Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 15


__ADS_3

Lanjut.


"Mommy Mommy lihat Deana, Dea kan udah besar pasti bisa jaga diri baik baik Deana gk bakal terjadi apa apa kok." kata Deana dia juga melihat Mommy begitu mengkhawatirkan nya.


"Ta... tapi De... Deana ka... kamu ga... gak ta... tahu di... dia si... siapa." ujar Tiffany ia tahu siapa orang itu yang sudah lama tak hadir di kehidupan nya semenjak menikah dengan Daffa.


Semua pun diam dan....


"Alia...." Ehsan tiba tiba mengeretakkan giginya melihat hpnya dan dia benar benar emosi,


"Musuh lama kembali kalian keruangan, kecuali anak anak." Ujar Atha semua orangtua pergi ke sebuah ruangan khusus.


"Alia siapa? dan siapa pula yang mengirim ini?" abang Reyhaan bertanya tanya siapa yang mulai meneror mereka,


"Kata nya sih Musuh Orantua kita." kata Vano santay dan entah apa pikiran nya melayang ke Bundanya Aline,


"Gw tidur dulu pala gw pusing." jelas Vano dia beranjak dan pergi menuju kamarnya yang berada di lantai dekat berdekatan dengan kamar Renata.


Kamar Vano.


Vano pun merebahkan dirinya dan menutup matanya,

__ADS_1


15 menit kemudian.


"Vano.... "


Baru 15 Menit Vano menutup matanya untuk masuk ke alam mimpi Vano harus membuka matanya, dan melihat seseorang yang tengah berdiri di balkon kamarnya.


Orang itu seorang wanita berambut panjang tergerai, wajahnya begitu manis dengan senyuman lembut terlukis di wajahnya, ia memakai gaun putih yang indah.


Vano mulai mendekati Waniat itu dan melihat lebih jelas, wanita itu tersenyum begitu lembut padanya dan saat cukup dekat Sebuah wajah yang di kenal Vano melalu foto.


"Bun... Bunda..." Ucapan Vano bergetar melihat seorang yang ia rindukan sedari kecil, Vano langsung memeluk orang yang di hadapan nya.


"Bunda..." Vano memeluk erat dan Bunda Aline membalasnya,


Mereka duduk di bawah di balkon kamar menikmati angin malam sepoi sepoi dan Vano mulai bercerita dan bermanja ria dengan Bunda tersayangnya.


"Vano...." (Bunda)


"Iya Bunda Ada apa?" (Vano)


"Kamu harus hati hati yah, musuh bunda dan yang lainnya sudah kembali." (Bunda)

__ADS_1


"Musuh kalian siapa sih? Vano bingung." (Vano)


"Kamu cari tahu orang yang bermarga Anindhya dan Evelyn." jelas Bunda namun perlahan tubuh Bunda Aline mulai menghilang.


"Bun... Bunda kenapa tubuh Bunda?" Vano menitikkan airmata karena bunda perlahan menghilang,


"Bunda waktunya kembali, Vano baik baikyah nurut sama ayah." ujar Bunda Aline dan ia pun menghilang dan Vano menangis..


"Gak bunda gak bunda gak boleh ninggalin Vano lagi, BUNDA.... "


"Vano Vano sadar nak, Vano... " seseorang menepuk pipi Vano dan membuat Vano langsung tersadar dan menatap ayahnya, tetap matanya masih basah akibat airmatanya.


Vano langsung memeluk ayahnya dan ayah menenangkannya agar tidak histeris,


"Kamu kenapa?" tanya Ayah lembut Vano menggelengkan kepalanya.


"Vano ketemu Bunda?" tanya Ayah lagi ia tahu bahwa tadi Vano berteriak memanggil Bundanya, Vano mengangguk hati Ehsan terenyuh anaknya butuh sosok ibu namun dia tidak ingin menikah lagi lantaran dia hanya mencintai seorang yaitu Aline.


"Sekarang tidur, besok kamu sekolah." ujar Ehsan, Vano mengangguk dan kembali dan menutup matanya tak lama Vano pum tertidur pulas.....


Ehsan menghapus airmatanya, andai dulu dia menjaga Aline dengan benar mungkin sekarang ia dan Vano masih bersama Aline.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2