ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Seleksi Kompetisi Basket


__ADS_3

Paginya.


Kak Aga bilang,


pengacara akan mengurus semua.


Ara hampir tidak percaya aku dapat merubah keputusan kakaknya.


Dan hari ini aku mulai kekampus.


"Denger, aturan tetap sama!


Pulang kuliah nggak usah keluyuran, lo tunggu gue disini"


ucap Ara.


Ya ampun! Kirain udah berubah.


Perasaan semalam baru minta maaf deh.


Dasar berandalan kepala udang.


. .


Di Hall Basket kampus,


lagi ada seleksi pemain untuk kompetensi tanding basket lawan kampus lain.


Suara riuh dan teriakan dimana-mana.


Carlo yang melihatku, bergegas menghampiri. Menyapa dan menanyakan kabar.


Dia senang melihat kondisiku yang sudah pulih.


Carlo mengajakku buat nonton bareng.


Dia bilang Barat lagi tampil, dan dia terpilih sebagai pemain cadangan.


Diam-diam Cakra mengikuti kegiantanku. Memantau dari kejauhan, memastikan apapun nggak akan lolos dari matanya, apapun mengenaiku.


Seleksi tim basket berlangsung seru,


Barat tampil maksimal dan bersemangat.


Aku memberi semangat dan bergabung dengan yang lain.


Kulihat, Ketty ada di pinggir lapangan, terus memandangi Barat,


memegangi handuk dan botol air minum.


Seleksi usai,


Ketty langsung berlari,


sibuk mengelap keringat Barat dengan handuk dan memberikan botol air.


Dan ketika Barat menyadari keberadaanku. Yang tersenyum dari kejauhan dan memberikan jempol semangat.


"Yuki"


langsung mengambil tas basket dan berlari menghampiriku,


meninggalkan Ketty yang terpaku dengan kesal.


"Hebat"


"Lo, udah mulai kuliah?


Kok nggak telpon gue sih"


ucapnya bersemangat dihadapanku.


"mm.. baru hari ini"


"hari ini"


"heem, tadi ketemu Carlo,

__ADS_1


dia ngajakin nonton bareng"


"oh, gitu,


eh, lo tunggu sini ya,


gue mau mandi ama ganti baju dulu,


ngga enak keringatan begini"


" yaudah, aku masuk kelas dulu aja,


kangen sama yang lain"


ucapku berbalik akan ninggalin Barat.


"Ki, pulang bisa nggak kita jalan,


ada hal yang mau gue omongin,


penting, please"


ucapnya menarik tanganku,


tatapannya penuh harap.


"... gi-ma-na ya.. "


"Please, gue mohon,


gue nggak bisa ngomong dikampus"


ucapnya lagi.


"Aku nggak bisa janji Barat, sorry banget!


Tapi nanti aku coba,


tapi aku tetap nggak janji yaa"


ucapku berlalu dari hadapannya.


Ia merasa, bahwa dia yang sejak tadi bersamanya, tapi aku yang mencuri perhatian Barat.


. .


Saat istirahat.


Aku memberanikan diri menghampiri Cakra, dengan tatapan tidak suka dari teman-temannya apalagi cewek yang terus bergelendotan dilengan Cakra.


Mereka kasak kusuk sendiri,


apalagi saat melihat Cakra mengikutiku.


Yang tidak aku ketahui,


Barat pun melihatnya,


rasa penasaran semejak peristiwa itu masih ada dibenaknya.


Barat terus memperhatikan obrolan seriusku dengan Cakra.


"Aku izin pulang telat ya dan nanti kamu nggak usah nungguin aku"


"Lo mau kemana? "


Cakra terlihat tidak senang.


"Barat memintaku menemaninya"


"Nemenin? Kemana?


Emangnya dia anak kecil sampai harus elo segala yang nemenin"


ucapnya terdengar nyolot.


"Ra, sekali ini aja! Kamu tuh kenapa sih? Ngomong julit banget,

__ADS_1


perasaan aku nggak pernah bikin salah deh, yaa... kecuali peristiwa itu.. "


"Emang ka-mu masih dendam gara-gara aku teriakin maling"


"Kalau itu masalahnya,


aku benaran minta maaf aku kan juga nggak tau"


"elo ya, malah ngebahas gituan"


"Ya, habis apalagi dong alasannya,


kamu kayanya benci banget sama aku"


"Pokoknya nggak boleh"


"Ra, sekali ini aja, please"


ucapku menyentuh tangannya.


"Bukan gitu Ki..,


kalau Nenek, Kak Aga, tanya lo, gue harus bilang apa?


Yaa... kecuali.. "


ucapnya menggantung,


sambil memutarkan bola matanya.


"Kecuali apa? "


"Kecuali lo ajak gue,


kalau mereka tau lo ama gue,


pastinya nggak akan tanya macem-macem"


Sesaat aku berfikir.


"Ta-pi Ra, nggak enak dong,


Barat bilang ini masalah penting"


penting apaan, jangan-jangan Barat mau nembak lagi.


"Aku janji, nggak akan lama,


setelah selesai, aku langsung pulang"


ucapku merenggek lagi.


"Gak! Gak! Gak!


Sekali gue bilang nggak, ya nggak! "


ucapnya setengah berteriak.


"Awas kalo lo macem-macem"


Cakra ngeloyor pergi.


. . ..


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2