ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Berpamitan 3


__ADS_3

Ibu Kepala membawaku kekamarnya. Kulihat dia mencari sesuatu.


"Mungkin ini sudah saatnya, semoga ini bisa membantu nanti"


"Ini apa Bu? "


"Milik-mu, ditemukan saat bersama dengan dirimu, buka-lah"


Sambil menyerahkan sebuah kotak.


Kubuka kotak tersebut, ternyata isinya sebuah gaun yang sangat cantik, lalu disampingnya ada sebuah kotak kecil,


saat kubuka isinya sebuah kalung berlian bertuliskan "Alice/Nattan",


dan sebuah amplop berisi beberapa lembar surat, kubaca, isi surat yang menjelaskan jati diriku yang selama ini tidak kuketahui.


Airmata-ku mengalir tanpa henti sambil memeluk lembaran surat tadi, kurapikan kembali, lalu kupeluk kotak tadi dengan erat.


" Ibu Kepala ada yang mencari Yuki, ia bilang waktunya sudah habis"


ucap Aida yang sudah menerobos kedalam kamar.


"Simpan baik-baik, bila ada waktu seringlah mampir, pintu panti selalu terbuka untukmu"


ucap Ibu Kepala mengakhiri obrolan kami.


Karena diluar kamar sudah berdiri dua orang pengawal yang menjemputku.


Aku berjalan mengikuti pengawal tadi.


Sambil memeluk kotak tadi tangis ku nggak berhenti juga.

__ADS_1


Pengawal membukakan pintu mobil. Aku masuk ke mobil terus menunduk dan terisak sendiri. Tanpa kusadari kecapean menangis malah membuatku tertidur.


Tuan Besar Haga melirik ke arahku, lalu tangannya menggeserkan tubuhku hingga jatuh kedalam pelukannya.


Ia menghapus sisa-sisa airmata-ku. Tangannya meraih kotak yang masih terus kupeluk, perlahan Tuan Besar Haga mengambilnya, sesaat ia buka, lihat isinya lalu menutup kembali,


la memberikan kotak tadi pada pengawal lainnya yang duduk di sebelah sopir.


Hampir sore ketika mobil tadi memasuki sebuah rumah yang sama hampir mewahnya dengan diperkebunan.


Perlahan Haga sandarkan tubuhku di jok, Pengawal sigap membuka pintu mobil. Ketika pintu terbuka Haga turun, tangannya menarik tubuhku, mengangkat dan memelukku di tubuhnya. Membawaku masuk ke dalam.


Pemandangan yang sangat langka untuk Nyonya Besar dan Pengasuh Ma, benar-benar dirasakan berbeda buat keduanya ataupun semua orang yang ada di rumah tersebut.


"Akhirnya Tuan Besar bisa membuka diri"


ucap Pengasuh Ma.


ucap Nyonya Besar, seakan menjelaskan isi hati cucunya yang sesungguhnya, tatapan besar penuh harap untukku.


"Ia Nyonya, saya pun berharap demikian"


ucap Pengasuh Ma, tersenyum penuh arti.


. . . .


Kira-kira jam 9 malam


Saat terbangun aku sudah berada diatas kasur yang empuk.


Aku sempat kaget juga panik, tapi setelah kusadari kotak dan harmonikaku ada diatas meja samping ranjang, aku lega.

__ADS_1


Koper-koperku pun sudah ada di kamar.


Ini kamar ku. Suasananya hampir sama dengan dipekerbunan. Tapi siapa yang membawaku sampai sini ya, hah, masa dia sih, kayaknya ga mungkin. Otakku traveling. Membayangkan Tuan Besar Haga yang mengangkat ku dari mobil ke sini. Orang Aneh, dingin dan Angkuh itu, ga mungkin lah.


Aku berkeliling kamar.


Duh, kebelet pipis, kamar mandinya dimana ya?


Aku terus mencari tapi tidak ada di dalam kamar. Kubuka pintu. Di hadapanku sudah berhadapan kamar lain.


Ini kamarnya siapa yaa?


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2