ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Berdansa dengan Pangeran


__ADS_3

Mataku tak sengaja menangkap keluarga Jodhy,


dan mata kami saling beradu. Aku tersenyum padanya,


dia pun membalasnya.


Aku turun dari panggung,


Haga langsung mengulurkan tangan dan langsung menarik pinggangku,


mengandengnya.


Haga benar-benar tidak memberikan kesempatan buatku jauh darinya.


Ah, Jodhy malam ini sangat tampan,


aku harus mencari cara untuk lepas dari Kak Aga.


Pesta pun berlanjut, walaupun bersama


Haga mataku terus berkeliaran mencari Jodhy.


Kulihat dia pergi dengan cemburu dan kesal saat tahu aku bersama Haga.


Setelah kupastikan kemana perginya dia,


aku mengambil ancang-ancang buat ninggalin Haga.


Kesempatan datang,


saat Haga sibuk berbincang dengan koleganya, aku berbisik ditelinganya kalau aku ingin ke toilet,


ia pun mengendurkan pelukkan dipinggang dan membiarkanku pergi.


untung saja Kak Aga belum sadar melihat Jodhy.


Kalau dia tahu mana mungkin dia melepaskanku,


walaupun aku merengek ke toilet sekalipun,


dia pasti nggak akan mengizinkan.


Aku menyusul Jodhy ketaman belakang.


Ada taman kecil dengan gazebo terbuka,


aku masih menatapnya yang terlihat kesal memukul-mukul salah satu tiang gazebo.



"Maukah Pangeran menemaniku berdansa"


ucapku mencairkan kekesalannya.


Ia berbalik, menatapku yang tersenyum dan langsung memelukku dengan erat..


"Kau pergi tanpa pesan, Aku sungguh merindukan-mu sayang"


Jodhy melepaskannya semua rasa khawatir dan kerinduannya padaku.


"Pangeran... bolehkah Aku berdansa denganmu"


mengulangi ucapanku dari balik punggungnya yang masih memelukku dengan erat.


Ia mengendurkan pelukannya, tersenyum,


lalu ia mundur beberapa langkah menunduk dan mengulurkan tangannya padaku.


"Dengan senang hati Tuan Putri"


Kamipun berdansa mengikuti irama dari dalam ruangan.


Haga yang menyadari ada yang tidak beres, karena aku belum juga kembali,


ia menghentikan perbincangannya lalu berpamitan meninggalkan mereka.


Ia nggak sabar untuk menemukanku.


Matanya terus berkeliling mencariku,


Nenek, Cakra dan Pengasuh Ma sadar ketidakberadaanku,


lalu mereka pun pergi mengikuti Haga.

__ADS_1


Keluarga Jodhy pun tampak mancari keberadaan,


mereka pun ingin memastikan kebenaran.


. . . .


Haga yang sudah ditaman belakang.


Matanya membulat lebar, hatinya terbakar cemburu saat melihatku yang sedang berdansa bersama Jodhy.


Sial. Berani sekali dia menyentuh gadisku lagi. Haga.


Kemarahan membuat langkah besar pada kakinya,


Ia langsung menarik tubuh Jodhy dan melayangkan bogem mentah beberapa kali diwajahnya.


Jodhy terjatuh..


"Berani sekali tangan kotormu menyuntuh tubuh tunanganku,


kau ingin mati"


Haga yang masih emosi, mengangkat kerah jas dengan kedua tangannya.


Aku yang kaget nggak pernah menyangka kalau Kak Aga akan berbuat sejauh itu langsung melerai mereka.


Keluarga Jodhy pun sangat terkejut melihat kejadian itu, papanya akan ikut membantu tapi tangannya dicegah oleh Nenek Jodhy.


"Kita pulang"


Haga menarik tanganku dengan keras, matanya merah penuh kemarahan.


"Nggak, aku nggak mau pulang, aku mau disini bersama Jodhy"


aku yang menolak pulang,


khawatir melihat kondisi wajah Jodhy yang dibagian bibirnya mengeluarkan darah.


"PULANG!!"


hardiknya keras dan langsung menyeretku.


"Maaf, tapi tadi dia bilang nggak mau pulang"


Jodhy yang sudah berdiri, menarik tanganku yang satunya.


pekik Haga tambah keras, menatap marah wajah Jodhy.


"Lepaskan!"


teriakku lebih keras dari mereka berdua. Kesal. Apa mereka pikir lagi main tarik tambang.


Mereka berdua menatap wajahku. Menciut.


*Gadisku kalau marah seperti singa kelaparan. Haga.


Yuki marah, seram juga. Jodhy*.


Mereka berdua menatapku.


Perlahan mereka melepaskannya.


Aku memegangi kedua pergelangan tanganku yang sakit.


"Ayo kita pulang, Nenek dan yang lain sudah menunggu"


Ucapnya berubah lembut.


Haga menggunakan senjata pamungkasnya.


"Apa kau lupa dengan janjimu pada Nenek"


tambahnya, membuatku tertekan.


Aku hanya diam, lalu Haga menarik tanganku meninggalkan Jodhy.


Diikuti Nenek, Cakra dan Pengasuh Ma.


Saat aku melewati keluarga Jodhy yang tanganku masih ditarik Haga,


Papa Jodhy memanggilku lirih,


tapi aku nggak bisa berdua apa-apa selain mengikuti kemauan Haga.

__ADS_1


Kami langsung berpamitan kepada pemilik rumah, Haga sudah tidak berminat melanjutkan pestanya.


Saat mobil kami tiba,


Haga langsung mendorong tubuhku masuk dengan kasar.


Nenek dan lain pulang menggunakan mobil di belakangnya.


Di mobil aku terus memaksa keluar dari mobil, tapi aku kalah karena tenaga dan tubuh Haga yang besar.


Keluarga Jodhy pun ikut berpamitan,


ia mengikuti mobil kami dari belakang.


Ketika mobil kami keluar dan berbelok,


tiba-tiba sosok seseorang menyebrang,


tepat mobil kami melintas didepannya.


Sopir menberhentikan mobil karena hampir saja dia menabrak orang tadi.


Kami berdua kaget.


Aku memaksa Haga untuk melihat kondisi orang tadi.


Mobil yang membawa Nenek pun mau tidak mau ikut berhenti, tapi mereka tidak Keluar hanya memperhatikannya dari dalam mobil.


Aku dan Haga sudah berada didepan orang yang mau kutabrak tadi,


mungkin karena kaget orang tersebut langsung pingsan.


Aku menghampiri dan membalikkan tubuh orang yang sudah pingsan tadi.


Kuperhatikan wajahnya dalam-dalam..


Mataku membulat tajam, kaget.


"AIDA!! "


teriakku menutup kedua mulutku tidak percaya orang yang dihadapanku adalah Aida.


Apa yang terjadi,


kenapa dia berpakaian kotor dan kumal seperti ini,


dan kenapa tubuhnya yang penuh luka dan memar..


Aku yang nggak sanggup melihat kondisi Aida.


"Kak, aku mohon bawa dia.. "


ucapku yang sudah berurai air mata menyentuh lengan Haga. Memohon padanya.


Jelas Haga tidak pernah tega melihatku yang sudah menangis seperti itu.


Ia langsung menyuruh salah satu pengawalnya untuk memapah tubuh Aida masuk kedalam mobil.


Kami sampai di rumah.


Dari luar gerbang rumah kami,


mobil Keluarga Jodhy mengawasi dari luar.


Saat satu persatu dari kami keluar dari mobil, Nenek Jodhy tampak mengenali salah satu dari anggota keluarga Yuki,


ia hanya menatapnya tajam, dan mobil mereka pun pergi..


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2