
"Dia tampan sekali"
El tersenyum kearah Eirene yang sedang menggendong bayi Kai dalam pelukannya. Perkataan Eirene sebenarnya masih begitu ambigu mengingat bayi laki-lakinya itu baru saja berusia beberapa minggu. Tapi wanita itu dengan binar terang dari mata hazelnya yang menawan dan senyum kelewat lebar dari mulut mungilnya membuat Eleasha tahu kalau itu adalah sebuah ungkapan kesungguhan.
"Apa aku boleh sering berkunjung?" Eirene bertanya dengan nada penuh ragu, meski sinar matanya dipenuhi dengan harap.
Eleasha yang sedang terpaku pada wajah lelap bayinya dalam dekapan hangat Eirene kini mendongak, kali ini dia malah terpaku pada kecantikan iris mata hazel milik wanita yang baru saja bertanya itu.
"Tentu saja Rene, tidak ada yang melarangmu bertemu Kai"
Senyuman di wajah cantik itu semakin menggembang "terima kasih El" bisiknya pelan.
Eleasha balas tersenyum, dalam hati mengirimkan doa kepada yang Maha Kuasa untuk menghadirkan kebahagiaan yang sama juga untuk wanita cantik ini.
Suatu saat kamu pasti akan berada di posisi yang sama, kamu pasti akan mendekap dengan hangat darah dagingmu sendiri.
...****************...
Bayi Noah yang memasuki usia 7 bulan berbaring nyaman disamping bayi Kai yang tertidur pulas habis menyusu.
Dua bayi laki-laki itu terlihat nyaman sedari tadi di dalam box bayi, tanpa tangisan dan tanpa drama.
Mereka berdua seakan maklum dengan acara keluarga yang sejak Kai lahir sudah rutin diadakan setiap bulan oleh kakek buyut mereka.
"Gue khawatir nih" bisik Eduard pelan.
"Khawatir kenapa?" El yang sedang duduk nyaman sambil menikmati salad buahnya langsung berdiri dan memperhatikan kedua bayi dalam box itu, takut dua bayi itu kenapa-napa.
Eduard sedikit memutar tubuh yang awalnya menghadap box kali ini sedikit mengarah pada El "gue khawatir pas gede nanti mereka terlibat cinta segitiga, terus berantem dan mutusin hubungan kekeluargaan"
El memutar bola mata "lo pasti habis marathon drama yah? Kok parnoan untuk hal yang masih abu-abu"
"Ya.... khawatir aja gue, maklum jiwa bapak-bapak gue itu sedang ada dalam fase tertinggi saat ini"
El menatap Ed senewen kemudian kembali duduk dan kembali menikmati salad buahnya dengan nikmat.
Para pengasuh bayi Noah dan Kai saat ini sedang menikmati santapan, mereka bertukar sementara dengan El dan Ed yang sudah selesai makan dan sedang tidak punya kegiatan apapun, berbeda dengan pasangan mereka yang harus sibuk menyambut beberapa keluarga yang datang di acara keluarga kali ini.
"Gue nggak mau Noah maupun Kai bertekar apalagi untuk masalah cewek. Cukup emak sama bapaknya aja, mereka jangan."
El hanya berdecih menanggapi perkataan Eduard sambil masih terus mengunyah salad buah tanpa berniat menanggapi lebih perkataan pria itu. Bukan apa-apa, hanya saja hal ini masih terlalu dini untuk di khawatirkan oleh mereka, ayolah bayi mereka bahkan belum genap berusia setahun saat ini.
...****************...
5 Tahun Kemudian....
__ADS_1
Erik Kai Abraham putra tunggal dari pemilik Kaygroup dan mantan aktris terkenal negeri ini meniup kencang lilin berangka 5 yang tertancap diatas kue ulang tahunnya yang bertingkat tiga.
Iron man menjadi tema ulang tahunnya kali ini, anak laki-laki itu juga kemudian antusias meniup beberapa lilin kecil yang tertancap di pinggiran kue berfungsi menambah ramai dekorasi kue sekaligus untuk menemani si lilin besar dengan angka 5 tadi.
Keberhasilannya memadamkan lilin - lilin itu disambut meriah dengan tepuk tangan meriah dan suara riuh undangan yang datang.
Kecupan yang hangat dan lembut mendarat di kedua sisi pipinya, dan hal itu langsung diabadikan oleh puluhan kamera di ruangan ini. Dan sudah bisa dipastikan beberapa jam lagi foto-foto ulang tahunnya kali ini akan berseliweran di akun gosip dan media sosial.
Karena meski mamanya sudah memutuskan pensiun dari dunia enterteiment, publik tetap saja penasaran dengan kehidupan pribadi sang mantan aktris.
Apalagi sosok Kai yang amat sangat dijaga privasinya oleh kedua orang tuanya sejak lahir, menambah kadar penasaran itu. Meskipun sudah beberapa kali di takedown oleh pihak Kaygroup tetap saja foto maupun video yang menampilkan wajah Kai masih beredar luas di media.
Dan pada akhirnya El maupun En sudah tidak lagi terlalu mengetatkan usaha mereka terhadap beredarnya foto wajah Kai di media, karena sekuat apapun usaha mereka kekuatan media tetap bukanlah lawan yang seimbang.
Dan meski wajah Kai sudah sering berseliweran di media, pasangan suami istri itu masih tetap jarang mengekspose wajah Kai di akun sosial media mereka pribadi. Kalau tidak di mozaik wajah Kai akan di tutupi dengan stiker. Komitmen mereka tentang menjaga privasi sang buah hati masih tetap mereka jaga setidaknya sampai Kai sudah bisa memutuskan sendiri, apakah dia mau atau tidak di ekspose ke media.
Seorang anak perempuan berusia sekitar 7 tahun muncul dari barisan undangan yang memang sebagian besar adalah anak-anak, dan sambil membawa sekotak kado berukuran sedang. Kai langsung berlari menyongsong anak perempuan itu dengan begitu antusias tentu saja dengan senyuman yang sangat kelewat lebar.
"Selamat ulang tahun Kai"
"Terima Kasih Ella"
"Kakak. kamu nggak boleh lupa dong Kai sama kata kakaknya" anak laki-laki yang lebih tinggi dari Kai tiba-tiba muncul dengan sebuah senyuman tipis Kemudian mengokohkan diri tepat disamping Ella.
Orang-orang dewasa di tempat ini langsung sibuk berbisik-bisik, semua pasti sedang terkagum-kagum dengan visual ketiga bocah itu. Kedua bocah laki-laki dan perempuan yang sedang berdiri didepan Kai bahkan tidak kalah menawannya.
Dan tentu saja tidak boleh ketinggalan si Tampan Kai yang menerima gen yang luar biasa dari kedua orang tuanya.
"Nggak apa-apa kok Noah" Ella tersenyum manis, membuat jantung Kai kecil berdebar menggila. Hal itu merupakan kali pertama untuknya. Kai bocah kecil berusia 5 tahun itu belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, dan sepertinya senyum dari anak perempuan bernama Ella tidak baik untuk jantungnya.
Sementara itu efek yang sama juga dirasakan oleh Noah, dua bocah laki-laki itu terpesona untuk pertama kalinya pada senyum seorang Ella, Krystal Bella Atmadja.
...****************...
Kayden mengecup kening putra semata wayangnya yang sudah terlelap beberapa saat yang lalu, setelah menyelimuti putranya itu dia kemudian segera berjalan keluar dan menutup pintu dengan hati-hati.
"Dia capek banget kayaknya"
El yang baru saja selesai berganti pakaian dan sedang sibuk dengan ritual sebelum tidurnya didepan meja rias, membalik badannya menatap suaminya yang sedang menutup pintu kamar.
"Tapi meskipun begitu sebelum berdoa tidur, dia masih terus membahas Ella"
Kayden bisa melihat ada raut yang berubah dari wajah istrinya, dan dia sangat tahu alasannya.
"Aku tahu kamu nggak suka kalau aku bahas hal ini, tapi sayang Kai baru 5 tahun dan punya rasa tertarik untuk seseorang itu hal yang wajar"
__ADS_1
El segera balik badan kembali menghadap cermin "Kai hanya akan aku restui dengan anak Rene"
Kayden merotasikan bola matanya " Ayolah Ly, kamu jangan egois keputusan memilih ada pada Kai. Lagipula bukannya keputusan sepihak kamu itu masih terlalu dini?"
Eleasha membalas tatapan Kayden lewat cermin di depannya "mau 5 , 10 atau 20 tahun lagi Kai hanya akan aku restui dengan anak dari Rene" ucap El dengan nada final.
Kayden terlihat menghembuskan nafas lelah "bagaimana kalau dalam jangka waktu itu Rene tidak bisa memiliki anak, apakah kamu akan tetap mempertahankan keputusan kamu itu? "
Pertanyaan itu memberi efek yang mengerikan, El bahkan tidak bisa merangkai kata-kata untuk membalas ucapan suaminya. Dia kalah telak hanya dengan sebuah fakta yang meski masih dengan setia dia imani setiap hari, tetap saja jawaban itu masih belum diberikan sampai detik ini.
Sebenarnya tidak ada yang mengharuskan harus seperti itu, Eirene tidak pernah menuntut janji dari Eleasha. Hanya saja El sama sekali tidak bisa lupa dengan janji yang dia buat sendiri saat pertama kali bertemu dengan wanita bermata Hazel itu.
Dan meskipun tidak terdengar waras dia ingin Kai-nya bisa berakhir dengan anak perempuan dari Eirene meskipun hal itu masih terlalu abu-abu untuk saat ini.
...****************...
"Ella cantik yah pa?"
Kayden menatap Kai kemudian tatapannya beralih menatap El yang duduk tepat disampingnya.
"Tapi masih cantikan mama sih..." anak kecil itu berucap lagi dengan kalem membuat El tidak bisa untuk tidak luluh kali ini.
Eleasha memeluk Kai dengan penuh sayang yang langsung dibalas oleh anak kecil itu dengan rasa sayang yang sama besarnya.
"Kai..."
"Hmmm..."
"Kai mau janji nggak sama mama?"
"Mau, janji apa ma?"
El mengurai pelukan mereka, meski tangannya masih memegang tubuh Kai kecil dengan erat "Kalau Kai besar nanti, Kai mau nggak jagain anak aunty Rene? Kalau anaknya cowok Kai harus jagain sebagai abang yang baik dan kalau..."
"Sayang please......" Kayden memotong ucapan Eleasha, ini adalah pembicaraan ter-unfaedah yang pernah ada.
"Kalau anaknya perempuan kamu juga harus jadi seorang pelindung untuknya"
Kai kecil mengangguk dengan kuat, El mengusap kepala anaknya itu penuh sayang. Sebenarnya dia tidak menaruh harapan yang besar pada percakapan hari ini, mengingat umur Kai baru saja genap 5 tahun beberapa bulan yang lalu.
Memangnya apa yang akan dia harapkan pada anak berumur 5 tahun?
Kayden mengulurkan tangan mengusap wajah wanita kesayangannya itu penuh sayang, pria itu tahu saat ini El sudah mengalahkan ego besarnya dengan tidak mengatakan tentang perjodohan atau pasangan hidup pada Kai kecil mereka.
"I love you" ucap Kayden tanpa suara.
__ADS_1
...****************...
End