ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Melihat Sosok Yang kurindukan 1


__ADS_3

Barat yang sedari tadi mengintip.


Melihat Aku dan Cakra seperti bertengkar. Membuatnya tambah yakin ada sesuatu diantara kami.


Aku balik kekantin.


Kulihat Cakra sudah gabung dengan teman-temannya.


Ia terlihat cuek seperti tidak terjadi apa-apa.


Dasar berandal kepala udang.


Gerutuku kesal.


Aku duduk.


Tidak lama Barat datang membawakan cemilan,


duduk disampingku,


padahal biasanya duduk berhadapan.


"Nih cemilan buat lo"


ucapnya menyodorkan nampan berisi es jeruk, roti dan beberapa ciki.


"kamu udah makan"


"nggak laper, kenyang ngeliat lo"


"Ih, apaan sih, rayuan receh"


menyenggol pinggangnya dengan sikutku.


"Biarin, nih makan, cemilan receh"


ucapnya tertawa.


Duh, gimana ngomongnya yaa ..


"Oya, sepertinya nanti aku nggak bisa, maaf ya"


ucapku menunduk,


sambil menyeruput es jeruk pemberiannya.


Barat pura-pura nggak mendengar.


Malah membuka minuman kaleng dan meminumnya.


"Bara, kamu dengar nggak sih?


Aku lagi ngomong sama kamu malah di cuekin"


ucapku mulai kesal,


biasanya Barat nggak seperti ini.


Ia masih tetap diam.


"Pokoknya, pulang kampus, gue tunggu lo"


ucapnya memaksa, lalu ngeloyor pergi.


What. Apa-apaan nih.


Tadi Ara sekarang Bara, mereka berdua kenapa sih, sebel deh.


. .


Kelas usai.


Aku berjalan ke parkiran.

__ADS_1


Kulihat Cakra sudah berdiri disamping mobilnya.


Nggak jauh Barat juga terlihat memainkan kunci motornya.


Mataku berkeliaran ke luar kampus,


dan langkahku terhenti.


Cakra sudah membuka pintu mobilnya.


Langkahku terasa cepat,


bukan kearah Cakra ataupun Barat.


Tatapanku kalut dan panik ketika melihat sosok,


yang lama semakin jauh dariku.


Tidak, tidak-tidak boleh.


Aku setengah berlari mengejar sosok itu.


Sosok yang sudah lama kurindukan.


Cakra dan Barat menyadari, segera mengejarku.


Aku nggak memperhatikan jalan.


"Ngapain lo? Lo gila nyebrang gak liat-liat! "


Cakra yang menarik tanganku,


dengan wajah panik, menutupi rasa marahnya dengan memakiku keras yang sudah jatuh terduduk dijalanan.


Aku seolah nggak mau mendengarkan omelan Cakra.


Aku menghempaskan tangan Cakra,


mataku terus mencari lagi.


aku nggak memperdulikan Cakra.


Barat pun yang ada di sisiku hanya bisa diam terpaku,


karena dia pun ingin melakukan hal yang sama, namun sudah keduluan Cakra.


Dengan wajah marah, kesal melihat tingkahku.


Cakra menarik tanganku sampai keparkiran, dia seakan lupa dengan semua peraturan yang dia berikan padaku.


Cakra menarikku masuk ke mobilnya.


Dan beberapa mata anak kampus sempat melihat kejadian tersebut,


mereka bertanya-tanya, ada apa dengan Cakra dan Yuki, dan perlakuan Cakra terhadapku.


Mobil langsung melaju.


Di dalam mobil aku masih terlihat nggak tenang.


Cakra menyadari, dan seolah tau, dia merasa peristiwa ini bukan sekali, karena saat pertama kali berbelanja di mall pun aku melakukan hal yang sama.


Saat mobil sedang melaju dengan cepat.


Aku merasa ada yang menarikku kembali,


Cakra panik ketika melihatku akan keluar dari mobil yang sedang berjalan,


tangan satunya terus memegangi tanganku.


"Mo apa lo, lo gila ya"


teriak Cakra makin keras.

__ADS_1


"Aku mau turun, aku mau kembali kekampus"


Aku memaksa Cakra,


Cakra meminggirkan mobilnya.


Saat mobil berhenti,


secepat kilat aku keluar,


Cakra yang panik langsung mengejar,


dan aku bersikap aneh..


"Aku harus kesana Ra,


please aku mohon Ra,


aku mau ketemu dengan-Nya,


aku harus mengembalikan barangnya"


ucapku terdengar ngawur oleh Cakra,


dan melihat aku mau menangis.


Cakra binggung,


nggak mengerti dengan semua ucapanku.


"Maksud lo apa sih? Lo nggak usah cari alesan, kalo lo pengen ketemu Barat,


besok juga bisa"


ucapnya mengira aku mau ketemu Barat.


"Sebentar aja, aku mohon"


tangisanku pecah.


Cakra nggak punya pilihan.


Rasa khawatirnya padaku menutupi semua keegoisannya.


Ia pun menyerah ketika melihatku menangis. Nggak tega,


akhirnya balik lagi ke kampus.


Sampai di kampus,


Cakra nggak keluar mobil.


Dia hanya menatapku yang mondar-mandir ditempat yang mau aku tertabrak.


Aku nggak menemukan yang kucari.


Malah jongkok di pinggir jalan. Menangis..


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2