
...**WARNING 21+...
...PARA PEMBACA DIHARAPKAN BIJAK SAAT...
...MEMBACANYA YAA**!!!...
Haga mencari tempat yang ia rasa cocok untuknya.
Sedangkan Cakra langsung berbaur ke arena pesta.
Langkah kaki Haga menuju ketempat dimana anak-anak sedang berkumpul.
Entah kenapa langkah kakinya tertuju kesana.. dan matanya menangkap seorang gadis kecil berambut keriting yang sedang bermain dengan bola yang terbuka dari bahan yang lembut. Seperti bola boneka.
Haga melihat gadis kecil itu sedang duduk diayunan bermain bola boneka tadi. Gadis kecil tadi memisahkan diri dari anak-anak yang lain.
Haga menatap gadis kecil itu begitu lama, kakinya tak terasa mendekat, dihatinya terlintas, gadis kecil itu mirip dengan seseorang yang dia benci.
Tiba-tiba bola boneka itu terjatuh dan mengelinding tepat berhenti dikaki Haga.
Haga jongkok dan mengambilnya, gadis tadi segera turun akan mengambil boneka bolanya..
"Terima kasih paman,.. "
ucap gadis kecil tadi sambil mengambil boneka yang diberikan Haga padanya.
Lalu ia kembali duduk dan bermain lagi dengan ayunannya.
Haga menghampirinya..
"Bolehkah Paman duduk disini"
gadis tadi menatap wajah Haga.
"Boleh Paman baik"
ucap gadis tadi sambil tersenyum.
Haga pun duduk disebelah ayunan gadis tadi.
"Namamu siapa cantik? "
tanya Haga.
"Aku Jui Paman"
jawab Judith
"Oh, kau sendirian saja, mana orangtuamu"
"Mama, Tante, Kakek dan Nenek ada didalam Paman"
jawab Judith polos.
Mereka pun mengobrol dan bisa langsung akrab, Haga seperti telah lama mengenal gadis kecil tadi, seolah ruang hatinya yang kosong terisi.
. . . .
Cakra yang didalam ruangan sedang asik ngobrol,
tak sengaja tangannya bertabrakan dengan seseorang wanita saat mengambil minuman dan minuman tadi tertumpah pada bajunya.
Saat Cakra akan meminta maaf pada wanita tadi,
dia menatap wanita dihadapannya itu sedang menyeka bagian dadanya karena minuman tadi berbekas pada gaunnya..
Ia menatap wanita tadi dalam-dalam..
"AIDA.. "
Cakra mengingat-ingat wanita yang dihadapannya.
__ADS_1
Wanita berkulit putih, bertubuh mungil dan berambut hitam terlihat cantik dan sexy dengan balutan gaun putih press body diatas lutut dan bagian dadanya terbuka.
Membuat Cakra tiba-tiba menelan salivanya, ia sudah lama tidak bertemu Aida dan penampilan Aida yang sekarang sangat berbeda dengan dulu.
Jiwa jomblo Ara yang sudah jarang bermain dengan para piala bergilir dikampusnya tiba-tiba bergejolak,
sudah lama ia nggak bergaul dengan wanita, apalagi semenjak kepergian Nenek dan Kakaknya kegiatannya dipenuhi dengan rutinitas pengembangan untuk memajukan perusahaan sebagai pertanggung jawaban kepada kakaknya.
"Benar kamu Aida kan?"
Cakra yang menggenggam tangan Aida. Karena Aida pun masih mengingat-ingat..
"eh.. CAKRA.. kamu datang juga?"
Aida yang tampak malu-malu, melepaskan tangan Cakra.
Aida yang menyadari gaunnya basah, buru-buru akan pergi.
"Mau kemana?"
Cakra menarik tangan Aida.
"Ke toilet, ini kan bajuku basah"
menunjuk baju bagian dadanya yang kena tumpahan minuman berwarna merah.
"Ops, sorry, nggak sengaja"
"iya.. nggak apa-apa Ra.. "
buru-buru pergi ninggalin Cakra.
Cakra yang terpesona dengan penampilan Aida, langkah kakinya malah mengekori Aida ke toilet.
duh... kenapa harus ketemu dia disini sih, mana basah begini bajunya, gimana mau pedekate sama cowok-cowok kalau basah begini.
Keluh Aida di dalam toilet didepan wastafel yang masih membuat bajunya tambah basah bagian depan.
Aida yang keluar kamar mandi sambil ngedumel kesal.
Aida masih menunduk membersihkan gaunnya, malah menabrak seseorang didepannya, Aida mendangakkan kepalanya, ternyata Cakra.
"Ara.. "
"hmm"
Ara yang menatap tajam Aida, apalagi gaun bagian depannya basah, sehingga tergambar jelas jiplakan belahan dada Aida, dada yang terlihat besar bagi Cakra dengan tubuh mungil Aida.
Cakra membuka jasnya, lalu ia pakaikan di tubuh Aida agar menutupi bagian depannya.
"Aku antar pulang ya"
bujuk Cakra.
Aida tampak berpikir, ragu, ia mengingat ke beberapa tahun belakang saat Cakra menolaknya mentah-mentah, ia nggak mau kepedean ataupun kegeeran.
"Ayolah... aku juga mau ngobrol udah lama kita nggak ketemu kan.. "
mencoba menyakinkan Aida lagi.
"Sebentar ya"
Aida mengeluarkan handphone dari clouthnya, lalu mengirimkan pesan padaku,
Aida bilang, dia pulang terlambat dan diantar teman.
"Sudah"
Aida mengangguk.
Tanpa ragu, Ara langsung menggandeng tangan Aida, keluar dari pesta.
__ADS_1
Ara membantu naik tubuh mungil Aida ke mobil Jeep Ara, Lagi-lagi Ara hanya bisa menelan salivanya saat melihat bagian paha Aida yang putih mulus.
Sudah lama nggak bertemu kenapa dia tambah sexy begini sih dan...akhh..gue..nggak sabar buat memakannya...
Saat didalam mobil Ara, mengeluarkan handphonenya, dia mengirimkan pesan untuk Haga, kalau dia pulang duluan, dan dia sudah menyuruh salah satu supir untuk menjemputnya pulang nanti.
Cakra menjalankan mobilnya kesuatu tempat. Mesin mobilnya berhenti di sebuah danau..
Aida tampak gusar, bertanya dalam hati, kenapa Cakra nggak mengantarkan pulang malah mengajaknya ke tepi danau..
Cakra menyadari gelagat gusar Aida berusaha mencairkan suasana..
"Sorry ya, aku bawa kesini, aku pengen ngobrol dulu"
ucap Ara berbalik dari stir mobilnya, terus menatap Aida tajam, memandangi tubuh Aida dari wajah, mata, hidung, bibir, terutama bagian dada Aida yang masih bergambar jelas jiplakan dan suguhan penutup paha Aida yang mulus yang saat dia duduk membuat gaunnya terangkat jadi lebih pendek.
cih, dia mau ngerayu siapa sampai pakai baju kekurangan bahan begini.
"eh iya Ra, nggak apa-apa... bagaimana kabarmu?"
ucap Aida menutupi rasa canggung.
"Kau datang sendiri tadi?"
Ara nggak menjawab pertanyaan Aida, malah balik bertanya.
"Nggak, aku tadi datang bersama Orangtua Yuki, Ibu, Yuki dan anaknya"
Ara membulatkan matanya, terkejut.
"Bagaimana kabarnya Yuki sekarang?"
Ara yang menanyakan kabar Yuki.
Sesaat Aida terdiam, seperti ia malas membahas Yuki, karena ia tahu perasaan Ara terhadapku.
"Hey, kenapa diam"
ucap Ara yang tiba-tiba menyentuh pipi Aida.
"eh, dia baik-baik saja"
ucap Aida terkejut karena Ara masih mengelus-ngelus pipinya.
"hmm"
jawab Ara seakan menikmati sesuatu.
"Ra.. gimana kabar kamu"
ucap Aida pelan mengulangi pertanyaannya sambil menarik perlahan tangan Ara agar menjauh dari pipinya.
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.
__ADS_1