ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Jalan-jalan bersama Judith


__ADS_3

Keesokan paginya.


Mobil sedan putih telah bersiap menunggu komando perjalanan.


Ibu dan Aida tampak sibuk memasukkan barang-barangnya dan barang pesanan anak-anak.


Hari ini mereka kembali ke panti.


Kulirik wajah Aida berbeda, ia terlihat sangat gembira, pasti semalam terjadi sesuatu..


apapun itu, aku turut bahagia.


"Hati-hati di jalan ya Bu, Aida.. "


ucapkan sambil melambaikan tangan saat mobil mereka berlalu dari pandangan.


Judith yang berada disampingku, menariknya bajuku setelah mobil menghilang..


"Mamah"


"Iya sayang"


"Mama ga lupa kan hari ini kita akan jalan-jalan"


"Iya sayang, mama nggak lupa, pokoknya hari ini kita senang-senang.. tapi janji yaa.. besok kita pulang"


"iya mama"


"Baiklah, ayo kita berangkat"


Aku mengambil tas,


Papa menyiapkannya mobil lain untuk mengantarkan kami..


Aku mengajak Judith ke taman hiburan, makan dan berbelanja.


Judith ingin membeli oleh-oleh untuk anak-anak dipanti.


Judith memang seperti Peri kecil yang menebar senyum dan kebahagiaan, bersama dengannya waktu tak terasa, dan


tak bisa kupungkiri hari-hari bersamanya menjadi lebih ringan tanpa beban.


Ketika kami berkeliling,


mataku melihat baju hangat, aku teringat seseorang dan memasuki counter pakaian laki-laki. Aku membelinya. Lalu melihat bebrapa kemeja dan juga kaos aku pun membelinya.

__ADS_1


Ternyata saat aku sibuk memilih kemeja, sibuk memastikan warna dan bahan yang cocok, Haga melihatnya.


Haga yang saat itu memang sedang mencari udara segar, menghilangkan semua penat, apalagi saat kemarin dia bertemu denganku di pesta.


Membuat hatinya gelisah, tak tahan lagi ingin bertemu denganku, namun rasa egois dalam dirinya masih terkunci dengan rapat.


Matanya tajam menatapku, penuh amarah dan hatinya terbakar cemburu, ia pun pergi meninggalkan kami.


Setelah berhasil mendapatkan semua barang yang kuinginkan..


Aku ke tempat pembungkusan kado, mencari kotak yang pas untuk barang-barang yang kubeli tadi.


"Sayang, kita berkunjung ke tempat Nenek yang lain ya"


ucapku mengajak Judith setelah selesai acara pembungkusan tadi.


"Nenek? Jui masih punya Nenek lagi mah"


"Iya sayang, kita kesana ya"


"Iya mamah.. tapi Jui juga mau kasih sesuatu buat Nenek mah.. "


ucap Judith


"Bagaimana kalau kita mampir ke toko bunga dulu.. "


Setelah membeli bunga, supir langsung mengantarkan kami ke tempat tujuan.


Sampai didepan pintu gerbang, mobil dihentikan penjaga, aku membuka kaca mobil, saat salah seorang penjaga yang mengenaliku, langsung membuka pintu pagar mengizinkan mobil kami masuk.


Aku turun dan membuka bagasi, mengeluarkan beberapa kantong bawaanku yang kubeli tadi, sedangkan Judith sudah memegang bunga dengan kedua tangannya berjalan beriringan denganku.


Penjaga pintu memberi hormat dan membukakan pintu untukku,


dari dalam ruangan seorang pelayan langsung menghampiri,


setelah melihat kedatanganku ia pun memanggilkan pemilik rumah..


"Nona Muda.. "


ucap Pengasuh Ma yang berjalan menghampiri dan langsung memelukku.


"Bagaimana kabar anda Nona, kami semua merindukanmu.. "


ucapnya yang tiba-tiba menangis.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, bagaimana kabarmu, sehat? "


"Baik Nona, saya baik-baik saja"


Pengasuh Ma menyadari seseorang disampingku yang tampak antusias dan tak sabar disapa.


"Nona.. ini.."


ucapnya berjongkok dihadapan Judith,


aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala menjawab pertanyaannya tadi.


Pengasuh Ma langsung memeluk Judith..


"Halo sayang, siapa namamu? "


sapa Pengasuh Ma pada Judith.


"Halo Nenek, Aku Judith. Ini untukmu Nek.. sebagai salam pertemuan kita"


ucap polos Judith..


Pengasuh Ma menerima rangkaian bunga dari tangan Judith.


"Terima kasih sayang, kamu cantik sekali, kamu mirip mamamu.. "


ucap Pengasuh Ma, yang memeluk Judith sekali lagi...


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2