EL (EN)Dless Love

EL (EN)Dless Love
Pelukkan Untuk Ed


__ADS_3

...----------------...


"dokter Liam bilang dia tidak apa-apa, hanya kelelahan karena banyak menangis."


Alena menatap sosok El yang masih terbaring di ranjang. Kemudian kembali menatap Tante Sonia yang pandangannya masih tertuju pada El.


"Tante juga tau, keadaan psikisnya sedang tidak baik sekarang. Kehilangan dua orang penting dalam hidup itu bukan hal yang mudah"


"Tapi......"


"Tante ngomong begini bukan untuk mengungkit kehilangan yang tante alami. Sudah lama tante memaafkan El, Alena tidak perlu khawatir tentang hal itu"


Alena menggeleng, kemudian menunduk "terima kasih, aku mau bilang terima kasih, tan. Karena sudah mau mengerti El. Terima kasih karena sudah kasih dia kesempatan untuk perbaiki apa yang dia hancurin walau memang nggak akan bisa kembali utuh"


Alena sudah menangis air matanya membasahi pipi, sebagai saksi hidup perjalanan hidup gadis itu Alena yang paling tahu El walau mungkin tidak sesempurna Ed saat memahami dan mengerti gadis itu.


"El pernah bilang, dia seperti punya ikatan kasat mata sama tante. Dia juga bilang dia bersyukur bisa kenal tante, karena tante buat dia bisa sedikit merasakan bagaimana rasanya punya seorang mama"


"El bukannya masih punya mama?" tanya Tante Sonia dengan raut wajah binggung. beliau ingat pernah menonton infoteiment yang memberitakan pernikahan mama El dengan pria yang masih punya kedekatan dengan gadis itu.


Saat itu, pemberitaan tentang pernikahan ibunda El maenjadi Hot news di mana-mana.


Alena mengangguk mengiyakan hal itu, kemudian mengalirlah cerita tentang kehidupan seorang Eleasha Halim. Tentang bagaimana dia lahir, dengan siapa dia tumbuh besar, alasan dia menjadi seorang aktris, tentang sang mantan tunangan, tentang gadis itu yang tidak gampang membuka diri pada orang baru, dan juga tentang kondisi gadis itu pasca kecelakaan yang menewaskan Lana.


Alena membuka semua kartu didepan tante Sonia, kecuali kartu tentang siapa sebenarnya yang berada di balik kemudi saat tabrakan itu. Dia sudah berjanji tidak akan pernah mengungkapkan kebenaran itu selamanya, Alena merasa bersalah pada tante Sonia tapi dia tidak tahu harus berbuat apa.


Semuanya sudah terlanjur Kusut sejak awal, sulit untuk menguraikannya dan membuat kembali seperti semula.


"Dia hanyalah gadis kecil kesepian yang berusaha untuk hidup lebih baik dengan cara melakukan hal baik yang dia bisa. Karena sejak dilahirkan dia sudah ditinggalkan lebih dulu"


ucap Alena menutup percakapan itu.


...----------------...


Beberapa minggu kemudian--


"*T*randing 1 lagi" Jerome berdecak dengan apa yang dia lihat. matanya masih menelusuri layar laptop dengan antusias.


Melihat-lihat kehebohan apa yang tercipta kali ini.


"masuk akun gosip lagi, ini termasuk prestasi nggak sih?" Jerome bersuara lagi, untuk dirinya sendiri.


Tapi Kayden yang sedang asyik memeriksa berkas di meja kebesarannya, tidak bisa tidak penasaran dengan setiap celetukan yang spontan keluar dari mulut Jerome.


Kayden ingin bertanya, tapi dia mengurungkan niat dan memutuskan untuk mencari tahu sendiri.


Pria itu menyalahkan layar monitor komputer, membuka aplikasi twitter dan mencari daftar tranding di sana. Entah kenapa pria ini merasa seperti DE JA VU




El




Arthur


__ADS_1



Golden Star Enterteiment




CEO bengis




#KamibersamaEl




6.Ldr



patah hati Nasional



9.Cantik


Kayden memutuskan untuk membuka aplikasi instagram, mencari tahu postingan Akun gosip seperti yang di kicaukan Jerome.


Rahang Kayden refleks mengeras saat matanya menangkap postingan Lambe turah tentang potongan Artikel yang sudah di translate dari bahasa Thailand ke bahasa Indonesia. Artikel tentang wawancara sebuah majalah terkenal disana dengan aktor yang juga memiliki nama besar di negara itu. Arthur Xavier. siapa lagi?


Q : Apa yang pernah membuat kamu sangat kecewa?


A: Aku sangat menantikan saat itu tiba, aku mengaguminya sudah sejak lama.


Saat tawaran itu datang, aku sempat ingin menolak. Tapi begitu aku tahu kalau pemeran utama wanita adalah dia, aku langsung menyetujuinya. Tanpa berpikir lagi. Hatiku berdebar membayangkan projek pertama kami, hanya tinggal selangkah dan impian ku akan terwujud.


Banyak hal yang sudah aku korbankan.


Tapi pagi ini aku di telpon oleh perwakilan film, mereka memberitahu bahwa dia tidak bisa bergabung dengan projek kali ini. Karena ada masalah internal dalam agensi mereka.


Aku baru tahu kalo agensi Golden star baru saja di akusisi dan berganti CEO, apakah dia yang membuat El tidak bisa ikut dalam projek yang sudah lama dia setujui ini, Entahlah.


En membanting handphonenya keatas meja, hal itu langsung mengudang perhatian dari Jerome yang asyik dengan laptopnya menatap pria itu dengan ekspresi binggung.


"Kenapa lo? tumben uring-uringan nggak jelas"


En menatap Jerome kemudian menatap layar komputernya "ini seharusnya sudah termasuk pencemaran nama baik. Dia sengaja menggiring opini publik untuk menjelekkan nama gue" tatapan Itu kembali pada Jerome dan menunggu tanggapan dari sana.


Jerome hanya mendesah, kembali fokus pada laptopnya. Malas menggubris perkataan Kayden.


"Ini fitnah tau nggak sih? Dia mencoba membuat orang-orang mikir itu semua salah gue, liat aja dia sampai bawa-bawa nama agensi" En menggeleng dengan raut wajah serius "lo liat tranding no 4 di twitter? CEO benggis. Hal ini jelas-jelas nggak bisa dibiarin"


Jerome memutar bola mata, dalam hati membenarkan tranding no 4 itu, lagipula kenyataannya apa yang di bilang Arthur itu adalah sebuah kebenaran.


"Kita harus ajukan tuntutan, kita somasi dia dengan pasal pencemaran nama baik" En masih semangat mengoceh, pria itu kemudian meraih handphone yang tadi dia banting diatas meja mengutak- atik benda itu sebentar kemudian kembali menatap Jerome "telpon managernya Eleasha, atur pertemuan kita dengan mereka secepatnya"


Kening Jerome mengerut "meeting buat apa?"

__ADS_1


"Lo nggak dengar tadi gue ngomong apa?"


"Ya... nggak perlu sampe meeting segala kali. Lagian ngapain libatin si Eleasha?"


"Ya...karena.... semua ada sangkut pautnya sama dia kan?" Tanya En terdengar tidak meyakinkan.


"Lo bisa aja langsung somasi, nggak perlu panggil si Eleasha meeting segala, Emang lo mau menggugat orang atau nyari ide buat kerjaan?"


En kembali melempar handphonenya ke atas meja, jadi kesal sendiri karena usahanya tidak mendapat respon yang baik.


"Terserah, tapi pokoknya gue mau ada tuntutan. secepatnya!" tegasnya sambil pura-pura fokus pada layar handphonenya. Padahal pikirannya mengembara entah kemana.


...----------------...


"El bangun katanya kamu mau balas budi sama Agam? Cepat bangun keburu telat nanti"


El menggeliat dari tidurnya, setelah berminggu-minggu menjadi pengangguran yang kerjanya hanya makan, tidur, bengong makan lagi lalu tidur lagi, Hari ini dia pertama kalinya setelah skandal yang menimpanya dia akan kembali ke lokasi syuting.


Memang bukan sebuah projek besar seperti yang selama ini dia selalu dapatkan, tapi tetap membuatnya senang.


Ternyata tanpa dia sadari, Lokasi syuting, sorotan kamera, kata action dan cut sudah menjadi hal yang mendarah daging dalam tubuhnya.


"Katanya konsep video klipnya romantis gitu, ada adegan mesranya juga. kamu nggak apa-apa?" Alena menatap El yang sudah mengubah posisinya menjadi duduk dan bersandar di kepala ranjang.


El mengangguk dengan mata yang masih terpejam. "Adegan mesra di Indonesia memangnya gimana sih? Nggak apa-apalah. Paling juga pas adengan kissingnya bakalan di cut, cuma pura-pura mau kiss aja." gadis itu menjawab sekenanya, sambil merapihkan anak-anak rambut yang menutupi wajahnya.


"Ya udah siap-siap gih, aku tunggu di meja makan." Alena berjalan keluar kamar, meninggalkan El yang sudah bersiap-siap beranjak dari ranjang menuju kamar mandi di sudut ruangan kamar ini.


...----------------...


Langkah El terhenti saat melihat sosok yang berdiri menatap keatas, entah apa. tatapan itu tampang kosong, tampilannya tidak seperti dia yang biasa. El mendesah dia terlalu mengenal lelaki itu bahkan tanpa perlu ada ucapan yang keluar dari mulut itu. Dia bisa tau kalau sekarang pria itu sedang tidak baik-baik saja.


"Hei...." El menyapa sambil berjalan mendekat.


Pria itu menoleh padanya, langsung menyungingkan senyum lebar saat tatapan mereka bertemu "hai.. gue pikir lo lagi nggak dirumah"


"Tumben nggak nelpon gue? Lo juga tau password rumah gue kenapa nggak langsung masuk aja?" El mengajukan pertanyaan yang sudah dia ketahui jawabannya. Pria itu pasti sedang dilanda dilema antara mau masuk atau tidak. Antara mau bercerita atau menyimpan semuanya sendiri. El tau arti tatapan senduh ini lebih dari siapapun.


Pria itu mendesah pelan "cuma mau mastiin kalo lo baik......" Eduard tidak dapat melanjutkan ucapannya saat El berjalan cepat kearahnya dan langsung melingkarkan tangan di lehernya.


Gadis itu harus berjinjit karena hanya memakai converse putih bukan sepatu yang berhak tinggi.


Tangan kiri El mengelus rambut hitam pria itu dan secara alami pria itu menunduk, meletakkan kepalanya di pundak kecil gadis itu. "lima menit, akh... semenit aja begini" pinta pria itu.


El mengangguk, tangannya turun dari kepala ke punggung pria itu, memberi usapan teratur disana "lo punya gue Ed, lo bisa cerita sama gue apapun"


Tangan Ed melingkar dipinggang El. Pria itu menutup mata berharap ada sebuah keajaiban yang akan terjadi disaat dia membuka mata.


Berharap dia bisa membayar harga waktu yang selama ini telah dia sia-siakan. Berharap dia punya kesempatan memperbaiki semuanya.


Sementara El menggigit bibir berharap rasa sakit yang muncul bisa setidaknya mewakili apa yang pria dalam pelukannya ini rasakan, dia bisa merasakannya.


Air mata pria ini, kesedihan, kesakitan dan keputusasaan seorang Eduard


El tau semuanya.


Tapi dia sama sekali tidak punya daya untuk membuat semua itu berkurang apalagi menghilang. Andai saja bisa, dia ingin mengambilnya walau hanya sedikit dari pria ini tapi dia tidak punya kemampuan itu selain pelukan, usapan lembut dan kehadirannya disisi Ed di saat terberat.


Mobil sedan hitam itu melesat pergi setelah berhasil mendapatkan beberapa gambar, hasil bidikkannya sangat memuaskan. Sememuaskan banyaknya angka nol yang akan masuk kedalam rekeningnya.


...****************...

__ADS_1


Next chapter>>>>


__ADS_2