
...****************...
Rilis beritanya sekarang juga" sosok itu memberikan Jericho perintah, setelah dia memecahkan layar Tv LCD 80 inch di depannya.
"Rilis juga foto persembunyian, pelukkan dengan Eduard. Semuanya!!!!"
Jericho mengangguk kemudian undur diri, meninggalkan sang bos dengan kegalauannya yang semakin hari semakin susah di kontrol.
Marco menatap layar berwarna hitam didepannya, dia benci dengan pemberitaan yang sedang ramai di beritakan di seluruh negeri, tentang berita pernikahan aktris Eleasha Halim dengan seorang pengusaha muda yang ternyata adalah salah satu Crazy rich Indonesia.
Pria itu langsung meraih telpon genggamnya, menarikan jemarinya diatas layar kemudian segera mendekatkan benda persegi panjang itu ke telinga begitu panggilan tersambung,
"Sayang, sudah coba bicara dengan putri kita? Tolong bujuk dia untuk bergabung dengan Agensi, bukankah itu tujuannya kita buat agensi? Untuk melindungi Eleasha sekaligus mengambil keuntungan dari popularitas anak kita sendiri? Eleasha sekarang sedang di beritakan akan menikah, apa itu tidak keterlaluan? kenapa kita selaku orang tuanya nggak tau apapun"
Pria itu melempar asal handphone di tangan setelah panggilan terputus. Kemudian mengusap asal wajahnya, perkiraannya meleset jauh. Terlalu jauh sampai membuat frustasi.
Gadis itu pusat dunianya, ia sudah bersama gadis itu selama 10 tahun bagaimana bisa dia tidak menyebut El sebagai pusat dunia? El masih tetap menerima disaat dia berkali-kali selingkuh, menggunakan nama gadis itu untuk kepentingan pribadi, menggelapkan banyak dana dari hasil kerja keras El. Sudah banyak kali mereka putus tapi ikatan itu akan kembali tersambung karena El akan selalu dan selalu kembali padanya. Bahkan disaat dia memutuskan untuk menikah dengan ibu dari gadis itu, El masih saja datang mencoba untuk merubah keputusannya.
Semua hal itu membuat Marco begitu percaya diri, gadis itu tidak akan mungkin berubah. Satu-satunya saingan terberat hanyalah Eduard tapi sudah dia singkirkan dengan skenario licik, yaitu mempertemukan sahabat sejak kecil El itu dengan gadis yang hampir mirip dengan Eleasha.
Eduard dan Elisa istrinya mungkin mengira pertemuan-pertemuan mereka adalah sebuah takdir, tapi nyatanya Marco ada dibalik kemudi. Dia yang mengatur semua itu, sambil terus memprofokasi Ed dengan hubungannya dengan El.
Usahanya berhasil, Eduard menikah dengan Elisa. Dan hal itu juga yang membuat dia bisa begitu yakin meninggalkan El untuk sementara, hanya untuk sementara sampai semua rencananya berjalan dengan baik.
"Tapi kenapa Sha, Kenapa kamu nggak bisa nunggu aku?"
...****************...
@Lokasi syuting
Bogor.
"Kegilaan macam apalagi ini Eleasha. Halim?"
El menghembuskan nafas berat, ketika sang mama tiba-tiba muncul di ruang ganti yang disediakan selama proses syuting web dramanya. Mamanya sampai menyusul kesini, itu artinya ada hal yang sangat mendesak yang ingin beliau katakan.
"Sudah berpacaran lama? Akan segera menikah? Kebohongan macam apa yang coba kamu kasih ke publik?" Sang mama kali ini memukul meja rias yang berada tepat didepan El, membuat gadis itu sempat memejamkan mata dalam sepersekian detik
"pantas saja opa dan oma cepat meninggal, tingkah laku kamu saja begini"
El menatap mamanya dengan tatapan tidak percaya, pantas saja katanya? Apakah mamanya tidak sadar kalau kematian kakek dan neneknya adalah pukulan terbesar untuk El. Tidak sempat mengantarkan untuk terakhir kali masih saja menjadi sesuatu hal yang menyakitinya saat dia terlelap sampai detik ini.
"Kita bisa bicara dirumah, ini lokasi syuting mama" El pada akhirnya memilih untuk mengalah, dia tidak ingin mengikuti amarah dan membuat suasana semakin runyam.
"Nggak, mama nggak akan beranjak 1 centi pun dari sini sebelum mendengar penjelasan kamu" sang mama masih ngotot.
"Ma... please..."
__ADS_1
"Lakukan konfrensi pers malam ini, atau kamu bisa konfirmasi sekarang juga lewat sosmed kamu. Bilang kalau semua gosip tentang pernikahan kamu itu semua hoax"
"Ya...nggak bisa gitu"
"Kenapa nggak bisa? Gosip murahan harus disangkal dengan kebenaran, masa hal kayak begitu masih harus dibilangin sama kamu?"
"Tapi semua ada prosedurnya ma, aku harus kasih tau Alena dulu, terus harus ada juga persetujuan dari pihak agensi. Aku ini dibawah naungan agensi dan bukan aktris tanpa agensi"
Sang mama menghembuskan nafas, berjalan kearah sofa yang tersedia kemudian mengokohkan diri disana.
"Kontrak kamu dan agensi berakhir kapan? Bulan depan kan?"
El terdiam.
"Nggak usah diperpanjang" lanjut sang mama
"Apa?" Tanya El, sedikit terkejut karena mamanya juga memikirkan hal yang sempat dia pikirkan juga. Apa sekarang naluri seorang ibu sudah bekerja pada mamanya?
"Keuntungan yang mereka dapat dari kamu juga sudah banyak El, nggak usah keras kepala. Sudahi kontraknya dan kamu bergabung di agensi milik papa"
Sang mama meletakkan sebuah kartu nama di meja didepan sofa yang dia duduki,
"Papa buat ini demi kamu, dia berupaya sangat keras supaya bisa mendirikan agensi ini untuk melindungi kamu. Jadi mama mau kamu harus bergabung dengan agensi milik papa, ini agensi milik keluarga kita"
El tidak dapat menahan dengusan dari mulut, dia memalingkan wajah dari mamanya dan memilih menatap cermin besar didepannya, menatap pantulan dirinya disana. Apa masih kurang luka yang laki-laki itu beri dan sekarang mau memerangkap El dengan dalih untuk melindungi?
"Agensi saya juga akan menjadi milik Ily, mama" ucap pria itu sambil terseyum manis menampilkan kerutan si sudut mata dan ujung bibir yang semakin membuatnya mempesona demi apapun juga.
"Maaf? Mama?" Elisabeth mama dari El, terlihat kaget dan juga tersinggung dengan ucapan pria asing didepannya ini.
"Maaf saya belum memperkenalkan diri, saya Kayden Abraham kekasih Ily, Eleasha Halim. Putri kesayangan mama" Ada jeda sebelum pria itu melanjutkan ucapannya "saya juga pemilik Agensi yang menaungi Ily sekarang"
"Eleasha akan keluar dari agensi kamu, dia akan bergabung dengan agensi keluarga kami jadi ka...."
"Ma..., Eleasha juga akan menjadi bagian keluarga saya, secepatnya. Secepatnya saya akan datang kerumah mama untuk melamar secara resmi calon istri saya"
El meremas tangannya, dia memutuskan diam saja. Karena jika harus memilih dia jelas akan memilih Star golden Enterteiment dibandingkan agensi milik Marco. Bukan karena pria bernama Kayden Abraham, tapi Agensi ini sudah bersamanya sejak dari awal-awal karir.
"El? Kamu akan memilih siapa? Keluarga atau pria ini?" Tanya sang mama akhirnya, Elizabeth terlalu yakin El akan selalu membuat dia senang. Gadis itu sejak kecil selalu mencoba mencuri perhatiannya dengan berbagai cara termasuk selalu menuruti semua keinginan Elizabeth meskipun hal itu sangat bertentangan dengan El.
El mendongkak, tatapannya terkuci dengan tatapan pria yang berdiri di belakangnya yang membalas tatapannya lewat cermin didepannya.
"Bang Kay...." Mata dengan iris coklat itu seperti menghipnotisnya. Untuk pertama kali El tidak menempatkan sang mama dalam prioritas.
Kening sang mama berkerut "apa bangkai siapa? Bangkai apa sih yang kamu maksud? "
El menggingit bibir, kepalanya berputar ke arah sang mama " Bang Kay, calon menantu mama. CEO agensi aku, Kayden Abraham." lanjutnya dengan penuh ketegasan dan raut wajah serius.
__ADS_1
Maaf ma, tapi aku rasa lebih baik berada di naungan pria ini, dibandingkan harus kembali dengan Marco walau dalam konteks yang berbeda. Batin El.
Kayden mendengus tidak percaya, tapi entah kenapa juga merasa lega disaat yang sama. pria ini tidak bisa memungkiri jantungnya berdebar, darahnya berdesir. Dia pasti sudah gila sekarang.
...****************...
"Bang Kay? Apa itu nama kesayangan kamu buat saya?" Kayden bersuara saat hanya tinggal mereka berdua di ruangan ini.
"Ya, bang Kay terdengar beda"
"Tapi saya keturunan Jawa"
"Tapi anda masih Indonesia kan? Bang Kay oke juga, sesuai dengan umur anda yang sepertinya jauh diatas saya"
Kayden menyeringai "kita hanya berbeda 5 tahun"
El mengangguk "itu cukup dibuat perbandingan, dengan Ed saja yang hanya berbeda 2 jam lebih selalu ada perbandingan"
"Bisa tidak, tidak membawa-bawa nama laki-laki lain saat kita bicara?"
"Kalau Pak Jerome?"
En menatap senewen pada gadis itu "memangnya Jerome terlihat seperti perempuan?"
"Akh...maaf" El menunduk, mencari anting yang setahu dia ada dalam tas diatas panggkuannya "saya belum mengiyakan ajakan menikah dari anda. Tapi kalau untuk stay di agensi, demi Alena saya akan memperpanjang kontraknya"
Kayden tidak bisa menahan bibirnya untuk tersenyum, tapi dia segera menyamarkannya dengan pura-pura membasahi bibir "Saya tidak bilang hal itu bisa ditolak kan?"
"Saya siap menerima semua kebencian anda, tapi saya sama sekali tidak siap menerima hal yang sama dari tante Sonia. Saya tidak ingin merebut apapun lagi dari mereka"
Kayden tersentak, bagaimana dia lupa dengan fakta itu?
...****************...
Yuhu.... selamat hari Rabu semua, saya senang banget pas buka aplikasi dan masuk notif, ternyata ada banyak respon entah like maupun komen dari readers🥰
mau bilang terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk masuk kedalam dunianya 'EL' dan juga meluangkan waktu buat komen dan Like.
pokoknya Terima kasih banyak, saya jadi spechless nih😁
nih saya kasih bonus Bang Kay sama lly 🤣🤣
TETAP JAGA KESEHATAN GAISS
see you besok yah.....🤗
__ADS_1