Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
DEPRESI


__ADS_3

"Ups.. maaf Renata... " kata Aline tersenyum manis dan senyuman itu langsung di sambut Renata dengan ceria, setelah semua sarapan mereka berangkat ke Kampus.


Sampai Kampus.


Masih seperti tadi Rheva menunjukkan senyuman cerianya tentu semua mahasiswa/i melonggo kaget bukan main melihat Rheva seperti ini.


"Pagi Rheva.. " kata salah satu mahasiswi cupu tapi ramah tentu dijawab Rheva beserta dengan senyuman manisnya.


"Pagi juga lia... " kata Rheva tersenyum tentu laki laki disana seketika naik gula darah melihat kemanisan Rheva, lalu Rheva Dkk pergi ke kelas.


Rheva yang terlihat ceria hari ini tentu membuat yang lain gemas bagaimana tidak dari kecil Rheva sudah memiliki pipi Cubby kalau tertawa akan terlihat juga lesung pipi nya.


Istirahat langsung aja.


Rheva dkk tentu di kantin saat duduk seorang mahasiswa mendekati mereka memberikan mereka coklat tentu Rheva suka tapi ia memilih makan nanti aja.


"Renata mau apa? " tanya Tiffany lembut


"Emm.... bakso sama es jeruk aja.. " kata Rheva lalu bermain hp,


"Gw Sama kyk Rheva tapi es teh.. aja.. " kata Aline.


Tiffany pun pergi memesan dan...

__ADS_1


"Permisi boleh duduk di sini... boleh duduk sini.. " kata Seseorang yang tak lain Eshan bersama teman temannya,


"Boleh... " kata Rheva menunjukkan senyuman hangat nya tentu 3 orang ini kaget rumor cewek es si Rheva tersenyum ada bahkan gula nya melebihi 5 sendok gula.


Mereka pun duduk dan gak lama Tiffany datang dan memberikan makanan kemereka,


Semua makan dan... Brak....


Aline yang sibuk makan dengan lahap terbatuk karena tersedak pentol miliknya,


Tentu seketika disana hening dan Aline meminum es tehnya.


Byur....


Plak.... bugh... ..brak.. plak.. krek..


Rheva langsung menghajar Rina tanpa ampun hingga Rina lemas,


"Kau akan tahu kesalahan mu terhadap ku Rina.... oh ya.. " seketika Rheva berubah datar


"Kak Rina lupa dengan Renata.... " tanya Rheva seketika kembali ke sifat polosnya Tentu Rina kaget melihat Rheva cara berbicara nya seperti Renata.


"Ka... kau... " Rina menunjuk Rheva dengan ekspresi sangat terkejut melihat Renata lalu....

__ADS_1


Rheva menjerit sakit Depresi Rheva kambuh yah setelah menunjukkan sifat manis dan polos Rheva pasti depresi suka menjerit setiap hal hal masa lalu...


Ini semua berawal semenjak kakek tiada di amerika terkadang Rheva suka menjerit pada akhirnya tidak lagi setelah berhasil melewati masa itu selama satu bulan.


"Akh.. hiks... aku bukan pembunuh papa hiks.. akh... " benar Rheva mulai berteriak tentang kejadian kak Rose tertabrak waktu itu dia menjerit ketakutan apalagi mengingat papanya mencengkram dagunya kuat hingga berdarah.


Tentu teman temannya kaget Aline langsung memeluk Rheva erat yang menangis histeris semua sudah bubarkan Aline menghac seluruh situs Video Rheva menjerit dan kejadian hari ini bahkan video yang sempat direkam mahasiswa dan siswi berhasil dia rantas dan hapus


"Hiks... Bukan Renata papa kak Rina yang dorong kak Rose hiks. bukan Renata.... " Renata terus menjerit dan ketakutan di pelukan Aline mengingat masa lalu...


Bersamaan juga Kedua ortu Rina datang dan melihat kejadian hal ini, Tiffany dia berlari pulang mengambil suntikan di rumah suntikan penenang....


"Tenang Rheva.. jangan menangis.." kata Aline mengelus rambu Renata lembut Renata terus menangis histeris sedangkan Papa yang melihat sedikit Iba melihat Rheva....


Rheva lalu menatap Papanya tambah ketakutan dia... "Gak... gak... bukan Renata.. hiks.. Kak Rina yang dorong... kak Rose... kenapa papa percaya mereka. hiks... bukan renata... " Rheva terus menyebut itu berulang kali sedangkan Papanya menatap Rheva yang terus menangis.


Tak lama Tiffany datang membawa suntikan itu, "Lama lo.. " kata Aline langsung melingkis lengan baju Rheva sebelah kiri.


Tiffany langsung menyuntikkan obat itu seketika Rheva tenang dan tertidur perlahan...


Aline maupun Tiffany menghela nafas lega bagimana tidak sifat satunya lagi tambah bahaya jika dalam keadaan seperti inu...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2