak kerjaan katanya. " kata Tiffany mulai ngomel, Rheva bangun sambil mengumpulkan nyawa nya.
"Lu pagi pagi berisik, dah dah sana gw mau mandi.. " kata Rheva mendorong Tiffany keluar lalu menutup pintu kamar nya lalu peri mandi.
Tak lama Rheva turun dengan styele kantornya tak lupa dia membawa topeng karena identitas nya sebagi Ceo R'C Grup sangat tertutup.
"Kalian juga ke kantor? " tanya Rheva kedua orang ini mengangguk, "Gw mau cek tentang pengiriman senjata kita ke Korea. "kata seorang remaja cewek yang bernama Aline Nandhya.
__ADS_1
"Hmmm jan sampe ketahuan, gw lagi mager ngurusi masalah itu lagi. " kata Rheva memakan sandwichnya, "Dan lu Tiffany? " tanya Rheva pada Tiffany.
"Gw juga ke kantor mau ngurusi kerja sama dan perlahan gw ambil saham perusahaan ortu gw. " jelas Tiffany, setelah mereka sarapan mereka berangkat tentu kantor mereka berpencar pencar.
Sebentar untuk pertemuan Tiffany, Rheva dengan Aline.
Mereka bertemu saat orangtua Aline menjual Aline, sedangkan ortu kandung Aline.
Aline diculik saat berumur 2 bulan tentu dia tidak tahu siapa orangtuanya hanya saja ada satu yang masih di kalungkan dilehernya sejak bayi kalung pemberian ibu kandung Aline tanpa disadari ortu Angkat nya.
Lanjut Kantor R'C Grup
Nita Alisa.
"Selamat pagi nona R." sambut Kak Nita dia lebih tua dari Rheva, Kak Nita memberikan 10 tumpukan berkas bergabung dengan 50 berkas lainnya.
Rheva yang sudah menebak baru 2 hari tidak masuk maka seluruh berkas nya akan menumpuk dengan santai,
"Berkas apa saja ini? " tanya Rheva dia tidak akan dingin dan datar kepada orang tersayangnya.
__ADS_1
"Itu kerja sama dengan perusahaan S, itu keuangan kita, Yang itu proyek kita, satu lagi itu masalah kerja sama perusahaan Ry Company. " kata Nita sambil menunjuk tumpukan tumpukan berkas itu.
"Perusahaan Ry Company? bukannya itu perusahaan yang no 1 di dunikan setelah berhasil mengeser perusahaan kakek ku. " kata Rheva menaikki alisnya, Nita mengangguk dengan mantap lalu dia keluar dan Rheva mengerjakan berkas itu semua.
Pukul 10.30
Nita masuk dan berkata bahwa Rheva harus menghadiri rapat kerja sama mereka dengan Perusahaan Ry Company, Rheva merengangkan ototnya merapikan baju lalu berjalan dengan Kak Nita dibelakangnya.
Di ruang rapat
Hawa yang sebenarnya sudah mencekam atas kehadiran Ceo Ry bertambah mencekam dengan hadir nya Rheva, "Slhkn di mulai Rptnya. " kata Rheva penuh dingin Rapat di mulai dengan lancar namun satu orang melakukan gerak gerik aneh.
Sring...
"Keluar... dan bereskan barangmu.. " benar Ada salah satu karyawan yang berkhianat dia menggunakan perekam suara untuk merekam kegiatan mereka selama rapat.
Karyawan itu langsung keluar karena pisau itu hampir saja tepat telinga nya,
"Ljtkan. " ucap Rheva rapat di lanjutkan kembali.
__ADS_1
Bersambung.