Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 27


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Hari ujian tengah semester.


Semua tengah ujian tengah semester dengan tenang, dan kelas mereka di acak Renata duduk dengan Deana, Rendra dengan Vano, dan Linda duduk dengan gadis cupu tapi otak encer.


"Waktu kalian tinggal 1 jam lagi." ujar guru biologi atau bisa di sebut pak botak gurunya lumayan killer tapi gk terlalu, semua siswa siswi mengerjakannya dengan fokud dan tegang.


1 jam kemudian.


Kring... Bell istirahat berbunyi beberapa Siswa siswi ada yang agak panik lantaran ada yang belum selesai.


Vano, Deana, Linda, Dan sikembar langsung maju dan menyerahkan kertas ujian mereka lalu langsung nyelonong keluar begitu saja,


"Kak main basket yuk." ajak Renata semua setuju.


Deana dan Linda pergi beli minum dan Snack sisanya berjalan ke araha lapangan bola basket.


Lapangan Bola basket.


Semua sudah siap dan memegang bola pertama adalah Vano jadi mereka akan mukai 3 vs 2 walau gk imbang tapi Vano mantan kapten basket di sekolahnya paris.


Renata yang paling pintar basket juga tak kalah juga bisa di katakan bisa seimbang dengan Vano.


Plup....

__ADS_1


Renata mencetak Poin pertama dan terus berlanjut sampai mereka mencetak 10 dan hasilnya seimbang, "Capek istirahat dulu yuk." kata Deana semua beristirahat.


"Eh Citato gw mana..." kata Renata mencari Citato rasa Sambal geprek, Rendra memberikannya Renata makan dengan lahap.


"Hai Vano.." seorang wakil ketos mendekati Vano sambil berlengak agk centil,


"Hm.." Vano hanya menjawab dengan deheman saja.


"Ini aku bawa bekal karena lebih mau gk makan bareng aku?" kata Cewek itu tersenyum, Vano hanya diam lalu beralih pada Renata yang sibuk dengan Citatonya.


Sreet...


"Yak kak Vano Citato ku.." Renata merengek mengambil Citatonya tapi Vano berdiri dan mengakat tangan nya ke atas sehingga Renata kesulitan mengambil nya.


Bruk...


"Maksud lu apa dorong adek gw." Linda mulai angkat bicara, "Adek lu tuh kecentilan." kata cewek itu hendak melayangkan tamparan pada Renata tapi di cekal Deana.


Deana pun menampar balik cewek itu hingga ia jatuh, "Lu jangan sesekali sentuh Renata." Deana menunjuk tapi apa bukannya Jera cewek itu malahan langsung menyeret Renata entah kemana.


Dengan cepat Rendra mengejar di susul yang lainnya juga.


Gudang sekolah.


Bruk....

__ADS_1


Renata kembali di dorong keras hingga tanpa di sengaja keningnya terluka, Renata hanya diam bukan dia pengecut hanya membiarkan lawannya puas dulu sebelum melihat matahari terakhirnya.


Cewek itu menarik rambut Renata lalu ia menampar Renata dan membenturkan kening Renata kembali,


Renata mulai mengepalkan tangan dan...


Sreet


Plak


Dugh


Bugh


Renata menarik rambut gadis itu menamparnya membenturkanya dan memukul tengkuk dia hingga pingsan.


"Ini salah lo sendiri." kata Renata datar, ia pun menyeret Cewek tadi di kursi dengan di samping sebuah balok dan ia mempereagakan seolah cewek ini hendak bunuh diri.


Renata keluar dengan kening yang terluka, Rendra baru saja tiba bersama Deana segera mengobati luka Renata.


"Mana tuh cewek biar gw giling sekalian." kata Deana kesal, "udah Akuurus tadi." kata Renata santai tak lama bell kembali berbunyi pertanda ujian berikut nya akan segera di mulai.


Pulang sekolah.


Renata dkk langsung meluncur pulang kerumah karena sudah lelah dengan hari ini.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2