ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Ada Apa Dengan Haga


__ADS_3

Di meja makan, Nenek, Haga, dan Cakra Secara bergantian melirikku.


"Jaga kesehatanmu, Lusa kau sudah mulai masuk kuliah"


ucap Nenek setelah sarapan usai.


Aku hanya menatap wajah Nenek sesaat, tetap diam.


"Dan Kau, jaga dan awasi adikmu baik-baik, Nenek tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi, Apalagi kalau kau sampai menggangunya"


Ucap Nenek tegas pada Cakra.


Kali Cakra tidak mengeluh, ataupun mengeluarkan suara, tetap diam.


ah, Lusa mulai kuliah, kalau menolakmu pasti tetap nggak bisa, ketemu kepala udang tiap hari, ish. Tubuhku bergidik sesaat.


Haga tidak kekantor, karena weekend.


Di meja makan sesekali dia terus mencuci pandang pada Yuki, entah apa yang difikirkan, tapi menurut seisi rumah mereka pasti bertanya-tanya, Ada apa dengan Haga?


Dia banyak sekali berubah setelah pulang dari perkebunan, sering bicara, tidak mengurung diri lagi di kamar, kadang ada senyum yang terpancar di wajahnya.


Semua perubahaanya terjadi saat Yuki hadir di keluarga itu.


. . . .


Kuhempaskan dan kurentangkan kedua tanganku pada lantai dingin kamarku.


Mataku terpejam. Pikiran ku melayang.


Mencari suasana yang selalu kurindukan.


Saat aku sedang berlarian ke danau, yang dihiasi rumput hijau, tempat biasa aku merasakan kesendirianku.


Merasakan suara gemericik air dan hembusan angin yang menyejukkan dada...


Tubuhku menggeletak pada posisi miring, tapi perasaan yang kurindukan itu tak dapat ku rasakan.

__ADS_1


Malah yang terdengar suara langkah kaki, semakin lama semakin mendekat, dan tepat berhenti disamping tubuhku.


Perlahan kubuka mata, kulirik Haga sedang membenarkan posisi duduknya, bersandar pada tembok kamarku.


sedang apa dia? Ku lihat matanya terpejam dan terpasang hetset ditelinganya.


Aku penasaran, bangkit dari posisiku, menghampiri nya. Duduk disebelahnya.


Haga yang sudah merasakan keberadaanku, membuka matanya, pandangannya beralih padaku yang penasaran.


Dia lepas kedua hetset nya, lalu menempelkan di telingaku.


Ya Tuhan, apa ini, indah sekali. mataku terpejam mendengar suara dentingan piano di telingaku. Nada yang mengalun benar-benar indah membuatku terlena.


Haga yang masih dengan posisi bersandar di tembok, matanya terpejam kembali, seolah merasakan hal yang sama denganku, padahal kedua hetset tadi ada di telingaku.


Aku membuka mata, melihat Haga yang dihadapanku, tanganku reflek menyentuh pipinya, membuat Haga terkejut dan membuka matanya.


Entah apa yang merasuki Haga, tangannya malah memegang tanganku.


Kesadaran pulih, ada rasa malu Menggelayutiku,


buru-buru kualihkan tanganku, mengambil salah satu hetset ditelingaku.


"Kita sama-sama dengerinnya ya kak Aga"


ucapku canggung, langsung menempelkan hetset tadi pada telinga Haga.


Apaan sih, kok jantungku berdegup kencang yaa.


Haga yang menatapku,


dia tau aku canggung, malah menambah jantungku nggak karuan,


dia menyilangkan tangannya masuk ke tanganku dan jari-jarinya mulai merekatkannya padaku.


Menggenggam nya erat.

__ADS_1


Aku terkejut dengan sikapnya, mencoba melepaskan rekatan jemari Haga dari tanganku, Haga malah menyandarkam kepalanya di bahuku.


Astaga, kak Aga, kenapa matanya ditutup sih, dan ini kenapa sih tanganmu, tolong dong bisa dikondisikan. Masa sih kak Aga, denganku, ah, ga Mungkin. Yuki bodoh jangan sembangan berfikir aneh-aneh deh.


Pikiran ku yang kalut melihat sikapnya.


. . . .


Haripun makin siang.


Bahuku mulai terasa pegal, karena sedetikpun Haga nggak mau bergeser.


Perlahan tanganku, menggeserkan kepalanya, agar bersandar ke tembok, melepaskan rekatan tangannya, kulepas hetset di telingaku.


Aduh, pegel banget.


gumaku dihati, sambil mengerak-gerakkan bahuku. Aku keluar kamar, meninggalkan sendiri di kamar...


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2