Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
EPS. 20


__ADS_3

Atha dan Rheva heran melihat orang ini terlihat sudah tua tapi masih terlihat kewibawaan nya.


"Ma... maaf tuan siapa yah?" tanya Rheva, orang itu mengulas senyuman.


"Saya Tuan besar Kalandra Kakek Reyhaan." ujar orang itu dan disambut keterkejutan semua orang yang berada termasuk Reyhaan yang baru saja tiba.


"Kakek?" Reyhaan mengerutkan dahinya, Rheva menatap Reyhaan lalu ia memanggil Reyhaan memeluk Maminya yang masih sedih.


"Reyhaan, benar ini kakek mu?" tanya Rheva lembut walau hatinya sedikit tercubit lantaran takut Reyhaan di bawa pergi ia dan Atha sudah mengasuhnya sejak kecil dulu.


Reyhaan berfikir lalu ia teringat.


"Kakek Rehan..." kata Reyhaan membuat senyuman lebar dia bertemu kakeknya lagi,


Kakek Rehan pun memeluk cucunya ia begitu rindu dengan cucunya.


Andai dulu ia datang tepat waktu mungkin Reyhaan tidak hilang dan Kalandra grup tidak jatuh ke tangan yang salah.


"Mami Papi ini kakek Rehan kakeknya Reyhaan, ia tinggal di Belanda." kata Reyhaan tersenyum namun perlahan senyuman nya agak pudar lantaran apa ia akan ikut kakeknya atau kedua orangtua angkatnya.


"Terima kasih Tuan Atha Nyonya Rheva merawat cucu saya." ujar kakek Rehan tersenyum, Atha dan Rheva mengangguk dan tiba tiba dokter keluar...

__ADS_1


"Bagaimana dokter?" tanya Rheva khawatir, Dokter menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Rheva.


"Pasien mengalami Koma sementara." ujar Dokter.


"Deg....


Hati kedua orangtua terasa sakit tahu anak perempuan mereka koma terlebih lagi Atha ia merasa bersalah,


"Ah ya Papi Mami Rendra tadi sesak nafas terus dan sekarang dah tenang tapi...." Reyhaan tak meneruskan ucapan nya...


"Tapi Rendra alami demam tinggi dia terus nyebut nama Renata dia mau Renata." ujar Reyhaan, hati kedua orangtua nya seketika hancur melihat kedua anak mereka menderita seperti ini.


"Rheva kamu mau kemana?" tanya Atha hendak mencegah namun istrinya benar benar dikuasai amarah lantaran kedua anak kembar mereka seperti ini.


"Membantai dia." Rheva berucap dingin dan mulai berjalan keluar, Reyhaan segera memeluk Maminya agar tak kemana mana hampir Rheva hendak menusuk pisau Ke perut Reyhaan.


Namun...


"RHEVA DIA ANAK MU..." Tiffany secara refleks langsung berteriak, dan Rheva mulai sadar sedikit lagi pisau itu akan tertancap tepat di perut anaknya.


Rheva menangis sejadinya dia tidak ingin anak anaknya menerima semua ini, ini semua urusan ia dan masa lalu ia kenapa anak anak mereka juga terkena impasya.

__ADS_1


"Maaf sayang..." Rheva memeluk Reyhaan benar sakit hati Rheva sebagai seorang ibu.


"Mami istirahat dulu aja." ucap Reyhaan lembut, namun Rheva menolak ia ingin melihat Putranya juga.


Ruang rawat Rendra.


"Rena... Renata.... Renata..." Rendra masih mengingau tentang saudara kembarnya dia sekarang menggunakan alat bantu pernapasan,


Ceklek...


Rheva, Atha dan Reyhaab masuk melihat kondisi Rendra, hati ketiganya sakit.


Rheva membelai lembut rambut Rendra dan membuat Rendra membuka matanya walau agak lemah.


"Mami Renata?" kata Rendra bertanya dengan nada lemahnya, tak terbendung lagi air mata Rheva menetes.


"Renata masih di rawat, Rendra juga jaga kesehatan yah biar cepet sehat." ujar Rheva mengecup kening Rendra.


Rendra mengangguk dan lanjut tidur karena kepalanya terasa berkeliling, Yang lain juga sedih melihat keluarga kecil Atha dan Rheva.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2