ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Perkebunan


__ADS_3

Setelah makan aku menceritakan lagi tempat yang sudah Kak Aga lihat.


Danau, pohon besar ini, rumput-rumput hijau yang berhamparan, ayunan kuceritakan semua.


Haga tampak lega, bahagia dengan perubahan yang terjadi padaku.


ya ampun, daritadi dekat banget, ngeliat kak Aga dari jarak dekat dan waktu yang cukup lama, membuatku deg degan.


Kami berpamitan, pulang ke perkebunan.


Ame, para pengawal dan pelayan menyambut kedatangan kami.


Malam hari diperkebunan,


tampak berbeda, angin dingin malam meniup ditubuhku,


tapi tak kurasakan dingin, karena Kak Aga terus memelukku,


dan terus berada disampingku.


Membuatku nyaman berada disisinya.


Malam ini aku nggak mau tidur di kamar,


aku meminta Kak Aga untuk tidur di perapian bersamaku.


Aku yang duduk bersandar di perapian bersama kak Aga,


banyak bercerita, bercerita tentang diriku selama tinggal di panti, tentang kesukaan dan lainnya.


Ini pertama kali nya aku merasa dekat sekali dengan Kak Aga,


seperti tanpa ada batasan.


Dan Aku pun lagi-lagi tertidur dalam pelukan hangat Kak Aga.


Haga yang sudah tau aku tidur,


membenarkan posisiku,


merebahkan tubuhku agar lebih nyaman.


Haga terus memandangi wajahku,


mengelus rambutku, dan mengelus pipiku dengan lembut.


Dalam diam tanpa bersuara,


hasrat bergejolak Haga muncul kembali,


naluri laki-lakinya kembali muncul,


ia mengangkat daguku perlahan,


menyentuh mulutku agar terbuka sedikit,


dan dengan hati-hati, sesuatu yang lembut dan hangat mengalir ditubuhku.


Haga terus menciumku dengan geloranya yang membara.


Ia tersadar ketika aku merasa kehabisan nafas.


Haga langsung melepaskan ciumannya,


takut aku terbangun.

__ADS_1


huh, gadisku, bagaimana aku bisa menahan ini lebih lama, kau seperti candu, setiap aku melihat bibirmu yang sedang tertidur , aku ingin segera memakannya.


. . . .


Tak terasa sudah hampir satu bulan aku di perkebunan.


Banyak kegiatan yang kami lakukan,


aku jalan-jalan, berbelanja,


dan yang terpenting Kak Aga mengajariku menunggang kuda.


Aku diajarkan sampai bisa olehnya.


Canda tawa pun tercipta di perkebunan,


bahkan Ame tidak menyangka dengan perubahan Tuan Besarnya,


kini dia sudah banyak bicara, tersenyum, tertawa dan tidak ada lagi sikap dingin atau angkuh yang dia tunjukkan.


Ame pun sempat bercerita,


karena dia mengenal Kak Aga sedari kecil. Rahasia yang tersimpan kenapa Kak Aga dingin, angkuh, sombong dan tidak bersahabat.


Semua terjadi karena kecelakaan pesawat yang menimpa kedua orangtuanya.


Saat mereka akan pulang ke Indonesia,


pesawat yang mereka tumpangi hancur dan kedua orangtuanya meninggal.


Mereka dibesarkan tanpa kasih sayang orangtua.


Nasibnya hampir sama denganku,


namun aku merasa tetap jauh lebih beruntung, walaupun dibesarkan di pantai asuhan,


Sedangkan Kak Aga dan Ara, mereka bergelimang harta, tanpa kasih sayang orangtua,


hanya Nenek mereka yang membesarkannya.


Mungkin itu sebabnya juga yang membuat Cakra sering keluar malam,


mabuk-mabukkan, mencari kesenangan dengan perempuan yang dibilang seperti piala bergilir..


ck, ck, aku jadi kasihan sama si kepala udang, mungkin nanti saat aku pulang,


aku akan lebih baik kepadanya.


"Kak, besok kita pulang ya,


aku mau kuliah, sudah dua bulan aku bolos,


aku ketinggal banyak pelajaran dan lagi pekerjaan kakak terbengkalai karena aku"


"Maafin aku ya kak, ngerepotin kakak terus"


ucapku, berbicara saat sore hari,


Kak Aga sedang mendorong ayunan dipekarangan belakang.


Haga menghentikan dorongannya,


berjalan kedepanku, menatap mataku.


"Apa kamu sudah benar-benar sehat,

__ADS_1


dan siap kembali menjalankan rutinitasmu"


"Aku baik-baik aja kak,


sudah sepenuhnya pulih sekarang"


menatap balik matanya, mencoba meyakinkan.


"Baiklah, kalau begitu besok kita pulang"


"Asyikk, makasih ya kak,


aku sudah kangen Nenek dan yang lainnya"


tanpa sadar aku sudah memeluk Kak Aga karena kegirangan.


Haga yang melihat tingkahku,


cuma bisa senyum-senyum sambil mengelus rambutku.


nah, ini baru gadisku, gadis ceria dan penuh semangat.


"Besok pagi, sebelum pulang kita mampir dulu ke Ibu ya,


berpamitan"


Aku mengangguk di pelukan Kak Aga.


Tuhan terimakasih. Aku baik-baik saja.


Hatiku lega.


Terima kasih karena kau tak membiarkan aku sendiri dalam ketakutan ini,


karena selalu ada dia di sampingku.


Aku tidak ingin menyombongkan diri, tapi pelukan dan tangannya yang hangat selalu ada untukku.


Tapi entah kenapa, ada perasaan aneh, perasaan aneh saat melihat tatapan matanya, dan disaat aku berjauhan dengan nya, aku aku, aku jadi merindukannya.


Perasaan rindu yang berbeda bukan seperti kakak beradik,


tapi itu nggak boleh terjadi, ingat Yuki, dia kakakmu,


kakak terhebat yang pernah kamu miliki.


Kakak tersayangku.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2