EL (EN)Dless Love

EL (EN)Dless Love
KOMA


__ADS_3

Kayden menyeret tubuhnya untuk mendekat kearah wanita yang terbaring dengan sekujur tubuh penuh darah tidak jauh dari tempatnya.


Pria itu tidak lagi peduli dengan kedua kakinya yang terasa kram dan sulit di gerakan. Dia harus memastikan wanita itu selamat sebelum bantuan datang.


"Anda harus tetap bersama saya, tolong jangan hilang kesadaran" Ucap Kayden saat sudah berhasil berada di dekat Elizabeth.


Wanita itu tidak merespon sama sekali, bukan karena dia tidak mau, tapi karena kemampuannya bicara maupun bergerak mulai hilang. Elizabeth merasakan sakit disekujur tubuhnya tapi tidak bisa menjerit karena mulai kehilangan cara untuk bertahan supaya tetap sadar.


"Anda harus selamat, saya akan mengupayakan hal itu dengan segala cara"


"Ke..na..pa?" Entah mendapat kekuatan dari mana, Elizabeth sampai bisa mengucapkan satu kata itu meski terbata. Rasa penasarannya mengalahkan rasa sakit yang dia rasakan.


Kayden mengernyit saat rasa sakit di bagian pinggangnya tiba-tiba terasa, kemungkinan adanya luka robek disana itu sangat besar. Dengan berhati-hati pria itu menghembuskan nafas sebelum menjawab,


"Karena anda adalah satu-satunya keluarga yang dia punya sekarang. Dan saya nggak mau dia harus kehilangan lagi"


...****************...


Eleasha tersadar dari pingsan, dan meski masih merasa pusing dia bergerak mencari handphone miliknya.


"El? Kamu cari apa?"


"Handphone gue, Na. Dimana Handphone gue?"


Alena menyerahkan Iphone milik Eleasha kepada pemiliknya, El menerima dengan tergesa dan segera mengutak-atik sebentar sebelum menempelkan benda itu di telinga.


"Gue harus gimana? Dia nggak angkat teleponnya," Tanya El panik.


Alena berjalan mendekat memeluk gadis itu erat. "Siapa yang nggak angkat telponnya El?"


"Bang Kay. Kenapa gue nggak bisa hubungin dia, Na?"


Alena mengelus lembut punggung Eleasha. Gadis itu binggung harus berbuat apa, dan harus bilang apa. Nampaknya El belum tahu dengan kenyataan kalau didalam mobil itu bukan hanya Kayden seorang, tapi juga ada sang mama.


Jerome tadi sempat menelponnya, dan memberitahu kalau tim keamanan dari perusahaan sedang mengupayakan yang terbaik untuk Kayden dan mama dari Eleasha.


Mereka juga bekerja sama dengan pihak yang berwajib, mencari tahu penyebab kecelakaan itu.


Kabar terbaru letak mobil sudah ditemukan, dan mereka semua sangat berharap kedua korban juga bisa segera ditemukan.


Handphone milik El tiba-tiba berbunyi, tanpa melihat keterangan di layar gadis itu segera mengangkatnya


"Aku harap kamu nggak banyak menangis kali ini, Sha"

__ADS_1


Suara dari seberang terdengar, suara yang langsung bisa El kenali di detik pertama.


"Elo? Lo apain dia?!!"


Suara tawa terdengar "Aku kirim dia ke neraka." Suara itu berdesis mengerikan.


"Kamu khianatin aku dengan kasih dia surga saat kamu serahin diri ke dia kan? Karena itu aku kirim dia ke neraka karena sudah mengambil apa yang seharusnya aku miliki"


"Lo gila!!!"


"Kamu udah khianatin aku Sha, tapi karena aku tetap cinta kamu, jadi kamu nggak akan kenapa-napa. Tapi mungkin kamu akan banyak nangis karena kehilangan, itu hukuman karena kamu sudah kehilangan keperawanan dengan cara sukarela"


El melempar handphone ditangannya sampai membentur dinding, rasa takut, khawatir dan sedih mendominasi hatinya. Membuat dia malah kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih.


El terus menerus menangis dengan hati yang tidak karuan, ketakutan akan kehilangan pria itu membuat dia sulit untuk bernafas dengan tenang. Padahal seharusnya dia berpikir positive dan bukannya langsung menyimpulkan pada hal yang negative.


Rasa bersalah mulai menggerogoti hatinya, beribu kata andai mulai memenuhi kepalanya.


Andai Kayden tidak bertemu dengannya, Andai Kayden tidak terlibat dengannya, dan banyak kata andai yang lain.


El menyesal karena sampai detik ini sudah menjadi mimpi buruk untuk orang-orang yang dia sayangi.


"Na.... Kalau terjadi sesuatu yang buruk sama Bang Kay, gue nggak yakin akan bisa bertahan lagi. Sudah banyak korban jatuh karena keegoisan gue yang melarikan diri dari dosa kematian Lana"


Semua yang terjadi sudah ditakdirkan, dan gadis ini hanya perantara.


...****************...


Jerome bisa bernafas lega sekarang, Kayden dan ibu dari Eleasha akhirnya bisa ditemukan hanya beberapa kilo meter dari tempat terhentinya mobil.


Syukurlah cuaca sangat bersahabat hari ini, medan yang tidak terlalu berat, dan Kayden maupun nyonya Halim bisa bertahan meski sudah hampir sekarat.


Sekarang keduanya sudah ditangani oleh pihak medis. Kayden pingsan setelah memastikan Ny. Halim sudah mendapat penanganan, Jerome sempat khawatir karena sepupunya itu terlihat pucat dan sama sekali tidak bisa menggerakan tubuh bagian bawah.


Semoga saja itu hanya karena efek syok, dan tidak berlangsung lama.


"Pak kami berhasil menemukan saksi mata"


Jerome menatap anak buahnya, kemudian mengangguk paham "Saya akan kesana setelah urusan dengan pihak polisi selesai"


"Baik pak" ucap pria itu kemudian undur diri.


Tidak jauh dari tempatnya berdiri banyak wartawan dan warga sipil entah tinggal di sekitar tempat ini atau hanya kebetulan melewati tempat ini.

__ADS_1


Mereka semua sejak tadi merekam tempat kejadian kecelakaan bahkan ada beberapa yang turut membantu penyelamatan.


Dan Jerome tahu kalau berita kecelakaan ini pasti sudah heboh dimana-mana. Dia saja mengetahui Kayden mengalami kecelakaan melalui pemberitaan di TV, ada yang menelpon pihak berwajib tentang kecelakaan ini sehingga penanganannya tergolong cepat.


Plat nomor kendaraan Kayden berhasil masuk dalam video live seseorang yang merekam secara langsung kejadian itu beberapa saat setelah kecelakaan terjadi.


Video itu kemudian di Up ke breaking news TV, banyak kenalan yang berhasil menotice sehingga bantuan segera datang. Pihak Jerome segera di hubungi dan semua bisa di kendalikan sekarang.


...****************...


Elisa menjatuhkan susu untuk ibu hamil yang baru saja dibuatkan asisten rumah tangganya, tangan gadis itu gemetar hebat saat pembawa berita di TV menyebutkan nama Kayden Abraham sebagai korban kecelakaan.


Yang membuat dia semakin histeris adalah saat melihat kondisi sepupunya itu yang sudah pucat dan penuh darah saat di bawa masuk kedalam ambulance setelah berhasil di selamatkan dari jurang.


Video Kayden pasti sengaja di blur pihak TV karena tidak ingin melanggar kode etik penyiaran yang melarang mengekspos darah.


Wanita itu menutup mulutnya, mencegah jeritan karena mendengar berita terbaru perkembangan kecelakaan itu adalah Kayden dinyatakan kritis dan harus masuk ruang operasi.


Elisa tidak bisa berdiam lebih lama lagi, dia harus ke rumah sakit sekarang untuk melihat Kayden lebih dekat.


...****************...


Eleasha berdiri didepan ruang operasi, menunggu dengan hati yang tidak tenang. Dia terus menatap pintu ruang operasi yang tertutup itu.


Badannya mungkin berada di sini, tapi hatinya berada di ruang operasi yang satunya lagi.


Kedatangannya ke rumah sakit ini bertepatan dengan kedatangan Kayden yang ternyata datang bersama mamanya.


El yang masih syok dengan kenyataan sang mama ternyata berada dalam mobil naas itu, kembali di kejutkan dengan fakta kalau kedua orang itu sedang kritis dan harus di operasi karena terjadi pendarahan parah di organ penting.


Alena untuk sementara menjadi wali Kayden menggantikan Jerome yang sudah dalam perjalanan ke rumah sakit ini, sedangkan Eleasha tentu saja menjadi wali dari sang mama.


Pintu ruang operasi terbuka, dokter dengan setelan lengkap keluar masih dengan masker dan penutup kepala.


El menghampiri dan langsung menanyakan kondisi sang mama.


"Kami sudah berusaha yang terbaik, tapi pendarahannya parah. Pasien sekarang sedang mengalami koma, hanya keajaiban Tuhan yang bisa menyelamatkan nyawa pasien sekarang"


Gadis itu tidak tahu apa yang di katakan dokter selanjutnya, karena tubuhnya langsung merosot jatuh mengikuti hukum gravitasi bumi.


Kesadarannya terenggut dari tubuh, El tidak bisa menerima berita apapun lagi dia tidak siap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2