
Mulai hari ini dan seterusnya,
aku tinggal kembali bersama Nenekku.
Aku memasuki kamar yang sudah tiga bulan kutinggalkan.
Sama sekali tidak ada yang berubah,
semua pada tempatnya.
Rapih dan bersih.
Aku duduk di tepi ranjang,
menatap berkeliling,
semua perasaan yang kurindukan dan kubenci keluar bersamaan.
. . . .
Keesokan hari.
Haga memberikan perintah,
jika aku akan pergi atau ke kampus harus dikawal oleh beberapa pengawal dan mendapatkan izin darinya.
Aku dilarang keras berhubungan dengan orang luar,
apalagi dengan Jodhy,
ia bahkan murka ketika menyebutkan namanya.
Yang keluar dari mulut Haga hanya perintah dan perintah.
Walau aku tidak menginginkan,
bagai burung disangka emas,
apa daya akupun sudah terikat janji akan tetap disisi Nenek,
menjaganya..
Setelah sarapan.
"Pergilah dengan Pengasuh Ma,
malam ini kita akan datang ke undangan pesta"
ucap Nenek, saat aku sedang mengupas buah apel untuknya.
"Pesta"
aku menoleh ke arah Nenek.
"Cari-lah gaun untuk kau pakai malam ini"
suruhnya lagi.
"Aku nggak usah ikut ya Nek,
dirumah saja"
sahutku yang memang malas keluar rumah kalau tidak ke kampus.
"Pesta ini sangat penting untuk keluarga kita, jadi bersiap dan pergilah"
ucap Nenek kali ini tidak ingin ada lagi penolakan dariku.
huh,
nggak bisa cari alasan lagi,
bagaimana pun aku harus tetap ikut,
__ADS_1
ah... malas banget..
"Baiklah Nek,
kalau gitu nggak usah beli gaun lagi,
gaunku masih menumpuk dilemari.
Kalau boleh aku ke salon saja Nek.. "
pintaku.
Nenek mengangguk dan tersenyum.
"Minta Pengasuh Ma menemanimu yaa"
Aku pamit diri dan langsung mencari Pengasuh Ma.
Tadinya aku sempat berfikir ini kesempatanku untuk menghubungi Jodhy,
karena setelah kepulangan ke rumah Nenek sangat susah berkomunikasi dengan-nya.
Bahkan Handphone yang sudah lama kutinggalkan kemarin saat pergi,
sekarang terjaga ketat oleh Kak Aga.
Selalu ada pengecekan,
kecuali tetang kampus ada kelonggaran.
. . . .
Saat kami akan pergi,
beberapa pengawal langsung sigap berada dimobil dan pengawal lainnnya mengikuti kami dari mobil yang lain.
hah.
Aku hanya bisa menatap dan menghela nafas panjang.
. . . .
Kami memasuki Spa salon.
Pengasuh Ma disampingku dan
empat pengawal mengikuti kami dari belakang,
sedang dua lagi menjaga mobil.
Pengawasan dan penjagaan yang ketat, sedikitpun Haga tidak mau kecilin atau lengah lagi.
Aku hanya bisa pasrah menerimanya.
Aku minta perawatan lengkap,
selain minta penata rambut untuk meluruskan rambutku secara permanen juga meminta perawatan untuk selalu tubuhku.
Pokoknya hari ini aku minta dipermak habis-habisan,
Aku bosan menatap rambut keritingku yang seperti sarang singa seolah hanya mengingatkanku pada kusutnya hati dan kehidupanku yang berliku.
. . . .
Pukul 7 malam kudengar pintu diketuk,
pelayan memberitahu kalau yang lain sudah menungguku dibawah.
Aku menjawab sebentar lagi turun.
. . . .
Semua mata memandangku,
__ADS_1
Penampilanku berubah drastis,
hasil permak seharian tidak mengecewakan.
Aku turun dengan rambut hitam,
lurus dan panjang.
Yang aku gerai, kubagi dua kedepan,
agar menonjolkan keindahan gaunnya.
Aku memakai gaun putih yang dibagian depan dan belakang terbuka,
memperlihatkan lekuk bentuk tubuhku.
Tak lupa melingkar kalung berlian yang sangat serasi dengan gaunnya.
Aku memakai gaun yang diberikan Ibu Kepala saat kami berpamitan.
Haga hanya bisa menelan ludah sesaat,
Darimana dia punya keberanian berdandan seperti ini,
gadis kecilku makin cantik, sexy dan dewasa.
membuatku tidak tahan untuk memeluk dan menciumnya. Haga.
Takjub melihatku yang biasa berpakaian kasual.
Walau dia tahu saat dipanti dulu aku sering datang ke pesta seperti itu,
tapi penampilannya dahulu saat ia bertemu denganku berbeda dengan sekarang.
Cantik sekali,
pantas saja kakak bisa jatuh cinta pada pandangan pertama,
mungkin kalau aku bertemu dengan duluan,
aku pun pasti langsung jatuh cinta.
Kakak sangat beruntung bisa mendapatkannya. Cakra.
Malam ini mereka semua, Nenek, Haga, Cakra dan Pengasuh Ma mengagumi penampilanku.
Gadis kesayanganku semakin bersinar. Nenek.
tersenyum bahagia...
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.
NB: Ini hanya visual menurut sudut pandangku yaa,
__ADS_1
kalau ada yang bilang masih belum pas,
mohon maaf yaa😍😍