
Cakra memutuskan berlibur ke perkebunan meninggalkan kakaknya yang masih terpuruk oleh rasa bersalah.
Cakra memang berniat menemuiku, alih-alih sebenarnya dia kangen dengan Aida.
Mobil Sebastian berpapasan dengan mobil Ara yang hendak ke panti.
Mata Cakra menatap tajam Aida yang duduk di depan bersama seseorang, Ia pun segera memutar setir mobilnya untuk mengikuti mobil tadi..
cih.. mau kemana kucing nakal itu, bisa-bisanya bersama lelaki lain setelah kubuat sertifikat hak milik.
gerutu Ara kesal dan marah.
"Hey.. kok diam?" Sebastian membuyarkan lamunan Aida.
"eh.. emm"
"kok, eh.. emm.. sih, hayoo.. kamu tidak lupa kan dengan janji kita" Sebastian mengingatkan kembali janji masa kecilnya.
Aida masih diam, hatinya binggung.
"Kau.. tidak kangen.. padahal Aku setiap hari menantikan pertemuan ini.. "
ucap Sebastian lagi, membidik sasarannya agar tak lepas, wajah Sebastian terus menatap Aida.
Sebastian memberhentikan mobilnya di tepian jalan, lalu Ia turun, berjalan kearah pintu Aida, membukanya dan menarik tangan Aida keluar..
"Katakan padaku... kau juga merindukanku.. "
ucap Sebastian yang sudah melingkarkan kedua tangannya dipinggang Aida.
Aida hanya diam, dan memalingkan wajahnya.
Dari kejauhan Cakra terus menatap Aida dengan kesal.
Cakra cemburu, apalagi dia melihat lelaki tadi bersikap mesra pada Aida.
Berani sekali kucing nakal itu.. selingkuh didepan mataku..
"Aida.. hei.. calon pengantin kecilku.. tatap Aku"
Sebastian menangkap wajah Aida agar menatapnya.
"Bas... maaf.. Aku lupa.. " ucap Aida lirih, ragu-ragu.
__ADS_1
"Lupa? Kau melupakan janji kita? " Sebastian mengerutkan dahi, masih memegangi wajah Aida.
Aida menyentuh tangan Sebastian, menurunkannya perlahan..
"lagi pula itu kan masih kecil.. Aku pikir.. "
"Hah, kau pikir apa?" Sebastian mulai mendelik marah mendengar ucapan Aida.
"Mudahnya kau berucap, disaat setiap hatiku terisi olehmu.
Aku datang menjemputmu, memenuhi janji kita, mungkin Aku sedikit terlambat, harusnya tahun lalu Aku kesini,
karena kondisi yang tidak memungkinkan.. Aku harus merawat kakek dahulu..
Sekarang kakek sudah tidak Ada, tadinya Aku berniat menjemputmu bersama Kakek.. hanya saja kenyataan berkata lain.. "
jelas Sebastian.
"Harusnya tahun kemarin kita sudah menikah,. " tambah Sebastian lagi.
Hati Aida bergetar, Ia merasa bersalah pada Sebastian karena telah melupakan janji masa kecilnya,
ditambah lagi Aida sudah merasa tidak pantas untuk mendapatkan semua ketulusan Cinta Sebastian, Aida malu karena dia sudah tidak suci lagi. Dan Ia pun tidak ingin berbohong pada Sebastian..
"Maaf.. Bas.. Aku..aku sudah.. jatuh Cinta pada seseorang dan Aku sudah.. "
Hati Sebastian hancur mendengar ucapan Aida, tapi dia tetap bersikeras tidak ingin melepaskan Aida.
"Kau sungguh mencintainya atau hanya pelampiasan"
perkataan Sebastian membuat Aida terkejut, Aida tidak pernah berpikir kalau dia melakukan sebagai pelampiasan.
"Kenapa kau diam"
Sebastian terus memojokkan Aida.
"Aku.. "
"Apa laki-laki itu juga mencintaimu.. atau dia hanya memanfaatkan kepolosan dan keingintahuanmu.. hah"
Sebastian masih belum bisa menerima,
"Apa Ibu Kepala juga tahu masalah ini.. "
__ADS_1
pertanyaan demi pertanyaan Sebastian membuat Aida ragu..
"Bas, kau jangan seperti ini"
"Kenapa, kenapa.. apa Aku tidak boleh marah, kau itu telah berkhianat dan mengingkari janjimu"
tangan Sebastian mencengkram erat kedua lengan Aida. Kemarahan Sebastian memuncak.
"Aw.. sakit Bas.. "
Aida berusaha menepis cengkraman kuat Sebastian.
"Aku tidak mau mendengar alasan, apalagi kau menolakku"
tatapan Sebastian yang lembut berubah menjadi sebuah ancaman.
"Maaf Bas.. maafkan Aku"
"Aku sudah janji pada kakek, akan membawamu pulang dan menjadikanmu sebagai pengantinku.
Kau tidak berhak menolak, ini sudah menjadi keputusanku"
Sebastian bersikeras, Ego dalam dirinya tidak perduli lagi dengan perasaan Aida.
Cakra hanya bisa menebak-nebak,
hatinya gusar, apalagi dia melihat hubungan Aida dengan lelaki tadi tidak sesimpel perkiraannya.
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
__ADS_1
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.