ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Peraturan Cakra


__ADS_3

Pagi ini aku terbangun masih mengenakan baju semalam.


Kulirik meja di samping ranjangku, harmonikku sudah tergeletak disana.


Makasih ya kak, kakak memeng yang terbaik.


Senyum legaku,


sambil mengambil harmonika tadi dan menatapnya.


*Dan, pasti semalam juga dia yang mengendongku.


Tapi semalam itu... rasanya benar-benar nyata dan indah,


aku bermimpi bertemu dengan pangeran impiannku...


dia.. mencium ku*..


Aku buru-buru menutup wajahku dengan selimut yang memerah karena malu.


Mesum kau Yuki, pagi-pagi sudah mesum.


Flashback on


Setelah Haga mencium Yuki,


ia buru-buru melepaskan ciuman dan pelukannya.


Tersadar dengan apa yang dia lakukan.


Aku pasti sudah gila, kenapa aku nggak bisa menahannya, sedikit lagi , dia ini kan sudah pasti jadi milikmu. Sabar Haga. Dia ini wanitamu, selamanya yang akan kamu miliki.


Haga langsung berdiri,


menyelimuti tubuhku.


Sebelum keluar kamar, ia mengeluarkan harmonikaku dari sakunya.


Menatapku lagi, lalu meletakkan harmoni tadi dimeja samping ranjangku.


Flashback off


. . . .


Ini kan hari pertama kuliah,


Aku harus cepat turun, kalau nggak si kepala udang marah-marah lagi.


Saat kuturun,

__ADS_1


tidak ada seorang pun di meja makan,


ah.. Kak Aga pasti sudah berangkat.


"Nona, setelah sarapan, Nyonya Besar menunggu anda di ruangannya"


Ucap Pengasuh Ma,


Aku hanya mengangguk, lalu mulai sarapan, setelah itu keruangan Nenek.


Nenek memberiku Kartu Identitas dan Kartu Mahasiswa.


Ia berkata, hal lainnya di serahkan pada Cakra.


Ih, Lagi-lagi harus berurusan sama berandalan kepala udang yang menyebalkan itu,


baru disebutkan namanya saja udah bikin bete, apalagi nanti tiap hari bertemu dengannya.


Kenapa nggak Kak Aga sih aja yang ngurus semuanya.


Keluhku dihati saat keluar dari ruangan Nenek, dengan muka sudah ditekuk, kayak kukusan butut..


Tapi.. dimana orang nya yaa,


jam segini belum keluar kamar,


pasti semalam dia mabuk lagi, lebih baik aku ke kamarnya aja deh.


"Kalo jalan pake mata"


Gerutunya saat akan bertabrakan denganku.


sabar Yuki, sabar..


"Aku udah siap nih, kita berangkat sekarang"


"Tar.. gue mau sarapan dulu, gue juga laper,


lo siap-siap sonoh"


usirnya ngeloyor pergi.


Aku masuk kamar,


mengambil tas, memasukkan kartu Identitas dan mahasiswa ke dompet, beberapa buku, dan tak lupa harmonikaku.


Kudengar dari bawah, klakson mobil terus dibunyikan berulang kali.


ih, tuh orang bener-bener ya, nggak sabaran banget.

__ADS_1


Mobil Jeep merah Cakra melesat dengan cepat memasuki pelataran kampus.


"Denger baik-baik, buka kuping lo lebar-lebar. Gue bilang ini cuma sekali.


Selesai kuliah lo jangan terlambat kesini.


Gue bakal tunggu dan anterin lo balik, begitu juga dengan berangkat.


Nggak ada keluyuran. Genit-genitan. Tebar pesona.


Karena hari ini hari pertama lo, tiga hari ke depan lo bisa ikutin gw,


gw nanti bakal kasih tau semua ruangan lo yang mana aja, eits... tapi lo jangan seneng dulu,


elo cuma ngikutin gw dari jarak jauh.


Jangan pernah negor gue, atau bicara ama gue kalo lagi di kampus, gue nggak mau sampe temen-temen gue tau, gue kenal lo apalagi lo tinggal dirumah gue.


Awas, jangan macem-macem.


Gue bakal terus ngawasin lo, karena ini pesan dari Nenek.


Elo ngerti kan"


ucap Cakra mengakhiri peraturannya.


hah.


Aku hanya mengangguk.


Aku mengekori Cakra memberi jarak agak sedikit jauh, terus mengikuti langkah kakinya.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2