ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Berbelanja 1


__ADS_3

"Kak mampir ke kampus dulu"


Ucap Cakra yang membuka omongan, lalu menikmati lagi musik aliran keras yang dia putar tadi.


Haga memarkirkan mobil di pelataran depan kampus.


Kampus yang begitu megah, tampak jelas penghuni kampus menunjukkan kekayaan bukan cuma otak saja.


Cakra keluar dari mobil lalu membuka pintu depan.


"Turun lo, lihat yang jelas sama mata lo, apa lo pantas satu kampus sama gue"


menyepelekanku.


apaan sih nih orang. resek banget, lagi siapa juga yang mau kuliah, mereka ambil keputusan tanpa bertanya aku setuju apa nggak.


Aku masih ga turun, nggak mau ngeladenin, males cari ribut, belum apa-apa kayaknya Cakra sengaja bikin aku kesal.


"Siapa juga yang mau kuliah, nggak berminat. Walaupun cuma anak panti, aku juga masih sanggup berdiri dikaki sendiri.


Percuma membanggakan kuliah di tempat bagus, tapi mengandalkan orang lain"


balasku nggak kalah ketus, sebal banget.


"Dasar cewek nggak tahu diuntung. kalo gue bilang turun, turun, nggak usah belagu lo"


Cakra kesal menarik tanganku keluar mobil.


Haga nggak bereaksi, seperti orang tuli.


heran ama kedua saudara ini, yang satu pasang aksi tutup mulut, yang satu lagi terus ngoceh, memaki yang nggak jelas. Bikin emosiku berkobar-kobar. Dua kepribadian yang bertolak belakang.


"Aw, sakit, lepas"


Kuhempaskan tangan Cakra saking menarikku dengan keras.


Terasa kebas pada luka bakarku. Nyut nyutan.


"Apa sih, aku bukan tambang main tarik-tarik"


"Denger ya, gue belum bikin perhitungan sama lo, gue pastiin bales lo dengan setimpal, lo liat aja nanti"


ancam Cakra.

__ADS_1


"Kau sudah selesai belum"


ucap Haga yang entah kapan sudah ada di antara kami, menatap cakra tajam.


"Kalau sudah, kami mau pergi"


tegasnya.


Wah, hebat akhirnya buka suara juga. Aku fikir bakal bikin ATM terus (Aksi Tutup Mulu). Salut. senyumku puas.


"Kak, disini aja dulu"


"Kalau kau tetap ingin disini, telpon supir, suruh dia antarkan Jeepmu kesini"


Ucap Haga menarik tanganku, membukakan pintu mobil, menyuruhku masuk.


Seperti dapat angin pembelaan, aku meledek Cakra dengan menjulurkan lidahku.


ye, ye, ye... ternyata dia baik juga.


"Aku ikut, hari ini nggak ada kuliah"


ucap Cakra langsung membuka lagi pintu belakang.


. . . .


Mobil memasuki kawasan mall terbesar.


Setelah parkir mobil, kami bertiga berjalan mengitari stan-stan outlet, tampak Haga meneliti outlet mana yang mau dia masuki.


Kak Haga, beneran ini kak Haga, dia rela masuk mall buat cewek kampungan begini. Ck, ck. Cakra masih nggak percaya dengan apa yang dia lihat.


Kakaknya terlihat berbeda setelah dia kembali dari perkebunan.


Cakra merasa banyak yang berubah dari kakaknya, dari yang sudah mulai bicara, dan hal di luar nalar sikapnya pada Yuki.


Wahh, bagus banget, barang barang disini pasti mahal semua, aku belum pernah masuk mall sebesar ini. Di panti paling paling masuk pasar tradisional aja udah dibilang mewah. Susah kalo Sultan mah. Masih takjub, bengong dan binggung. Yuki.


Haga memasuki outlet baju, tersedia baju cowok dan cewek di dalamnya.


Cakra juga terlihat sibuk memilih, seakan ga mau ketinggalan berburu kesempatan berbelanja.


Haga menarik tanganku.

__ADS_1


Ia seolah meniti baju yang cocok aku pakai. Wajahnya serius menatapku. Aku yang malu cuma tertunduk.


Ia pilih beberapa baju, atasan dan bawahan juga aksesorisnya.


Anehnya, kenapa aku tampak begitu senang dan antusias dengan semua barang pilihan Haga.


Selera, model bahkan ukurannya pas ditubuhku.


Padahal Aku sama sekali ga pernah bilang tentang semuanya.


Sedang asyik menggepas baju, kulirik dicermin seperti ada seseorang yang kukenal.


Aku berbalik dan saking penasaran aku mengejarnya. Karena terburu-buru.


BRAKK!!!


Kaca setebal dan setinggi itu aku tabrak.


Aku terpental, jatuh.


Haga dan Cakra kaget menyadari tingkahku.


Haga setengah berlari menghampiriku, membantuku berdiri, kepalaku masih terasa pening...


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2