EL (EN)Dless Love

EL (EN)Dless Love
It's all coming back to me


__ADS_3

Eleasha membuka mata dan wajah serta senyuman lebar milik seseorang yang sangat ingin dia hindari tapi selalu dia rindukan adalah hal pertama yang gadis itu lihat.


Eleasha tidak dapat menampik kalau debaran jantung yang berdegup kencang ini, dan perasaan senang yang tiba-tiba menyebar ke seluruh peredaran darahnya saat ini di sebabkan oleh pemilik mata monolid yang langkah itu.


"Selamat datang dirumah"


Kening El berkerut, dia segera mengedarkan pandangan dan langsung terperangah dengan fakta tentang keberadaannya sekarang. Tempat ini adalah rumah Kayden dan dia sekarang sedang berada di atas ranjang pria itu.


Ranjang tempat kecelakaan itu terjadi, El mencengkram selimut yang berada dipangkuannya, entah dia harus senang, sedih atau malah malu dengan keadaan ini.


"Kamu tidur nyenyaaaaaak banget, aku nggak berani ganggu. Dan maaf kalo udah bawa kamu balik ke Jakarta tanpa izin dulu" ucap Kayden masih dengan senyuman lebar yang sama persis saat El melihatnya pertama kali saat gadis itu membuka mata.


"Mau makan? Atau minum?"


Eleasha masih membeku, jujur saja dia masih terlalu syok dengan keadaan ini. Bukan karena pria itu tidak izin membawanya kembali ke Jakarta, tapi lebih kepada bagaimana dia harus menghadapi Kayden saat ini.


Kayden memutuskan untuk berjalan mendekat, lalu duduk diujung ranjang yang agak jauh dari posisi El "aku nggak akan biarin kamu pergi lagi, jadi tolong jangan tinggalin aku lagi...." pria itu menelan ludah sambil menatap El yang langsung menunduk, terlihat menghindari tatapannya.


"Ayo kita hidup bersama. Kamu, aku dan anak kita. Ayo menikah Ly"


Ucapan itu terdengar seperti madu yang sangat manis, memabukkan seperti wine terbaik di dunia tapi juga beracun seperti sianida. Dan Eleasha tahu dia harus berkata dan melakuan apa disaat ini.


Gadis itu bangkit dari ranjang dan berjalan kearah pintu keluar.


"Anda nggak perlu bertanggung jawab, ini semua kesalahan saya" ucap El saat akan melewati Kayden, "kita melakukan kesalahan"


Eleasha tidak dapat melanjutkan langkah saat tangan Kayden dengan cepat menahan tangannya dan segera menggengamnya erat.


"Waktu itu kita memang membuat kesalahan, kita berdua sama-sama nggak jujur.Tapi setelah itu nggak ada kesalahan sama sekali, aku yakin itu."

__ADS_1


El tersentak saat Kayden dengan cepat menarik tubuhnya mendekat kearah pria itu, kemudian memeluk tubuhnya dari belakang. Kayden melingkarkan tangannya di perut buncit gadis itu, sementara kepalanya berada di pinggang sebelah kanan El.


"Ayo menikah, aku akan jaga kamu dan anak kita"


El menggeleng, hampir saja terlena dengan perkataan Kayden "anda nggak harus memaksakan diri" ucap gadis itu pelan.


"Aku nggak merasa terpaksa, aku memang mau melakukannya. Dan kamu harus tahu kalau ini sama sekali bukan rasa tanggung jawab atau kewajiban, tapi ini karena aku tahu kalau kita nggak akan bisa hidup tanpa satu sama lain"


"Tapi anak ini hadir bukan karena tanpa sengaja, anda tahu itu kan?"


Kayden melepas pelukannya, dia langsung berdiri memposisikan dirinya didepan gadis itu sekarang.


"Anak ini hadir karena aku yang sengaja ingin memakai dia untuk mengikat kamu"


Eleasha tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya, dia mundur beberapa langkah dengan tatapan tidak percaya. Gadis ini bertanya dalam hati apakah wajar kalau dia merasa senang dengan apa yang baru saja diucapkan pria itu?


El menggigit bibir dalamnya, batinnya berperang hebat antara memberikan Kayden kesempatan seperti yang pria itu minta ataukah pergi saja dari sini dan juga dari hidup pria itu selamanya.


Dan keputusan El jatuh pada pilihan yang kedua, jujur saja dia tidak bisa menampik bahwa dia bahagia karena bisa ditemukan oleh Kayden, rasa nyeri ditubuhnya bahkan memberi dia signal kalau betapa tubuhnya saat ini sangat butuh sentuhan meskipun sederhana dari pria itu.


Hanya saja, semua pikiran-pikiran tentang Lana, balas dendam dan lain sebagainya terus saja meracuni otak. Membuat gadis itu memutuskan untuk tidak lagi terlibat dengan Kayden apapun yang terjadi, sudah banyak luka yang tercipta selama ini diantara mereka berdua dan El tidak mau menambah luka lagi.


Menunggu jawaban dari gadis yang masih bergeming di depannya membuat Kayden seperti berada di tepi jurang terjal, seperti sedang menunggu keputusan hakim yang akan menjatuhi hukuman mati.


Dan saat jawaban Eleasha adalah berjalan keluar dari kamar ini, kekecewaan itu langsung menjalar cepat menggerogoti tubuhnya. Dia tahu hal ini pantas dia terima atas semua hal yang dia perbuat selama ini untuk gadis itu, hanya saja untuk kali ini dia tidak akan pernah membiarkan El pergi lagi jauh darinya.


Karena itu meski sudah memprediksi akan ditolak, Kayden tetap maju untuk meraih tubuh itu sekali lagi masuk kedalam pelukannya.


"Tolong Ly,"

__ADS_1


Eleasha membeku saat tangan itu melingkar di bahunya, saat dagu pria itu mendarat di tempat yang sama dan saat hembusan nafas Kayden menerpa sebagian wajahnya pertahanan diri gadis itu runtuh seketika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kayden memastikan El duduk dengan baik di kursi makan sebelum dia menarik kursi disamping gadis itu dan mengokohkan dirinya disana, setelah berdebat panjang tentang sarapan di kamar atau di ruang makan akhirnya mereka berakhir disini dengan Eleasha yang keluar sebagai pemenangnya.


El tiba-tiba berdiri hendak mengambil selai yang berada sedikit jauh dari tempatnya, tapi pria itu dengan cepat mencegah El bergerak lebih jauh dan kembali memaksa gadis itu untuk duduk nyaman di tempat duduknya.


"Duduk aja nanti aku ambilin"


"Tapi saya bisa sendiri"


"Nggak boleh, kamu nggak boleh ngelakuin apapun sendiri. Apalagi ada aku disini" Kayden terlihat sangat ngotot.


"Iya El, biar dia jadi babu kamu"


Eleasha dan Kayden langsung menoleh ke asal suara, pria tua dengan rambut penuh uban tapi masih bisa di tata rapi dengan pomade dan kacamata muncul dari salah satu ruangan di rumah ini.


"Akong ?"


Pria tua itu mengangkat tangan seperti menyerah "jangan salah paham, bocah itu tau keberadaan kamu bukan dari akong. Dia berusaha sendiri untuk bisa menemukan kamu"


Kayden berdehem, sambil mengambil selai yang diinginkan Eleasha tadi lalu mengambil selembar roti dan mengoleskannya untuk diberikan kepada gadis yang masih diam disampingnya.


"Makan dulu, marah sama kesalnya ditunda dulu yah?" katanya sambil menoel pelan lengan El yang langsung di balas dengan pelototan mata dari gadis itu.


Kayden hanya bisa tersenyum canggung, sementara tawa Haoran pria yang dipanggil akong langsung membahana memenuhi ruangan makan yang tidak kecil ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2