
Lanjut.
RV dan AR masih bersembunyi AR melihat kaki RV lebam karena terjatuh tadi lalu...
"Duduk... " kata AR tentu tidak semudah itu untuk duduk di pangkuan cowok RV menolak lalu.....
AR langsung menarik Rheva ke pangkuannya lalu melihat luka lebam itu, "Lu bisa jalan.? " tanya AR melihat lebam biru keunguan besar di area pergelangan kaki RV.
Setelah itu mereka melihat di luar ternyata sudah sepi AR langsung jongkok dan menyuruh Rheva naik ke punggung nya.
"Lu serius?" tanya Rheva
"Cepatlah yang lain pasti menunggu! " kata AR tentu Rheva langsung naik dan AR menggendongnya sambil berjalan perlahan lahan.
Sampai ditempat Kumpul tadi.
"RV lu kenapa lu di apaan ama dia atau gara gara pak polsek tadi..." kata Eanor sudah khawatir, "Gk gw jatuh gara gara tadi... " kata RV sedangkan AR dia memijit sedikit lalu
__ADS_1
"Aw... pelan pelan.. sakit.. " kata RV agak sakit sih entah apa air matanya muncul ia mengingat dulu saat kecil dia terjatuh dari sepeda dan kakinya lebam seperti ini Papa memijatnya dan mengatakan jangan menangis ini sebentar lagi selesai.
Dan juga kak Rose memeluknya dan menenangkan tapi itu semua hanyalah kenangan yang sudah lama orang dia sayang pun sudah pergi ke tempat yang lebih indah.
"Mama kak Rose... " ucap Rheva lirih mengingat mereka semua tanpa sadar air matanya terjatuh sempat terkena tangan AR tentu dia langsung melihat Rheva melamun.
"RV....." panggil Line tentu menyadarkan lamunan RV langsung menghapus air matanya, setelah memijat dan RV bisa berdiri namun perlahan.
"Kalian pulang dulu gw mau pergi kesuatu tempat bawain motor gw kealamat ini.. " Rheva memberikan Alamat lalu dia pergi tentu temannya juga langsung pergi beserta para Cowok namun tanpa sepengetahuan RV AR mengikutinya hingga sampai di suatu tempat....
Makam
"Ma.... andai waktu itu gk kejadian mungkin kita masih bersama kumpul bareng bareng.. kyk anak lain.. tapi... jalan cerita Renata berbeda dengan yang lain... " kata Rheva menunduk sambil menatap batu lisan itu....
"Renata akan membuat Rissa dan Rina tahu kesalahan mereka, Renata juga akan jaga Papa... " kata Rheva menaruh bunga itu lalu beralih ke makam kakaknya.
"Kakak lihat aku terjatuh biasanya kakak yang selalu meluk Renata kalau menangis kakak selalu ajak Renata makan mangga kalau aku lagi nanggis juga.... tapi.. itu dulu... hiks... " Air mata Rheva tak terbendung lagi dia menangis mengingat masa masa tertawa dan bahagia dengan keluarga hancur secara perlahan lahan.
__ADS_1
Lalu Dia meletakkan bunga itu dan beranjak kini ketempat kakek, "Kakek... Renata kangen banget biasanta kakek ngajari Renata Pake belati ini.... Hadiah ultah Renata ke 13 tahun dari kakek... " kata Rheva tersenyum gembira.
Setelah semua itu dia memutuskan untuk pulang takut sahabatnya khawatir.
Sedangkan disebuah pohon besar seorang menatap ia sedari tadi,
"Kisah lu lumayan menarik Nona RV." ujar AR kembali ke motornya dan pergi kembali ke mansion sahabatnya juga.
Keesokan harinya, tapi hari ini sangat berbeda.
Rheva turun dengan senyuman lebar dia menggunakan pakaian Warna warni dengan celana jins menenteng tas hitamnya beserta bersepatu snekers rambut yang diikat.
Tentu semua tersenyum.
"Pagi semua... " sapa Renata dengan senyumannya tentu semua membalas nya,
"Rheva tu.. " belum selesai berbicara Rheva langsung memotong, "Renata... bukan Rheva... " kata Rheva langsung memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
Bersambung.