ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Kemarahan Julie


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa,


Papa Jodhy dan Jodhy sudah berangkat ke kantor.


Seharian ini aku sibuk beberes.


Sore hari setelah pekerjaanku selesai,


aku berjalan ke arah ruangan yang ada pianonya.


Aku kangen banget, pengen banget main.


Tapi ini bukan di rumah Nenek,


ah.. Nenek bagaimana kabarnya ya?


Aku jadi merindukannya.


Walaupun Nenek yang mengatur semua itu,


aku tetap nggak bisa pungkiri,


aku sayang mereka, mereka sudah menjadi bagian dari diriku.


Tanganku yang sambil meraba dan meneliti piano tadi tidak menyadari kedatangan seseorang di ruangan itu..


"Ah, ternyata mataku tidak salah lihat, itu memang kau wanita murahan"


hardik seseorang dibelakangku.


Aku berbalik, kaget, ternyata wanita yang pernah memarahiku di cafe, Julie, sudah berkacak pinggang dengan tatapan sinis dan marah kepadaku.


"Pakaian itu memang pantas wanita seperti-mu, dasar wanita kampung"


ucapnya sambil menunjuk-nunjuk dadaku,


membuatku mundur beberapa langkah menghindarinya.


Ia mendelikkan matanya,


tidak Terima aku seperti mengalah,


tangannya langsung menarik rambutku, menampar wajahku dan menghempaskan tubuhku jatuh ke lantai.


Aku cuma menunduk,


tidak ingin membalas, atau mencari ribut,


aku nggak meladeni sifatnya yang mulai kekanakkan.


"Tangan kotor seperti ini tidak pantas menyentuh barang -barang semahal itu"


ucapnya lagi dengan mencengkram tanganku dengan erat.


"Wanita kampung seperti-mu,

__ADS_1


hanya bisa bermimpi saja.


Niat busuk-mu sudah terbaca olehku,


kau berada di sini hanya untuk menjadi benalu, menguras harta keluarga Jodhy,


iya kan... ayo jawab"


Kemarahannya masih belum berakhir,


seolah masih belum puas,


aku yang dituduh seperti itu merasakan tiba-tiba dadak sesak, sakit, tanpa terasa airmataku mengalir.


"Sekarang apa lagi ini, kau pura-pura menangis, dasar wanita murahan"


emosinya menjambak lagi rambutku.


Nenek dan Mama Jodhy yang baru turun kaget melihat kejadian itu..


"Julie, sedang apa kau? Apa yang kau lakukan? "


teriakan keras Nenek Jodhy menghentikan aktivitas Julie yang menjambak rambutku.


Wajah Julie langsung pucat dan gugup,


ia seperti kehilangan kendali dan lupa kalau dia datang sebagai tamu bukan pemilik rumah.


"Gadis berpendidikan seperti-mu melakukan hal seperti ini. Bikin malu"


Nenek Jodhy terlihat murka menatap Julie.


merapikan pakaian dan rambutku yang kusut.


Julie masih belum menjawab,


ia masih takut dan mengatur nafasnya.


"Ada apa kau kemarin, cepat katakan dan pergi"


"Ah.. ini Nek, aku mau memberikan undangan pesta.


Acaranya hari minggu ini, Aku hanya ingin mengantarkan ini saja,


baiklah kalau begitu aku pamit Nek"


Julie yang memberikan undangan tadi kepada Nenek Jodhy.


Dan pergi tanpa merasa bersalah atau meminta maaf sedikit pun kepada atas kemarahannya tadi.


Nenek dan Mama Jodhy menatapku.


Seolah ada pertanyaan yang ingin dia tanyakan mengapa seorang Julie bisa melampiaskan kemarahannya yang begitu besar,


tapi tidak tega melihat ku yang masih menahan isak tangisku pelan.

__ADS_1


Akhirnya Nenek Jodhy menyuruhku beristirahat di kamar.


. . . .


Malamnya Jodhy ke kamarku.


Ia terlihat khawatir apalagi setelah mendengar cerita dari Nenek dan Mamanya,


yaa.. walaupun nggak cerita lengkap sih..


Ia melihat tanda merah dipipiku masih terpampang nyata.


"Masih sakit? "


menyentuh pipiku. Aku mengangguk.


Lalu Jodhy keluar dan nggak berapa lama ia kembali dengan sebuah telur matang yg dingin di rendam es batu,


ia menggeleng-gelengkannya dipipiku.


"Kenapa hanya diam saja,


apa kau akan tetap diam ditindas seperti itu"


Jodhy yang masih marah dengan perbuatan Julie, namun dia melihatku hanya tetap diam.


"Aku nggak apa-apa Jod, kamu nggak usah khawatir"


"Bagaimana bisa kau bilang jangan khawatir, kau anggap aku apa hah..


Julie sudah kelewatan, aku nggak bisa diam saja"


"Udah nggak usah di perpanjang lagi Jod, sungguh aku nggak apa-apa"


ucapku sambil tersenyum mencoba menenangkannya.


"Baiklah, kau istirahat sekarang"


ucapnya, mengecup keningku, lalu Keluar..


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2