
"Jod, Jodhy...bangun, jangan bercanda"
ucapku masih terus mengoyangkan tangannya yang sudah terkulai lemas.
Dengan sekuat tenaga aku berteriak meminta tolong.
Aku tidak bisa menyetir mobil,
aku meminta bantuan seseorang untuk menyetir dan membawa kami ke rumah sakit terdekat.
Sampai dirumah sakit Jodhy segera ditangani.
Aku menanyakan perihal keadaannya Jodhy pada dokter, setelah dokter memeriksanya,
diluar dugaanku, aku malah mendapatkan jawaban yang tidak mengejutkan.
Dokter bilang Jodhy terkena Leukimia stadium empat, bahkan operasi pun tidak akan mampu menyelamatkan nyawanya.
Aku benar-benar nggak percaya. Pasti semuanya bohong, mana mungkin Jodhy, Jodhy itu sangat kuat, ga mungkin itu terjadi.
Dokter berpesan, agar pasien bisa berbahagia disaat-saat terakhirnya...
. . . .
Aku berjalan lunglai menghampiri Jodhy, tubuhnya yang kuat dan kekar itu sudah dipenuhi dengan selang infus, terbaring lemah tak berdaya..
Aku duduk dipinggir tempat tidurnya,
menatap orang yang sangat kucintai.
Tangisku pecah tanpa suara,
menahan semua sesak yang ada didada, rasanya seperti tersayat-sayat oleh pisau.
Mengapa, mengapa kau tak pernah cerita, kalau kau sudah lama mengidap penyakit ini, mengapa kau merahasiakannya dariku.
Aku langsung memeluk tubuhnya, menangis didadanya.
Jodhy terbangun mendengar tangisku, tangannya bergerak dan terbuka.
Aku langsung bangun saat menyadari Jodhy siuman.
Jodhy menatapku, dengan sinar mata hangatnya yang sama, menghapus airmataku, ia tahu kalau aku sudah mengetahui penyakitnya..
"Jangan bilang siapa pun... Selama ini mereka tidak mengetahuinya.
Aku merahasiakannya.
__ADS_1
Dan sampai kapanpun biarlah itu tetap menjadi rahasia, aku mohon.. "
ucapnya lemah.
"... Disisa hidupku, aku hanya ingin mewujudkan mimpiku,
untuk menikah denganmu.
Ja-di a-ku mohon menikahlah denganku,
aku sungguh-sungguh mencintaimu"
ucapnya dengan kedua tangan penuh infus memegangi wajahku yang masih belum berhenti menangis.
Jodhy menangis, memohon agar aku menikah dengannya.
Aku tak bisa membendung lagi airmataku yang terus keluar tanpa henti,
ucapannya menyayat hatiku, hingga aku tak sanggup berkata apa-apa lagi selain menganggukkan kepala.
Menerimanya. Memeluknya.
Menangis dipelukannya. Ini adalah mungkin permintaan terakhir Jodhy...
. . . .
Aku ke rumah sakit membawa seikat mawar merah kesukaannya.
Saat kubuka pintu, semua keluarga sudah berada disana.
Aku menghela nafas panjangku, harus mulai membiasakan diriku.
Tampak wajah bahagia yang ditunjukkan Nenek, Papa dan Mama Jodhy setelah melihat kedatanganku.
Aku masuk, mencoba bersikap biasa, dan tak sedikitpun aku bersuara.
Jodhy sudah duduk di kursi roda. Ia bilang kepada keluarganya kalau kelelahan bekerja.
Aku langsung mendorong kursi roda Jodhy.
Tanpa sengaja, hari ini Haga dan Cakra menjemput Nenek yang baru keluar dari rumah sakit.
Keadaan Nenek semakin melemah setelah kepergianku, dan mengharuskan beliau sering bolak balik rumah sakit.
Kami berpapasan.
Haga melihatku mendorong kursi roda Jodhy, lalu aku melihat Haga mendorong kursi roda Nenek...
__ADS_1
"Yuki"
ucap Haga memberhentikan dorongannya.
Ia nggak menyangka bisa bertemu denganku.
Pantas saja kau tidak mau pulang, ternyata dengan lelaki breng**k ini.
"Nenek"
aku menghampiri dan melihat kondisi lemah Nenek yang hampir tidak mengenaliku.
"Pulanglah, kami semua menunggumu"
ucap Haga menatap tajamku, ia Ingin marah tapi menekan amarahnya.
"Maaf hari ini tidak bisa, tapi besok akan aku usahakan"
ucapku berdiri, lalu mendorong lagi kursi roda Jodhy. Meninggalkan mereka tanpa ragu.
Nenek, Papa, Mama Jodhy juga Cakra hanya bisa diam, menatap sikapku.
Maafkan aku Nek, aku benar-benar minta maaf, karena sampai hari ini aku masih terus mengikari janjiku.
Aku hanya mengantarkan Jodhy pulang. Setelah itu pergi dari rumah itu, pulang ke rumah sewaku.
Setidaknya sekarang aku punya kehidupan sendiri, tidak akan kubiarkan mereka mengacaukannya lagi...
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.
__ADS_1