EL (EN)Dless Love

EL (EN)Dless Love
Maaf dan Terima kasih


__ADS_3

Kayden menggengam tangan Eleasha erat menatap kedalam mata bulat gadis itu, dan tanpa sadar dia sudah berkaca-kaca padahal yang sedang hamil adalah gadis didepannya ini, seharusnya yang lebih sensitif adalah Eleasha sendiri.


"Maaf dan Terima kasih" bisik pria itu kemudian mendaratkan sebuah kecupan lembut dan lama di kening Eleasha.


Eleasha yang meski merasa sangat bahagia mati-matian untuk tidak menunjukkannya, hanya berdiri kaku menerima semua perlakuan manis Kayden. Dia tidak ingin kebahagiaan ini akan cepat menguap jika dia terlalu mendalaminya.


"Maaf karena nggak bisa kasih kamu pernikahan mewah yang layak kamu dapatkan"


Gadis itu tersenyum, tanpa sadar meremas tangan Kayden yang masih menggenggamnya.


"Maaf karena kamu nggak bisa pake gaun cantik, nggak ada gedung mewah dengan tamu undangan untuk pesta pernikahan kita, dan maaf karena......"


"Kan anda melakukan ini juga untuk saya, justru saya yang mau minta maaf karena saya anda harus seperti ini"


Kayden menyeka dengan kasar air mata yang lolos menggunakan punggung tangan, kemudian kembali menatap Eleasha yang beberapa saat yang lalu sudah sah sebagai istrinya.


Sesuai dengan percakapan mereka, kedua orang ini memang hanya melangsungkan pernikahan di catatan sipil. Semua berdasarkan pertimbangan dan pemikiran yang panjang selama beberapa minggu ini.


Profesi Eleasha yang seorang publik figur dan Kayden yang adalah pemimpin perusahaan berpengaruh di negeri ini, membuat mereka harus berpikir ratusan kali untuk melangsungkan pernikahan mewah seperti pasangan-pasangan kebanyakan.


Apalagi dengan latar belakang masa lalu keduanya yang melibatkan Lana, Kayden tidak ingin banyak orang berspekulasi yang tidak-tidak kemudian menyudutkan Eleasha lagi seperti yang sudah-sudah.


Dan yang akhirnya membuat dia semakin setuju untuk melakukan hal ini adalah Kayden tidak ingin jejak digital buruk akan mereka ciptakan karena pemberitaan pernikahan mereka.


Apalagi untuk bayi mereka di masa depan nanti.


"Nanti kita buat resepsi mewah kalau babynya lahir yah?"


Eleasha menggeleng "nggak perlu, segini cukup kok. Yang penting udah sah kan?"


"Tapi kan tetap aja kamu butuh resepsi Ly"


Gadis itu menggeleng lagi, membuat Kayden jadi semakin merasa bersalah dia bisa saja melakukan resepsi mewah kemudian sebisa mungkin meredam pemberitaan negative. Hanya saja apakah itu bisa menghapus semua? Apakah ada jaminan anak mereka tidak akan tersakiti dimasa depan dengan pemberitaan tentang pernikahan mereka ini?


Atau apakah mereka berdua yang terlalu takut dengan masa depan yang bahkan belum pasti?


"Kamu boleh minta apa aja aku pasti akan kabulkan Ly, apa aja"


Eleasha terlihat berpikir "aku mau foto maternity di Bali, sama orang-orang terdekat kita"


"Sama Ed dan Elisa juga? Tapi Lisa udah masuk 8 bulan lebih takutnya nggak diijinin kan?"

__ADS_1


Eleasha mencebik, membuat Kayden tidak bisa untuk tidak mengusahakannya.


"Aku akan minta mereka untuk konsultasi ke dokter malam ini juga"


Eleasha diam-diam tersenyum, sama sekali tidak menyangka akan melihat perubahan yang terlalu besar pada sosok seorang Kayden Abraham.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Kalo kamu merasa nggak nyaman aku bisa kok tidur di sofa atau dilantai" Kayden buka suara saat dia melihat El hanya berdiri kaku di samping ranjang mereka.


Karena tidak ada respon dari El, pria itu memutuskan untuk menarik satu bantal dan meletakannya di lantai samping ranjang yang memang beralaskan karpet beludru.


"Selamat tidur Ly, selamat tidur my baby mimpiin papa yah?" katanya sambil berbaring di lantai.


Eleasha yang melihat hal itu langsung merasa tidak enak, dia baru saja ingin bersuara tapi kepala Kayden muncul duluan dari bawah.


Kayden berdehem sambil menatap El ragu dan malu-malu "begini... itu boleh nggak sih kalo udah sah begini?"


Kening El mengernyit "apa?"


"Ciuman sebelum tidur?" tanyanya kurang yakin.


"Kenapa?" tanya pria itu sambil mengulurkan tangan memegang pipi Eleasha yang mulai tembam dan memerah.


"Panas...."


"Memangnya acnya kurang dingin yah? Tapi ini 17°celcius Ly, apa mungkin acnya rusak?"


Kayden terlihat serius dengan ac sekarang, sementara Eleasha mendadak ingin mendapat kekuatan menghilang dari superhero mana saja dalam cerita fiksi, karena demi apapun dia malu sekali.


"Kita pindah kamar aja gimana?"


El menggeleng, dalam hati bersyukur pria ini tidak menyadari apa yang sedang dia gumuli.


"Nggak usah, ta..ta..piiii anda bisa kok langsung....." El tidak jadi melanjutkan ucapannya saat melihat kerutan di kening Kayden.


Dalam imajinasinya El sudah berubah menjadi histeris karena dengan tidak tahu malunya ia menganggap serius perkataan Kayden tentang a good night kiss.


"Nggak jadi....nggak jadi" gadis itu berniat untuk segera tenggelam dalam selimut, supaya meminimalisir rasa malu yang sedang dia rasakan.


Tapi tanpa diduga Kayden menahan tangannya, kemudian dengan sangat lembut membuat El menghadap kearahnya.

__ADS_1


" A good night kiss?"


Eleasha mengerjab beberapa kali sebelum menutup kedua matanya dengan rapat dengan bibir yang otomatis menipis.


Kayden tersenyum saat melihat reaksi Eleasha, pria itu kemudian membungkuk untuk mendaratkan sebuah kecupan sayang di perut Eleasha.


"Mimpi indah sayang...." bisik pria itu didepan perut El.


Mata Eleasha langsung terbuka lebar, dia sedikit menunduk untuk melihat Kayden yang masih membungkuk dengan wajah sejajar dengan perutnya. Batin Eleasha kembali berteriak, kenapa dia bisa sepede dan sebodoh ini dalam satu waktu?


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Kayden tidak berhenti menatap wajah gadis didepannya yang secara terang-terangan menunjukkan ketidak senangannya dengan apa yang pria itu lakukan.


"Ngapain sih?" Ketus El, sebenarnya dia menjadi semakin sensi pada Kayden karena kejadian semalam.


"Tadi aku browsing tentang kamu di internet terus aku lihat artikel yang bahas kalo kamu melakukan operasi mata dan hidung juga dagu di Korea"


El merotasikan bola mata, itu bukan berita hoax yang pertama yang dia dengar yang di tujukan untuknya. Rumor hamil dan melakukan aborsi jauh lebih sadis ketimbang berita oplas ini.


"Beneran Ly?" Kayden refleks mengulurkan tangan untuk menyentuh hidung Eleasha yang sedetik berikutnya langsung ditepis oleh gadis itu.


"Terserah. Kan anda bisa nilai sendiri"


Kayden manggut manggut terlihat tengah berpikir "dimata aku kamu tetap cantik kok"


Eleasha mendengus "saya nggak oplas yah, nggak pernah!!" semburnya mulai bertambah emosi.


Kayden tersenyum "aku percaya kok, aku percaya" bisiknya sambil menepuk punggung tangan El.


El menjerit kesal "dasar ******!!!" serunya jengkel kemudian segera pergi dari situ.


Kayden memperhatikan dengan seksama langkah kaki Eleasha, dia sudah mempersiapkan diri untuk berlari secepat kilat kalau terjadi apa-apa dengan gadis itu karena sedang dipenuhi emosi.


Entahlah, seharusnya dia mengurangi sikap jahil ini tapi mau bagaimana lagi, Eleasha sangat amat menggemaskan saat sedang marah-marah.


Di mata Kayden aura ibu hamil itu lebih keluar saat sedang kesal, apalagi dia sebagai penyebabnya.


"Maafin papah yah nak suka godain mama" gumam Kayden sambil menatap perut buncit Eleasha dari tempatnya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2