ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Bertemu masa laluku


__ADS_3

Pagi ini aku lari di taman,


dan pulangnya membeli beberapa tangkai mawar.


Saat aku akan pulang,


mataku menangkap sosok yang selama ini kucari.


Aku bertemu dengan masa laluku.


Kaki semakin cepat,


aku nggak mau kehilangannya lagi.


benar itu dia.


saat aku di hadapannya,


fokus mataku nggak mau lepas.


Hingga mawar yang kupegang berjatuhan tepat di kakinya.


Ia tengah sibuk bermain handphone.


Lagi-lagi aku mendadak bego, cuma bengong.


Ia memunguti tangkaian mawar yang berjatuhan tadi,


dan kini sudah tepat di hadapanku..


"Mawar-mu"


ucapnya memberikan mawar-mawar tadi ke tangan ku.


Aku tersadar.


lalu mencari sesuatu di kantongku.


ah,, nggak ada, pasti ketinggalan di rumah.


"Halo, hei"


ucapnya melambai-lambaikan tangannya di hadapanku.


"Ah"


"Kamu kenapa, ada masalah? "


yang melihat heran karena bengong seperti patung.


"ah, tidak, rasanya kita pernah bertemu"


akhirnya aku bisa bicara dengannya, pangeran ku.


"Oya, dimana? Rasanya aku tidak ingat"


ucapnya berjalan ke arah bangku taman.


Mungkin fikirnya aku perempuan yang pura-pura kenal,


padahal cuma mau kenalan sama dia.


"Aku Yuki"

__ADS_1


ucapku dengan keberanian super,


mengulurkan tangan untuk berkenalan.


"Oh, Aku Jodhy"


sesaat menatapku, lalu menjabat tanganku.


ya ampun, dia ramah banget, baik banget orangnya.


Otakku yang travelling sendirian.


"Sebenarnya, ada yang ingin kukembalikan,


tapi tertinggal di rumah"


ucapku tanpa abigu, pede tingkat dewa, tidak ingin Menyia-yiakan kesempatan.


bodo amat, aku nggak perduli, mau di bilang sok kenal, atau jadi cewek agresif duluan, aku nggak perduli, yang penting aku harus kenal dan ngobrol ama dia.


Jodhy nggak menghiraukan ku.


Ia tetap sibuk dengan handphone- ya,


dan sangat serius di telpon.


ganteng banget sih kamu, ya ampun kerennya. aku yang masih saja traveling dengan duniaku.


"Maaf, aku nggak bisa lama-lama,


Nenek-ku masuk rumah sakit"


ucapnya berdiri, sedikit tergesa.


Buru-buru mengeluarkan handphone dari saku celana-ku.


"Berapa nomor-mu? Boleh kuminta?"


ucapku menarik lengannya,


menghentikan langkah kakinya,


penuh pengharapan.


" Untuk apa? "


"Aku masih ingin bertemu dengan-Mu"


ucapku seceplosnya.


Jodhy terus memperharikanku.


Ia melihat-ku seperti memohon.


Ia nggak tega dan kami pun bertukar nomor handphone..


. .


Sementara itu..


Jodhy berlarian panik memasuki rumah sakit.


Ia mendapati pasangan suami istri yang sudah menunggu dengan cemas di luar ruangan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi Pah? Papa sudah bertemu dan menemukannya?"


ucap Jodhy yang gelisah menunggu jawaban dari papanya.


"Dia sudah di adopsi. Sudah setahun lebih. Papa terlambat, seperti-nya usaha papa sia-sia"


"Tadi Nenek-mu bahagia karena papa menemukannya,


tapi setelah dapat kabar yang papa sampaikan.. Jantungnya koleb, Nenek-mu nggak kuat mendengarnya"


"Penantian yang lama,


berujung hilang dari mata papa,


mungkin harapan terbesar kami tidak akan terlaksana"


ucap pria tadi yang sudah berumur,


tapi masih terlihat gagah di usia senja-nya.


Dan sang istri, yang berada di sampingnya, begitu sabar memberi dukungan penuh.


"Sabar Pah, Jodhy tetap yakin, suatu hari nanti kita pasti bisa menemukan-Nya.


Jodhy akan tetap sabar menunggu pah"


sambil mengelus punggung Papanya memberikan semangat.


. .


Setelah kepergian Jodhy, Aku masih termenung di bangku taman.


Sambil memegangi bunga mawar.


Nggak pernah nyangka bisa bertemu disini, padahal sebelumya gagal terus.


Yang kualami hari ini benar-benar luar biasa, luar biasa indahnya.


Nggak bisa di ungkapkan dengan kata-kata..


Handphone ku berbunyi..


📞 Hei Mie Kriting, dimana lo


teriak Ara di ujung telpon.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2