ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Ternyata Dia baik


__ADS_3

Ah, apa ini, kenapa tubuhku melayang.


Yuki yang tersadar, menyadari Haga yang membawaku dalam pelukannya, aku kembali menutup mata.


Pura pura tidur lagi.


Haga menggendongku penuh perasaan, begitu pelan dan lembut.


Dengan perlahan tubuhku di taruh di tempat tidur.


Seolah tidak mau membanguunkanku yang tertidur.


Ah, ternyata dia baik juga.


Sikap arogan dan dingin saat menatapku seakan sirna.


Lalu Haga duduk di pinggir ranjang, membuka sepatuku.


Haga menyentuh wajahku, menyibak rambut keritingku. Menyentuh benjol di kepalaku.


Gillaaaa, jantungku seakan mau lompat keluar, dia beneran menyentuh wajahku.


Haga pun bangkit dari duduknya, keluar kamarku.


Kubuka mataku perlahan. Masih nggak percaya dengan barusan yang terjadi. Memastikan kalau Haga sudah benar-benar keluar.


Aku turun dari ranjang, duduk di meja rias, kulihat keningku, benjol yang sudah sedikit membiru.


Masih terasa sakit saat kusentuh.


Kaget ku bertambah, pintu kamar dibuka.


Aku berbalik.


Seperti maling yang kepergok warga, kepanikan muncul di wajahku. Canggung.


Ternyata Haga kembali dengan membawa nampan berisi mangkok, es batu dan kain.


Aku sama sekali nggak berani bergerak cuma diam menatapnya, sedangkan Haga menaruh nampan tadi di pinggir meja ranjang, lalu menariku duduk ke tempat tidur, dan dia mengambil kursi yang kududuki tadi.


Dengan lembut Haga mulai mengompres benjolku. Wajahku nggak berkedip menatapnya.

__ADS_1


hei, tolong kondisikan tanganmu, jantungku yang sudah berdebar tidak karuan.


Aku benar-benar melihat dengan jelas wajah Haga yang tampan.


Diam dan masih tanpa ekspresi saat menyentuh wajahku.


Setelah beberapa saat yang dirasa Haga Aku sudah lebih baik, ia taruh kain tadi, dan akan membawa nampan tadi keluar.


"Terima kasih"


ucapku menyentuh tangannya.


Haga berbalik menatap wajahku sesaat, masih tanpa ekspresi dan bicara dia langsung keluar kamarku.


OMG, ngomong kek, malah ngeloyor gitu aja. cih.


Aku menatap malas belanjaan yang sudah berjajar di pojok ruangan kamarku.


Itu banyak banget sih, orang kaya memang nggak pernah kekurangan uang ya.


Kubuka satu persatu dan kususun semua masuk ke dalam lemari.


Dan aku terkejut ketika menemukan salah satu kantong belanjaan tadi berisi perlengkapan melukis.


Kapan dia melihatku, apa saat itu. Tuan Besar Haga ternyata baik dan perhatian.


Walau tidak banyak bicara tapi dia tahu apa yang kumau, tidak seperti yang satunya, cih.


Membayangkan wajah Cakra jadi kesal sendiri.


Tiba-tiba aku teringat sosok yang kukejar tadi.


Tanganku mengambil kertas gambar, membuka satu lembar kosong, dan mulai membuat sketsa wajah dan di bawah sketsa wajah itu aku tuliskan


"TUNGGU AKU, DIMANAPUN KAMU, AKU PASTI MENEMUKANMU"


Dikamar menunjukkan jam 11


ah perutku berbunyi, nggak bakal bisa tidur.


Aku turun dari ranjang, membuka pelan pintu kamar, berjalan pelan keluar kamar,

__ADS_1


duh udah gelap, turun ga yaa, nggak usah deh, besok aja.


Aku berbalik, Haga sudah ada dibelakangku, sempat kaget, dia tidak bicara hanya melewati ku.


Aku balik ke kamar, langsung menutupi tubuhku dengan selimut.


Malu banget, apalagi mengingat saat Haga yang begitu dekat dengan wajahnya, mengompres benjol tadi.


Kudengar pintu dibuka.


Haga sudah berdiri di samping ranjangku. Membawa piring berisikan sandwich dan segelas air.


Ia sibakkan selimut yang menutupi tubuhku. Ia tahu aku belum tidur,


kubalikkan badan yang masih pura-pura tidur tadi, melirik yang ada di meja samping ranjangku.


Aku bangun dan duduk di pinggir ranjang, mengambil sandwich tadi dan langsung memakannya dengan lahap.


Haga masih berkeliaran di kamarku.


Melihat kamarku yang berantakan habis membongkar belanjaan, matanya tertuju pada kertas gambar yang dia yakini aku sudah mengisinya.


Lalu Haga lihat kardus handphone yang belum kusentuh sama sekali,


Haga bongkar, pasang SIM card, dan mendaya isi ulang handphoneku...


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2