ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Pulang ke rumah


__ADS_3

Keesokan harinya.


Kami berpamitan.


Ibu lega sudah melihatku kembali seperti biasanya.


"Ibu aku pamit pulang ya"


memeluk Ibu.


"Hati-hati dijalan, dan Tuan Besar saya titip Yuki,


tolong jaga dia baik-baik"


pesan Ibu sambil berjalan mengantarkan ke mobil.


"Jangan khawatir Bu,


aku akan menjaganya dengan seluruh nyawaku"


"Ih, Kak Aga, apaan sih, ngomong nya lebay banget sih"


Aku pun memeluk Aida sebagai salam perpisahan.


Kami pulang.


Di dalam mobil,


tanganku terus melingkar dipinggang kakakku, dan kepalaku bersandar didadanya.


Haga pun seperti tidak menyiakan kesempatan, terus mendekapku kedalam pelukannya dengan erat,


sesekali membelai dan menciumi rambutku.


kakak romantis banget, kalau aku bukan adiknya pasti sudah meleleh, ga kuat dengan pesona nya yang begitu menarik dan tampan.


Perjalanan yang melelahkan,


aku pun terhanyut dan tertidur seperti biasa di pelukan kakakku.


"Yuki, bangun sudah sampai"


bisiknya di telingaku, membangunkan. Melepaskan pelukannya, membuka pintu.


"hmmm, udah sampai ya"


ucapku sambil mengulet.


"Ayo, turun"


ucap Kakakku sambil mengulurkan tangan mengajakku turun.


Dari dalam rumah,


Nenek dan Pengasuh Ma tau kedatangan mobil Haga,


Ada tatapan cemas saat mereka menyambutku, namun ketika melihatku turun dari mobil,


digandeng Haga,


mereka pun tersenyum.


Seolah rasa khawatir mereka hilang.


"Nenek, aku pulang"


langsung berlari ke pelukannya.


"Kau kembali sayang,


syukurlah, Nenek bahagia sekali"


aku bergantian memeluk Pengasuh Ma, lalu


"Ara mana Nek"


aku yang menghamburkan pandangan melihat mobilnya tidak ada.


"Masih di kampus,


sudahlah, kalian pasti lelah, istirahat dulu sana"


"Iya Nek, aku lelah sekali"


"Padahal kamu cuma tidur,


seharusnya aku yang lelah,


dan kau harusnya memijat pundakku"


sahut Haga, bercanda sambil memijat- mijat tangganya yang pegal.


"ih, kakak.. "


pekikku cemberut.


"Yasudah, ayo masuk,


istirahatlah,


turun saja nanti saat makan malam"

__ADS_1


ucap Nenek.


Aku masuk kedalam,


saat Kak Haga mendahuluiku,


aku langsung menggandeng tangannya.


Kami berdua naik kekamar.


Nenek dan Pengasuh Ma tampak bahagia, apalagi melihat pemandangan yang menurutnya menyejukan mata dan hati.


Seraya mengisyaratkan,


semua yang dia inginkan berjalan dengan lancar.


. . . .


Saat makan malam


Aku turun mengenakan piyama dan terus memeluk salah satu bonekaku.


Mobil terdengar berhenti.


Pasti si Kepala Udang.


Saat Cakra masuk,


mendengar suara yang berbeda dari meja makan.


Cakra setengah berlari menghampirinya.


Wajah lesu-nya berubah seketika.


Akhirnya kau pulang kerumah juga,


rasanya aku ingin memelukmu,


aku merindukanmu, Yuki.


Cakra.


Makan malam seperti biasanya,


yang aku tidak sadari,


baik Haga ataupun Cakra,


selalu melirik ke arahku.


Gadisku memang sangat cantik. Haga.


Kenapa dia tambah manis aja sih. Cakra.


. . . .


Pintu kamarku di ketuk.


Kubuka pintu, ternyata Cakra.


"Boleh gue masuk"


mau apa ya, kok tumben bicaranya nggak kasar.


"masuklah"


aku mempersilahkan masuk,


berjalan kearah ranjang dan duduk diranjang, sedang Cakra duduk di kursi riasku.


"Ada apa Ra"


"Gue mau minta maaf"


"Gue mau minta maaf soal kejadian dua bulan lalu"


"Sumpah, gue nggak tau,


dan nggak ada maksud buat nyakitin apalagi ngerencanain hal sebejat itu"


"Gue beneran minta maaf,


gue mohon lo maafin gue"


Sesaat aku diam,


sebenarnya aku sudah nggak mau ungkit masalah itu lagi.


"Udah Ara, aku udah maafin kok,


nggak usah dibahas lagi ya"


Aku malas membahasnya.


"Mungkin aku aja yang bodoh"


"aku percaya dan ikut aja mereka pas mereka bilang kamu terkilir jatuh dari tangga"


"Harusnya aku curiga,


atau tahu kalo mereka bohong"

__ADS_1


ucapku.


Memberi tahu alasan kenapa aku pergi saat itu.


"Breng***k"


"Sial**n tuh si Jack,


jual nama gue buat bohongin lo"


tatapan mata Ara marah dan geram.


"Udah ah,


kan aku bilang nggak usah dibahas lagi"


"Lo nggak usah khawatir,


itu nggak akan pernah terjadi lagi,


pas lo ke kampus, mereka semua udah nggak ada, mereka udah di DO,


dan juga mendekam dipenjara.


Mereka pantas dapat ganjarannya kok"


"Penjara? Maksudnya? "


ucapku kaget.


"Iya penjara, semuanya"


"Kasihan banget Ra,


kalo di DO memang pantas, kalo penjara.. "


"Mereka pantas, itu tindakan kriminal, dan nggak Main-main,


kalau saat itu kita telat datang ke lokasi,


gue nggak tau nasib lo bakal kayak apa"


"Mungkin gue akan menyesalinya,


seumur hidup gue"


Cakra yang menatapku penuh penyesalan dan rasa bersalah.


"Nggak gitu juga Ra,


kalau mereka dipenjara,


gimana masa depan mereka"


"Eh, elo ya terlalu polos dan baik,


pantasan lo gampang banget di boongin"


"Apaan sih Ra,


ga boleh gitu ngomongnya,


kalau aku mau cabut tuntutan gimana caranya"


"Percuma,


lo nggak bisa cabut tuntutannya,


yang urus masalah lo kemarin Kak Aga,


dia yang laporin mereka kedekan kampus, polisi dan menyewa pengacara untuk menjebloskan mereka,


dan kasih hukuman yang setimpal"


"Kak Ara"


"Iya, yaudah gue keluar dulu ya,


makasih udah maafin gue,


lo pasti masih capek, istirahat deh"


ucapnya beranjak dari duduk meninggalkan kamarku...


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2