
Kayden menyeka keringat yang membasahi pelipis El, menatap wajah cantik yang tidak berhenti tersenyum sejak tadi.
Mereka baru saja selesai dengan sesi foto maternity sesuai yang wanita itu inginkan selama ini, di pulau Bali bersama keluarga besar mereka. Bahkan baby Noah yang baru berusia dua bulan lebih turut andil liburan kali ini.
Dan seakan tidak ada yang lebih sempurna lagi, manager kesayangannya juga turut andil bahkan ikut berfoto di samping Jerome. Entah sejak kapan mereka telah resmi dalam satu hubungan serius, El harus menanyakannya pada Alena saat mereka sudah tidak lagi sibuk nanti.
"Capek banget yah?"
Pertanyaan Kayden menarik paksa Eleasha dari lamunannya, dia tersenyum sambil menggeleng pada suaminya.
"Istirahat dulu, sekarang sesi fotonya the Santoso's. Kata Akong kita perlu foto lengkap nanti sebagai the Abraham's"
El kembali mengangguk dengan semburat merah diwajah, dalam hidup dia tidak pernah membayangkan hal seperti ini, sekali pun tidak.
Sebagai gadis yang terlahir dalam keluarga yang tidak utuh--meski mendapat kasih sayang berlimpah dari opa dan oma--- El sangat mendambakan hal ini, yaitu sebuah keluarga, dan seakan Tuhan berbaik hati padanya dia juga mendapatkan sebuah keluarga besar The Abraham's.
Iris cokelat Eleasha memperhatikan keluarga Santoso yang saat ini sedang diarahkan oleh sang fotografer, Elisa yang sangat cantik tersenyum lebar dengan baby Noah dalam pelukannya, dia diapit oleh Eduard dan ayahnya mereka terlihat begitu bahagia sampai membuat El ikut tersenyum dan merasakan kebahagiaan mereka.
Wanita itu kemudian mengelus perutnya lembut, dia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan bayinya juga dan akan menggendong sambil tersenyum bahagia sama seperti Elisa saat ini.
El lalu mendongak dan tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata berwarna hazel yang cantik, sedang memandang perutnya dan segera memalingkan wajah saat mengetahui El memperhatikannya.
Eleasha menajamkan mata, dan mendapati gadis didepannya sedang berusaha menyeka air mata dari sudut matanya. Ada luka yang sangat kentara meski sudah berusaha gadis itu tutupi, dan El tidak tahu apa yang membuatnya begitu mantap untuk berjalan mendekati gadis dengan sepasang mata hazel yang cantik itu.
...****************...
Canggung.
Kedua wanita yang baru saja berkenalan itu kini terjebak dalam suasana hening yang tidak mengenakan.
Eleasha menatap gadis bermata Hazel yang bernama Eirene, gadis yang entah kenapa merebut perhatiannya sejak tatapan mereka bertemu.
"Itu baby Noah. Evander Noah Santoso, keponakan tampan saya" El berucap dengan nada bangga saat melihat arah tatapan Eirene sekarang.
__ADS_1
Eirene mengangguk menyetujui hal itu, bayi laki-laki itu sangat tampan bahkan sudah bisa dilihat sejak begitu dini, sejak usianya bahkan masih hitungan bulan.
Melihat bayi Noah, Eirene teringat dengan Ella-nya yang cantik. Mereka berdua pasti akan sangat serasi nantinya. Mata Eirene kemudian kembali pada perut buncit Eleasha dan tanpa dia sadari tangannya sudah memegang perutnya yang rata.
"Dua tahun lalu seharusnya aku juga bisa memiliki perut wanita hamil sepertimu" Eirene berucap dengan nada getir, "Tapi aku mengalami kecelakaan dan hal itu membuatku kehilangan bayi sekaligus kemampuan untuk memiliki bayi"
El tergagap, bibirnya langsung terasa kelu saat mendengar perkataan gadis didepannya dia bisa sedikit memahami rasa sakit yang terpancar jelas dari mata cantik itu.
Pasti hal itu bukanlah sesuatu hal yang mudah. Mengingat betapa senduhnya mata hazel yang cantik itu.
"Kau tidak perlu merasa bersalah, aku sendiri yang ingin bercerita" Eirene tersenyum dengan tangan yang bergerak diudara saat melihat mata artis didepannya itu sudah berkaca-kaca.
"Saat aku melihatmu dan melihat sepupumu dengan bayi Noah, aku juga berdoa dalam hati supaya suatu saat entah kapan aku bisa juga dikaruniai berkat seperti kalian"
El maju menepuk pelan punggung Eirene berharap sentuhannya bisa sedikit mengurangi kesedihan Eirene.
"Pasti kamu juga akan segera merasakannya, bisakah kau berjanji padaku? Saat nanti kau bisa hamil dan memiliki bayi, ayo kita jodohkan dengan bayiku ini"
Eirene mematung di tempat, entah kenapa perkataan Eleasha yang dimata manusia terdengar sangat tidak mungkin malah terdengar begitu pasti ditelinganya, memberi lega dalam hatinya seperti obat mujarab yang di oleskan pada luka hatinya yang tidak kunjung sembuh dan seketika memberinya rasa nyaman karena tidak lagi merasa nyeri saat ini.
Eirene sudah menangis saat tangannya bisa merasakan gerakan bayi dalam perut Eleasha dan dalam hatinya dia berdoa semoga keajaiban bisa segera datang padanya juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Elisa yang sedang asyik mengangumi ketampanan bayi laki-laki dalam gendongannya sedikit terusik dengan kehadiran sepasang suami istri yang datang ke acara makan malam privat keluarga mereka.
Wanita dengan mata Hazel itu begitu cantik, layaknya seperti tuan putri. Sempat terbesit dalam benak Elisa kalau dia juga menginginkan bayi Noah memiliki pasangan hidup nanti secantik wanita itu. Sebuah pemikiran yang langsung dia tepis sendiri, karena semua keputusan tentang pasangan hidup ada ditangan Noah bukan ditangannya atau siapapun kecuali sang pencipta tentu saja.
"Sayang, perkenalkan ini temanku dokter Dimas Anthony dan istrinya" Eduard menghampiri Elisa dan bayi mereka kemudian melanjutkan perkenalannya "mrs Eirene Walukow"
"Hallo...saya Elisa Santoso dan ini bayi Noah" Elisa tersenyum sambil mengayunkan sedikit bayi Noah dalam gendongannya, bayi yang sedang tertidur itu hanya menggeliat sekali dan terus melanjutkan tidur.
"Tampan" Dokter yang dikenalkan dengan nama Dimas itu tersenyum lebar sambil memperhatikan bayi Noah yang sedang terlelap di gendongan Elisa.
__ADS_1
"Yoi kayak papanya" Eduard menyeringai lebar.
Elisa ikut tersenyum saat melihat dua dokter itu saling menepuk bahu masing-masing. Senyuman diwajah Elisa menghilang saat mendapati sepercik luka dari iris mata hazel nan cantik itu.
"Eum...apakah anda mau menggendong Noah?" tanya Elisa hati-hati yang langsung membuat perhatian ketiga manusia disekitarnya tertuju padanya sekarang "dia pasti suka jika anda menggendongnya sebentar" Elisa tidak tahu apa yang mendorongnya untuk mencetuskan hal itu, semua secara alami meluncur sendiri dari mulutnya.
Eirene menatap suaminya yang langsung tersenyum sambil mengangguk dengan tangan yang sempat menepuk pelan puncak kepala wanita itu.
Eirene maju perlahan dia mengulurkan tangannya yang sedikit gemetar, Dimas memberinya keyakinan untuk tidak takut dan menerima bayi Noah masuk kedalam dekapannya dengan penuh keyakinan diri.
"Dia nyaman dengan anda, lihat Noah tidak terbangun karena berpindah dari pelukanku" kata Elisa yang sekarang sudah di rangkul Eduard.
Jantung Eirene berdegup begitu cepat, netranya menatap bayi dalam pelukannya yang sedang terlelap begitu nyaman. Perasaan Eirene begitu campur aduk sekarang, gadis itu mendongak menatap Elisa dan suaminya dan mengucapkan terima kasih dengan semua ketulusan yang dia punya.
"Kalau nanti anda memiliki bayi aku ingin Noah bisa akrab dengannya" Elisa berucap lagi membuat Eirene semakin merasa perasaan yang tidak menentu antara senang, sedih dan ketidakyakinan dirinya akan hal itu.
"Noah juga akan segera memiliki sepupu, akan lucu nanti saat mereka tumbuh bersama nanti" lanjut Elisa lagi sambil melirik El dan En yang sedang asyik menyuapi dessert di sudut ruangan.
Dimas yang mendengar hal itu tersenyum tipis, dia menatap Eduard yang menatapnya dengan tatapan beribu maaf. Eduard terlihat ingin memotong percakapan yang pasti tidak akan menyenangkan untuk pasangan Dimas dan istrinya tapi suara Eirene kemudian terdengar.
"Pasti. Bayi kami pasti akan menjalin pertemanan dengan Noah" Eirene mengelus pipi Noah lembut "Tunggu bayi aunty yah Noah tampan?" bisiknya pelan.
Eirene kemudian mendongak, dengan mata berbinar cerah " Akh... kami juga punya ponakan cantik bernama Ella"
...****************...
Terima kasih sudah setia sampai akhir....
See u soon gaiss di kisah anak2 mereka😬🤣
Tapi mungkin akan ada dalam judul yang berbeda.
El dan En mungkin masih akan ada beberapa chapter akhir sebelum sampai ke garis finish😬
__ADS_1
(bdw kalo ada yang penasaran sama Dimas Dan Eirene mereka ada di dalam kisah Destiny)
See ya...