ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Aida 2


__ADS_3

Setelah aku rasa Aida agak baikan,


aku membantunya berdiri, memapahnya keluar untuk membersihan dirinya dikamar mandi.


Aku membantunya menyisirkan rambut Aida, Aku melihat beberapa benjolan dikepala Aida, bekas pukulan keluarga yang mengadopsinya.


Aku hanya menahan pekik mulutku,


belum lagi memer-memar yang terlihat jelas di wajah, lengan dan mungkin bagian dari tubuh Aida yang masih tak terlihat mata.


"Mereka bener-benar kejam"


"Sudahlah, mungkin sudah nasibku.


Sejak lahir sampai sekarang pun aku memang tidak beruntung dan bisa bahagia,


sekalinya keluar panti malah seperti ini.. "


ucap Aida yang berusaha tetap tegar dihadapanku.


Ia tidak mau lagi menangis dihadapanku, ia tahu aku pasti akan sangat mencemaskannya.


Aku hanya bisa memeluknya, mengelus punggungnya,


berusaha membuatnya tegar dan meyakinkan Aida bahwa aku masih akan selalu ada buatnya.


"Kita turun"


ucapku memapah Aida turun.


Aku membawanya keruang makan dan segera menyuruh pelayan menyiapkan makanan yang paling enak.


Kulihat Aida makan dengan lahap dan menghela nafasnya. Seperti dia sudah tidak makan berhari-hari.


Haga yang memang terus berada disampingku, tanpa suara, hanya memperhatikan kami.


Cakra yang baru saja turun berencana akan sarapan, walaupun jam sarapan sebenarnya sudah lewat.


Saat melihat makan Aida yang terlihat rakus, hanya bisa menelan ludahnya, ia tidak jadi makan, selera makannya langsung hilang.

__ADS_1


busyet... nih cewek nggak makan berapa hati, segitunya dia makan.


Aku hanya bisa menatap Aida penuh kepedihan tidak bisa berlama-lama, mataku sudah nggk bisa lagi membendung airmataku yang akan keluar.


Haga dan Cakra cuma bisa melihatku yang akan menangis dan aku meninggalkan mereka.


Aku nggak tega melihat sahabat terdekatku sangat menderita. Jika aku bisa menggantikan derita Aida, setengah saja... Biarkan aku dapat merasakan itu...


Aku berlari, keruangan Nenek.


Walaupun hati Nenek bergejolak,


Nenek melihatku tetap tenang yang menahan isak tangisku...


"Nek.. Aku mohon, bantulah aku kali ini.


Aku memang tidak bisa menjanjikan apapun, tapi untuk sekarang aku akan tetap berusaha disini Nenek.


Aku tidak akan berulah ataupun membuat Nenek cemas, asalkan Nenek mau membantu Aida.


Dia sahabatku Satu-satunya Nek.. Aku mohon Nek... Nenek mau membantunya.. "


"Bicaralah dengan Haga, mungkin ia bisa membantu-mu"


ucap Nenek.


Setelah mendengar kata-kata Nenek, aku bangkit dan berdiri, ketika kubuka pintu, saat keluar Haga sudah berada dihadapanku.


Aku menatapnya dengan tangis penuh harap. Mataku memohon belas kasih.


Tanpa banyak bicara, Haga seolah tahu semua masalahku. Ia menghapus airmataku, sedang aku yang sudah tidak kuat menahan sesak dalam dadaku hanya bisa menghempaskan tubuhku kedalam pelukannya.


Cakra yang baru akan kekamarnya, melihat kami sedang berpelukan, didalam hatinya, ada rasa yang mengiris-ngiris, seperti tersayat dengan pisau, membuat luka dan berdarah.


Ia pun nggak sanggup berlama-lama menatap, segera pergi dari hadapan mereka. ..


. . . .


Dua minggu berlalu

__ADS_1


Luka disekujur tubuh Aida dan mentalnya sudah mulai membaik.


Aku pun sudah menceritakan duduk perkara Aida kepada Haga.


Pengacara Keluarga Haga langsung menangani, dan berhasil memenangkan kasus Aida.


Surat-surat adopsi Aida ditahan oleh Pengacara Haga dan Hak Asuh atas Aida dicabut,


keluarga tersebut diharuskan membayar denda pada pengadilan,


dan agar kelak tidak ada kejadian serupa,


pihak Pengacara Haga membuat perjanjian hitam diatas putih bermaterai agar kuat juga dimata hukum,


agar tidak menggugat atas kebebasan Aida dikemudian hari.


Bebasnya Aida membuat bisa bernafas dengan tenang.


Aku meminta izin lagi pada Nenek untuk membiarkan Aida tetap tinggal, agar aku punya teman ngobrol dirumah.


Nenek mengizinkan dan keadaan rumah sudah mulai normal..


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2