
Aku nggak sadar kalau melewati sekerumunan mahasiswa yang tengah bermain basket. hingga...
BUUUKKK!!!
Bola mengenai kepalaku dan terjatuh.
Cakra sempat menengok kebelakang, memberhentikan langkahnya.
Sedang orang yang tidak sengaja melempar segera berlari kearahku.
"Lo nggak apa-apa? Gua bantu ya, sorry tadi gue lempar bolanya terlalu ken... "
ucapnya sembari membantuku berdiri mencoba minta maaf.
"Aku nggak apa-apa"
ucapku, langsung pergi, mataku mencari Cakra lagi.
Tidak sempat memperhatikan orang di sekitarku,
orang tadi sempat menatapku sebelum ia kembali bermain basket lagi.
Duh, mana ya Ara, kok cepet banget jalannya.
Cariku. Tiba-tiba pundakku di tepuk.
"Lelet Banget sih lo, gue nggak cuma ngurusin lo doang"
Semprot Cakra.
"Iya, maaf Ra, tadi kepalaku kena bola basket, ja.. "
"Udah, nggak usah cari alesan. Buruan jalan"
lalu ia menunjukkan ruanganku.
iiiihhhh, dasar berandal kepala udang.
Ruang kelasku di depan,
sedang ruang kelas Cakra sederet denganku hanya harus berbelok dan melewati satu koridor.
Setelah mengantarku,
Cakra langsung bergabung dengan teman-temannya.
Kulihat para wanita,
begitu melihat Cakra mendekat, langsung berebut perhatian.
cih, emang harus kuakui biarpun sikapnya seperti berandalan, tapi dari wajahnya Cakra memang tampan.
Pelajaran pertama usai.
Aku baru akan keluar mencari Ara dan lagi-lagi aku harus bertabrakan, bahkan kali ini banyak buku yang berceceran di lantai.
"Maaf, maaf"
ucapku langsung membantu memunguti buku, dan langsung mengembalikan buku tadi ke tangan seseorang,
lalu ngeloyor pergi.
Ternyata orang yang bertabrakan dengan ku adalah orang yang sama yang melempar bola basket.
Dan dia masih menatapku.
Saat melihat ku,
muka Ara terlihat kesal. Kesal menunggu lama.
__ADS_1
Ia pergi, Aku langsung mengejarnya.
Ada beberapa teman Cakra yang menangkap sikap Cakra padaku.
Mereka terus mengintai dan mengamati diam-diam.
Apalagi saat Aku masuk kantin kampus,
Aku menarik tangan Cakra, Aku minta uang untuk makan, soalnya aku tidak diberi uang saku.
Cakra mengeluarkan dompet dan memberiku beberapa lembar uang ratusan, dia bilang untuk beberapa hari.
Dan jangan menggangunya lagi.
Beberapa teman Cakra tadi tetap terus mengintai dan mengikuti dari kejauhan.
Walau memisahkan diri dariku,
bergabung dengan teman temannya,
Cakra bukan berarti melepaskan pandangan matanya dariku.
Saat ia bercanda ataupun berbincang dengan teman-temannya tak sedikit pun matanya lepas memandang dan mengawasiku.
Aku sudah memegang nampan berisi makanan, tampak kebingungan,
karena tidak ada seseorang yang kukenal,
dan nggak tahu harus duduk dimana,
hingga...
"Lo makan bareng gue ya"
ucapnya merampas nampanku dan menaruhnya di meja.
Aku masih berdiri mematung, sementara orang tadi sudah duduk.
ucapnya menatapku.
Kemudian aku tersadar, berjalan dan duduk kearahnya.
"Gue Barat, lo? "
sambil mengulurkan tangan memperkenalkan diri.
Kutatap sesaat.
"Yuki"
membalas uluran tangannya
"Tenaga aja, gue orang baik-baik kok,
lo nggak usah curiga gitu"
melihatku yang waspada.
"Eh.. nggak gitu kok"
"Lo nggak inget gue"
lanjutnya lagi di sela makannya,
dia hanya terus menatapku,
nggak makan hanya membawa minum.
"Memangnya kamu siapa? "
__ADS_1
"Beneran nggak inget nih,
padahal hari ini kita udah tiga kali bertemu loh"
"Ah, masa sih, perasaan baru barusan deh ketemunya"
duh, lucu dan imut banget sih nih cewek, bikin gregetan aja, gemes gue liat nya. Barat.
"Bener nggak inget"
aku menggelengkan kepala.
"Pertama,
tadi lo kepala lo kena bola basket kan,
trus tadi lo juga nabrak orang yang bawa buku kan,
apa hobi lo yaa, sukanya nabrak-nabrak"
sesaat aku berfikir.
"Oh, kamu, maaf ya tadi nggak sengaja pas keluar kelas"
"Gue kali yang harusnya minta maaf"
"Maaf, kok, buat apa? "
"Karena nggak sengaja lempar lo pake bola basket"
"oh, itu, nggak pa-pa kok,
lagian nggak ada luka yang serius ini"
"emangnya lo maunya terluka"
"eh, nggak gitu juga kali"
"ya udah, Sama-sama aja,
saling memaafkan yaa"
ucap Barat tersenyum.
Tanpa terasa obrolan mengalir biasa,
Untung bertemu Barat,
jadi aku tau banyak hal tentang kampus dari ceritanya.
Dapat satu teman di hari pertama ngampus.
dasar cewek ganjen, kecentilan banget sih. Ara.
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
__ADS_1
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.