
"Lama banget sih, gue bukan sopir lo"
" Jadi cewek makanya jangan ganjen ama kecentilan"
"Inget, lo mahasiswa baru disini, jadi ga usah banyak tingkah"
Ucap Cakra tajam penuh amarah.
saat sudah didalam mobil
kenapa sih nih orang tau-tau marah.
Emang aku salah apa.
Yuki yang nggak tau kesalahan,
nggak berani menjawab diam aja,
dari pada di jawab jadi panjang urusannya.
Cakra menurunkanku didepan pagar rumah. setelah aku turun, mobilnya langsung menghilang dari pandangan.
Aku langsung masuk kamar menghempaskan tubuhku di ranjang.
Dasar berandalan kepala udang, bikin ribut, ribet, tau-tau marah, ngomel-ngomel. Seenaknya sendiri. Bikin Bad Mood aja.
Yang membuat mood Yuki seharian jadi buruk.
. . . .
Makan malam usai,
Cakra masih belum pulang, aku duduk sendiri di pinggir kolam.
Haga menghampiriku.
Nenek dan Pengasuh Ma memperhatikan kedekatanku dan Haga.
"Tuan Besar Haga sudah banyak berubah, sejak ada Nona Muda, sudah tidak pernah mengunci diri dikamar lagi"
"Benar, semoga semua lancar, kita harus segera ke Eropa.
Biar mereka bisa lebih dekat lagi, dan rencana selanjutnya bisa kita jalankan"
ucap Nenek membicarakan rencananya yang telah dia susun.
Haga duduk disebelahku.
"Hari ini semuanya lancar kak, Aku sudah dapat satu teman,
__ADS_1
dia baik dan ramah banget, aku senang ngobrol dengan-nya"
ucapku bercerita hari pertamaku.
Kakakku tampak serius mendengarkan celotehanku.
Saat asik ngobrol angin bertiup agak kencang,
Haga yang menyadari aku kedinginan langsung melingkarkan tangannya dipinggangku, merengkuhku ke dalam pelukannya.
Aku menatap matanya dan tersenyum.
aduh, kak.. kamu cakep banget sih.
Perhatian dan baik Banget. Bikin hati meleleh.
Aku terus berceritalah di pelukannya.
Pelukannya yang hangat dan aroma farfume ditubuhnya,
aroma dari kayu-kayuan yang hangat dan Citrus juga dedaunan yang segar.
Entah untuk keberapa kalinya aku tertidur dalam dekapan hangat Kak Aga..
Dan lagi-lagi Haga tidak bisa menahan gejolak di dalam dadanya,
ia mengangkat kepalaku yang sudah tertidur, Diam-diam dengan sangat hati-hati,
******* bibirku dengan lembut..
bibirmu seperti candu. Membuatku ketagihan. Haga
. . . .
Sudah dua bulan aku menjalani rutinitas kuliah.
Cakra masih bersikap sama.
Sok ngatur. Tukang bentak-bentak.
Bicara dan memaki seenaknya.
Aku nggak pernah menghiraukan, karena ada Barat yang baik dan selalu menemaniku.
Padahal kami beda jurusan.
Aku juga sudah akrab dengan Carlo dan Brian teman Barat.
Barat adalah mahasiswa unggulan,
__ADS_1
dia selalu mendapatkan nilai bagus, pintar, kesayangan para dosen,
juga ketua mahasiswa,
ketua 'Mountain Club" yang kegiatannya berputar pada panjat tebing, traveling, dan yang berbau alam.
Juga aktif di Club Basket dan Renang.
Sering ikut kompetisi dan menjadi juara.
Nggak heran tubuhnya tegap dan atletis sehingga para mahasiswa perempuan banyak yang mengidolakannya.
Dan sudah pasti sorot mata para cewek-cewek di kampus pada iri dan sinis padaku.
Padahal aku cuma menganggap Barat sebagai teman.
Tapi berbeda dengan Barat yang memang menyimpan perasaan padaku sejak pertama kali bertemu.
Sudah waktu istirahat,
jam pelajaran pun usai.
Aku mempercepat langkahku kearah kantin karena Barat dan yang lainnya pasti sudah nunggu.
"Hey, elo Yuki kan"
ucap seorang cowok yang nggak kukenal sudah berdiri dihadapanku.
Walaupun sudah dua bulan,
aku nggak terlalu akrab dengan teman yang nggak sekelas, kecuali Barat.
Aku mengangguk.
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
__ADS_1
Terimakasih dan selamat membaca.