
"Kamu nggak pa-pa Ly?" tanya Kayden panik bercampur khawatir saat melihat Eleasha sedang merintih sambil memegang keningnya, syukurlah dia bisa menahan tubuh gadis itu sehingga tidak terjadi hal yang lebih buruk dari ini.
Kondisi mobil ini juga sepertinya tidak terlalu parah, mungkin hanya penyok di bagian depan karena sedikit mencium tempat sampah.
Pria itu melepas seatbelt, kemudian memutar tubuh supaya bisa melihat keadaan gadis itu lebih dekat.
Plak
Satu tamparan di hadiahkan untuknya, Kayden membeku beberapa detik sebelum dia semakin maju, menarik wajah gadis itu lebih dekat untuk memperhatikan apakah ada luka yang lain selain benjol di jidat karena terbentur saat tabrakan tadi.
Eleasha mendorong tubuh Kayden untuk menjauh dengan tatapan super tajam yang dia punya, mencegah pria itu mendengar degup jantungnya yang menggila. Gadis itu sudah bersiap untuk turun saat Kayden menarik tubuhnya duduk diatas pangkuannya.
Sekarang El terdesak antara setir mobil dan tubuh pria itu.
"Lepasin saya atau saya teriak?"
Kayden melingkarkan tangannya memeluk tubuh itu yang tentu saja tidak dibalas dengan pelukan karena sedetik kemudian Eleasha sudah meronta untuk melepaskan diri darinya.
"Teriak aja, memangnya kamu siap diliatin orang dengan posisi vulgar begini? " Kayden menarik turun masker yang menutupi wajah El "mau di taruh dimana wajah aktris papan atas kita ini, kalau sampe scandal baru muncul lagi. Aktris Eleasha Halim di pergoki warga sedang asyik berbuat mesum dengan seorang pria"
El kembali mencoba melepaskan diri, meski dia tidak berteriak seperti ancamannya tadi.
"Lagipula ini kawasan sepi, nggak akan ada yang muncul buat nolongin kamu"
"Anda ini maunya apa sih?"
"Mau saya?" Kayden mendorong tubuh El sampai punggung gadis itu menyentuh setir "Jangan dekat-dekat dengan Eduard lagi" ucapnya sambil menyentuh pipi El dengan ujung hidungnya, sengaja memberi tekanan untuk gadis itu yang sebenarnya juga sangat dia nikmati.
"Kali ini mungkin hanya ujung hidung, kedepannya saya bisa jamin akan lebih" bisiknya pelan, dia kemudian menarik punggungnya kebelakang memberi El sedikit ruang.
"Jangan rusak keluarga adik saya, Jangan rebut ayah dari calon anak Elisa"
El mendorong tubuh Kayden, dia benci cara pria itu menatapnya sebagai perusak hubungan orang "Anda nggak berhak mengatur siapa yang harus dekat dengan saya"
"Eduard itu suami orang!!" Kayden mulai emosi, tone suaranya naik. Dia tidak suka mendengar Eleasha yang sepertinya tidak ingin melepaskan Eduard.
"Ed laki-laki bebas, mereka sudah bercerai. Wajar kalau dia dekat dengan siapapun" El menempatkan dirinya sebagai pemeran antagonis sekarang. Ia tidak lagi peduli dengan cara pandang pria itu untuknya.
Lagi pula dia tidak akan lupa bagaimana Kayden menyentuhnya hanya untuk keadilan orang lain. Jika dulu untuk Lana dan sekarang untuk Elisa.
__ADS_1
Kayden mencengkram kuat pergelangan Eleasha, membuat gadis itu meringis "Saya akan bilang semua yang terjadi diantara kita berdua, tentang malam panas itu pada Eduard"
El tersenyum tipis mendadak sakit di tangannya hilang hanya dengan mendengar perkataan pria itu.
"Anda pikir saya takut? Bilang aja. Ed itu tipe laki-laki yang pikirannya terbuka, dia nggak akan terpengaruh hanya dengan making Love yang cuma sekali doang"
Kayden langsung emosi, tangannya dengan cepat meraih tengkuk Eleasha, mencumbu gadis itu dengan ciuman putus asa bercampur amarah
...****************...
"itu... itu mobilnya Ed"
Alena menunjuk kearah mobil yang terparkir tidak estetik di pinggir jalan, beberapa meter didepan mereka.
"Sialan itu nabrak, Na"
"Ya ampun, El..."Alena panik sejak tadi, syukurlah mereka bisa mengenali mobil Kayden yang terpakir. Dia langsung menghubungi Jerome untuk meminta bantuan, dan untunglah sepupu Kayden itu punya solusinya yaitu alat pelacak yang sempat di pasang di handphone Eleasha oleh Kayden dulu belum di nonaktifkan.
Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai didekat mobil itu, Eduard yang pertama kali turun dan langsung membuka pintu. Pria itu sedikit terkejut dengan posisi mereka, tapi dia segera pulih untuk menarik El dari pangkuan pria itu.
"Lo nggak apa-apa?"
Eduard menarik pria itu keluar dari mobil, melayangkan pukulan beberapa kali sebelum menginteruksi Alena untuk membawa El masuk kedalan mobilnya.
"Gue peringatin untuk jauhin El"
"Kenapa? Kenapa lo kesal dan lebih pentingin wanita yang bukan istri lo?"
"Lo begini karena Lisa? Dengar yah, perceraian kami nggak ada hubungannya dengan El, jadi jangan libatin dia dalam masalah kami. Bilang juga sama Lisa untuk berhenti ganggu El, atau dia nggak akan lihat gue lagi sampe mati"
Setelah mengatakan hal itu Eduard segera masuk kedalam mobil, dan tancap gas pergi dari situ. Meninggalkan Kayden sendiri dijalanan sepi bersama mobil milik El yang dia tabrakan.
...----------------...
"Lo yakin masih mau tinggal di sini?"
El mengangguk pelan kemudian segera masuk setelah pintu terbuka.
"Tinggal di Apart gue aja El, disana nggak ada yang nempatin"
__ADS_1
Langkah El yang sedang menuju pintu terhenti, dia berbalik menatap Eduard yang juga sedang menatapnya "Gue nggak mau lagi terlibat sama Kayden atau Elisa juga sama lo"
"Sorry.... gue nggak ada..."
"Gue mau istirahat Ed, mending lo pulang aja"
Eduard menghembuskan nafas berat saat melihat pintu kamar gadis itu tertutup. El memang perlu waktu untuk sendiri, begitupun juga dirinya.
Pria itu kemudian beranjak pergi dari apartemen debut Eleasha, mereka mungkin bisa bicara di lain waktu.
...****************...
Jerome melempar flash disck di meja kebesaran Kayden, sebuah perbuatan membangkangnya yang entah sudah yang ke berapa kali, semenjak mereka dewasa dan mulai menjadi partner kerja di perusahaan milik keluarga ini.
"Nggak nyangka gue sama lo"
Setelah mengatakan hal itu, Jerome segera keluar dari ruangan Kayden tanpa banyak bicara lagi.
Kayden beralih menatap benda kecil diatas meja yang di lempar Jerome, kemudian menatap pintu ruangan yang tertutup dengan kening yang berkerut.
Dia segera memasang benda itu di laptop karena begitu penasaran dengan sikap Jerome yang tidak biasa tadi, sepupunya itu tidak pernah menatap dengan tatapan merendahkan seperti tadi selama mereka tumbuh bersama.
Pasti ada sesuatu sampai orang yang akan selalu ada dipihaknya apapun yang terjadi itu menatapnya dengan tatapan kecewa yang tidak bisa di tutupi.
Sebuah rekaman video muncul, tempat yang dikenali Kayden sebagai spot kamera cctv yang memantau bagian teras rumahnya.
Tanggal dan jam yang tertera di keterangan layar sempat membuatnya merasa familiar, sampai pintu tiba-tiba terbuka dan gadis yang berapa jam yang lalu baru saja dia cumbui keluar dari sana, dan langsung merosot jatuh di lantai. Meski tanpa suara tapi Kayden sangat tahu kalau Eleasha dalam rekaman CCTV itu sedang menangis.
Kayden mengepalkan tangan, itu jelas baju yang gadis itu pakai saat kejadian malam itu. Rasa bersalahnya memuncah,
Gadis itu terluka parah dan dialah penyebabnya.
...****************...
Ini Chapter 70 dan mungkin masih banyak typo.
Saya Rencana akan merevisi dari chapter awal, tapi mungkin setelah menamatkan cerita ini.
Hanya tinggal beberapa chapter lagi, sampai jumpa di garis finish🤗
__ADS_1