
Louis terus menatap ke arah bella yang asik ngobrol bareng Rheva, mereka adalah sepupu paling dekat selalu bersama kemana mana bahkan dulu mereka pernah berenang di sungai kalau di desa.
Yah tentu mereka punya desa, Desa itu dari anak ketiga kakek nya Rheva dari bunda biasanya mereka mandi disungai pulang sore kena marah tentu.
"Cantik... " tanpa sadar Louis berkata seperti itu sambil memandang kearah bella, saat bella menatap louis dia memunculkan senyuman indah memunculkan jejeran gigi putihnya.
"Kau kenapa senyum senyum sendiri.? " tanya Bella tentu membuat mereka semua menoleh pada Louis yang seketika salah tingkah.
"Ti.. tidak tidak mana ada. " kata Louis berusaha tenang, "Salting ditutupi. " kata Aline menyindir karena dia dekat duduknya dengan Louis.
"Eh bentarlagi masuk ayo ayo..... " Kata Tiffany mereka pun pergi kembali ke kelas termasuk Bella dia beda jurusan dia mengambil jurusan hukum beserta Sastra Bahasa Spanyol (maaf kalau salah).
Pulang kuliah.
"Bell lu pulang naik apa? " tanya Rheva yang melihat Bella hendak keluar pagar Kampus,
"Taxi atau bus kalau gk jalan kaki walau jauh sih. " kata Bella santai bersamaan yang lain menghampiri mereka.
"Bareng gw aja Bell. " kata Louis tiba tiba ada di sebelah Rheva, "Bener tuh gw gak bisa, urusan kantor. " bisik Rheva saat bagian terakhir kalimat.
"Baiklah." kata Bella.
Louis pun masuk mobil maupun Bella mereka pun pulang terlebih dahulu,
__ADS_1
Sisanya juga pulang kerumah masing masing.
Di Mansion.
'KAMI PULANG'
Ternyata Papa juga ada Di Mansion seharusnya dia ada di kantor saat ini,
"Papa gak ke kantor bukannya tadi? " tanya Rheva bingung.
Papa tersenyum menepuk kursi sebelahnya sedangkan Tiffany memilih ke kamar karena dia harus ke Perusahaan nya juga nanti,
"Perusahaan papa di ambil alih oleh Rissa, Papa gak bisa berbuat apa apa karena dia berhasil mengambil hak perusahaan. " kata Papa tersenyum Rheva terdiam itu perusahaan yang dirintis Papa saat masa SMA sampai menikah dengan bundanya.
"Tidak sayang kalau sampe begitu Papa Takut kamu jadi sasaran mereka. " kata Papa mengelus lembut rambut Rheva.
"Lalu gimana? " Tanya Rheva lagi.
"Papa punya satu perusahaan perusahaan ketiga setelah berhasil perusahaan Carlise maupun perusahaan yang lain, itu perusahaan yang papa Rintis bareng bunda mu. " kata Papa mengenang bagaimana dia dan istri nya berjuang membangun perusahaan itu.
"Nanti Papa ke sana mau ikut? " tanya Papa,
Rheva mengelengkan kepala dan berkata bahwa tugas kuliahnya banyak padahal dia mau pergi ke kantor karena kerjaan numpuk.
__ADS_1
"Pa Rhev Tiffany pergi dulu bye... " kata Tiffany pergi keluar.
"Oh ya pa nanti juga Aku mau ke rumah temen yang lain kalau pulang telat gpp yah. " kata Rheva, "Gpp asalakan sebelum makan malam harus pulang. " kata Papa Rheva pun mengangguk.
Papa pergi ke kantor terlebih dahulu setelah itu Rheva karena ia menunggu papanya pergi dahulu.
Dikantor
Karyawan : Selamat datang Nona.
Sapa Mereka tentu Rheva hanya menjawab deheman dan memberi isyarat kembali bekerja, dia memasuki lift bersamaan seketarisnya juga masuk dan mengatakan
bahwa ada Rapat dengan seseorang.
"Perusahaan mana? " tanya Rheva heran
"A'S Grup perusahaan yang pemiliknya misterius dia datang sendiri menghadiri rapatnya. " kata Seketaris tentu Rheva tertegun Papanya sendiri mengajak kerja sama dengan perusahaan nya.
"Baiklah ayo...." kata Rheva berjalan keruang rapat, sampai disana terlihat pemilik menggunakan topeng hitam duduk berhadapan dengan Rheva.
Rapat dimulai sangat lancar sekali.
Bersambung.
__ADS_1