ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Kehadiran Julie


__ADS_3

Aku yang belum mengetahui tentang peristiwa yang terjadi di rumah,


sedang asik makan siang bersama Jodhy.


Kami memang selalu janjian di cafe.


Jodhy selalu menyempatkan untuk keluar kantor hanya untuk makan siang denganku.


Saat sedang menyantap makanan,


kami dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita.


Ia berdiri dihadapan kami,


dan menatap mataku dengan tajam, tatapan marah dan cemburu.


Wanita berambut panjang, berkulit putih, berhidung mancung, cantik luar biasa seperti model, berbeda jauh denganku yang berambut keriting, berkulit sawo matang, dan berhidung kucing.


Siapa dia, mau apa yaa?


"Kau selalu menolakku,


hanya untuk bisa pergi dengan wanita murahan dan kampungan ini"


ucapnya marah-marah pada Jodhy.


Aku kaget.


"Julie"


ucap Jodhy yang juga kaget melihat kedatangannya.


"Kamu kenal dia? "


tanyaku pada Jodhy,


belum sempat Jodhy menjawab,


"Dengar ya Jod, selama ini aku sabar,


aku bisa menerimanya, karena kamu selalu membicarakan seseorang yang ingin kau temukan bersama Nenek, Om dan Tante"


"Tapi sekarang, aku lihat kamu bersama dia. Aku nggak Terima, aku nggak rela Jod.


Aku akan laporkan sama Nenek. Nenek harus tahu, daripada dia"


sambil menunjuk wajahku.


"Aku lebih baik dari segalanya,


kenapa Jod, kenapa kamu tega pada-ku.. "

__ADS_1


teriak-teriak seolah aku merebut kekasihnya.


Jodhy yang melihatku sudah pucat,


langsung menarik wanita yang di panggil Julie itu keluar, Jodhy meninggalkanku.


Apa ini, apa maksudnya. Siapa yang sedang dicari Jodhy, dan apa hubungannya dia dengan Jodhy, lalu siapa wanita tadi, kenapa dia memakiku.


Dan Jodhy sepertinya takut dengan ancaman wanita tadi, apalagi dia juga menyebutkan Nenek Jodhy. Apa ini, Ada apa dengan-mu Jod..


tangisku yang tiba-tiba pecah tanpa suara,


tidak menyangka ada yang Jodhy tutupi.


Kenapa Jodhy sampai tega berbohong.


. . . .


Malam ini aku terlihat murung.


Duduk menyendiri diayuanan belakang.


Pikiranku berhamburan keluar.


Aku penasaran dengan kerja di tadi siang, dan Jodhy pun tidak menghubungiku setelah kejadian itu.


Haga masih di kamar-Nya, menatapku dari jendela kamarnya.


Tapi aku nggak mengangkatnya. Aku masih kesal, aku hanya mematikan telpon nya, dan memasukkan kembali ke saku.


Aku memang nggak menjawab telpon Jodhy, tapi tidak berarti aku nggak membaca pesan darinya.


Aku beranjak dari ayunan, masuk ke dalam rumah.


Masuk ke kamarku, nggak lama aku keluar lagi sudah mengenakan jaket kaosku.


Haga yang sudah keluar kamar-Nya, bersandar di tembok kamar-Nya, menungguku.


"Yuki"


Haga menarik tanganku, menghentikan langkahku.


Aku hanya menoleh.


"Ada yang ingin kubicarakan"


menatap mataku dalam-dalam seakan mencegahku pergi.


"Maaf Kak, nanti saja ya,


sekarang ada hal yang lebih penting yang harus kulakukan"

__ADS_1


menghempas tangan Haga.


"Ini juga penting, sangat penting! "


tatapannya penuh pengharapan.


"Nanti saja ya Kak, aku pergi sebentar"


ucapku berlari meninggalkannya.


Haga mengejarku.


Cakra yang baru memarkirkan mobil, habis menenangkan perasaan-Nya.


Melihatku berlari dan dikejar kakaknya, membuatnya hanya bisa terpaku.


Makin memendam dalam-dalam perasaan sukanya padaku,


dan mengingatkan hati-nya,


kalau aku adalah calon pendamping kakaknya, calon kakak iparnya.


Haga tidak berhasil menghentikanku.


Hanya bisa menyusul dengan mobilnya.


Terus mengikutiku perlahan,


langkah kakiku terus mengarah ke taman.


Haga memarkirkan mobilnya agak jauh, ia keluar dari mobilnya, mengikuti ku.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2