ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Mencari Cincin


__ADS_3

Kami banyak menghabiskan waktu bersama. Aku dan Aida melepas kangen dan bercerita.


Aku cerita pada Aida, kalau aku sudah bertemu dengan Pangeran yang selama ini aku cari, dan kami berstatus sekarang sebagai pasangan kekasih.


Aida sempat kaget mendengarkan, karena dia berfikiran lain,


dia berfikir aku sudah melupakan kenangan tentang Pangeran yang selama ini kucari.


Aku memberitahu Aida, soal keluarga Nenek yang mengadopsiku untuk menjadikanku sebagai pendamping Haga.


Aida tidak terlalu kaget, karena Aida sudah bisa menebak semua sikap dan perhatian Haga padaku,


ia bisa tahu dari pancaran hangat mata Haga. Ia terlihat sangat menderita saat aku syock kehilangan kesadaran dulu. Ia ingin sekali menggantikan semua penderitaanku.


Hanya kau saja yang buta Yuki, masa kau tidak bisa menyadari betapa tulus dan besar cinta Haga padamu. Aida.


Aida bertanya, apakah mungkin surat hari nanti aku bisa jatuh cinta pada Haga?


Aku nggak bisa memastikan jawabanku. Yang aku tahu, saat ini, dihatiku hanya terukir nama Jodhy.


. . . .


Sementara di keluarga Jodhy terjadi perdebatan.


Yang bahkan Jodhy pun baru tahu. Semua keluarganya. Mendukung dan Merestui hubungannya denganku.


Mereka.. sudah bersiap dengan pengacara untuk menyelesaikan perkara ini.


Mereka berjanji, secepatnya akan membawaku kembali dan tinggal bersama mereka.


Jodhy lega mendengarnya.


Ia tidak perlu lagi menutupi perasaan atau hubungannya.


Bahkan keluarga Jodhy sudah tampak antusias membicarakan masalah pernikahan...


. . . .


Benih-benih cinta mulai tumbuh dihati Aida.


Ia selalu perhatian.


Dan tanpa ia sadari, beberapa kali ia sedang menatapnya.


Aida jatuh cinta.


Jatuh cinta pada Cakra.


Disaatku sedang bermain piano, pandangannya tak sedikitpun berkedip dari Cakra.


Sedangkan Cakra tak sedikitpun menggedipkan tatapannya dariku.


Yaa... tanpa bersuara,


tanpa mencolok semua orang,


ia diam-diam terus memperhatikanku...


. . . .


Hari ini Nenek mengizinkan Aku, Haga, Cakra dan Aida keluar.


Sebenarnya maksud Nenek hanya satu. Nenek membantu agar aku bisa lebih dekat dengan Haga.

__ADS_1


Haga membawaku masuk ke toko cincin.


Ia menyuruhku memilih model cincin yang Aku suka.


Aku tahu maksud Nenek, tapi aku nggak begitu tertarik,


Aku menyerahkan semua kepada Haga, aku bilang model apapun terserah aku tau itu pasti pilihannya yang terbaik..


. . . .


Sore hari,


kami semua pulang.


Saat mobil kami memasuki pekarangan, kulihat mobil sedang berwarna putih sudah benteng disana.


Aku mengenalimu, itu mobilnya Jodhy.


Aku buru-buru turun, setengah berlari, tanganku membawa beberapa kantong belanjaan. Kulihat Jodhy sedang duduk dibangku teras, ia terlihat sedang menunggu seseorang..


"Jodhy! "


ucapku.


Ia mendangakkan kepalanya, berdiri dan tersenyum kepadaku,


sedangkan orang dibelakangku menatapnya dengan marah dan tajam.


Aida mengenalinya.


walau belum berkenalan secara langsung, ia mengenalinya dari lukisan yang pernah kubuat.


"Sedang apa kau disini"


"Kami ada urusan dengan pemilik rumah ini.. "


ucap Jodhy.


"Ka-mi, maksudnya? "


"Iya, aku kesini bersama Nenek dan orangtuaku"


"Oya, lalu dimana mereka? "


"Didalam"


jawabnya singkat.


Akupun segera masuk, mencari mereka. Dikuti Jodhy, Haga dan yang lainnya.


Kulihat,


Nenek tengah serius berbicara dengan mereka diruang keluarga..


...dan sama-sama kudengar seperti-Nya mereka sedang memperebutkan sesuatu...


"Nenek"


ucapku.


Kedua Nenek yang tengah berbicara serius berhenti, pandangan mereka langsung beralih padaku.


Aku masih menenteng beberapa kantong belanjaan.

__ADS_1


"Judith"


ucap Papa Jodhy.


Bagai tersambar petir disiang bolong.


JLLLEGGEEERRRRRR....


Aku kaget.


Barang belanjaanku jatuh dilantai


Sedangkan yang lain hanya menatap binggung.


Mataku membulat tajam, dadaku terasa nyeri dan sakit seketika bersamaan.


"Ter-nya-ta Ka-li-an!! "


ucapku terdengar sinis, penuh kemarahan.


"Sebaiknya, kita pulang, kita bahas masalah ini dirumah yaa"


Papa Jodhy berusaha mendekati..


"Jangan mendekat! Aku benci kalian semua"


ucapku terus mundur.


tangan Jodhy tiba-tiba menyentuh tanganku.


"Yuki"


ucapnya lirih, mencoba menenangkan.


"PERGI! AKU TIDAK MAU BERTEMU KALIAN, PERGIII!!! "


teriakku histeris, dan menangis.


Dan mereka semua berusaha mendekatiku..


"TIDAK! Aku... "


ucapku,


berbalik badan, berlari keluar, meninggalkan mereka...


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2