ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Menjemput Nenek


__ADS_3

Pagi harinya.


Hari ini hari minggu, jadi aku dan Cakra libur kuliah dan Kak Aga libur ngantor.


Haga masuk ke kamarku.


Melihat kondisi kamar yang berantakan, barang-barangku masih berserakan dilantai.


Haga melirik handphoneku yang masih dalam kondisi diisi baterai. Ia berjalan menghampiri handphoneku.


Ia melihatnya,


namun posisi handphone masih dalam keadaan mati.


Ia taruh kembali, lalu duduk di tepi ranjangku.


Ketika Haga menyentuh tanganku, tanganku terasa hangat, lalu ia menempelkan tangannya di keningku juga terasa hangat.


Aku yang merasa sentuhan terbangun.


Hhuuaacccciiiihh


Aku bersin langsung menutup hidungku.


"Kak Aga, sudah rapih yaa, tunggu di bawah aja, sebentar lagi aku turun"


Aku bangun dan turun dari ranjang,


hendak bersiap ke kamar mandi.


"Badanmu hangat, nanti setelah sarapan, kamu minum obat penurun panas sebelum kita berangkat, ini pasti karena kehujanan kemarin"


"Iya kak, ya udah, aku mandi dulu yaa"


"Kakiku bagaimana"


"Sudah mendingan kak, nggak pincang, jadi nggak usah di perban, cuma belum bisa jalan cepat aja"


"Nggak pa-pa yang penting nggak keliatan kamu habis terkilir"


"Sip Kak"


ucapku mengedipkan mata, lalu masuk ke kamar mandi.


gadisku, bisa-bisa ya sekarang kamu bertingkah genit seperti itu, belajar dari mana kamu.


. . .


Setelah rapih berpakaian,

__ADS_1


aku rapihkan sebentar barang-barangku yang berserakkan.


Kucabut handphoneku, belum sempat kunyalakan karena kulirik jam hampir pukul 10, aku bergegas turun.


Di meja Haga dan Cakra sudah selesai makan, mereka hanya menungguku selesai makan.


Kuteguk Air jeruk hangat dan roti coklat baru ku gigit sekali, tanganku menyalahkan handphoneku.


Ketika menyala, beberapa pesan langsung masuk dan ada juga pesan beberapa kali pesan panggilan tak terjawab.


Haga dan Cakra langsung melirikku ketika mendengar deringan telpon masuk.


Aku segera mengangkatnya. Jodhy yang menelpon. Sesaat kulirik Haga dan Cakra.


📞 Hallo


suara di ujung telpon.


📞 Iya


📞 Baru bangun


📞 heem


📞 Semalam kemana, aku telpon nggak aktif


📞 Gimana sudah baikan


📞 Iya


📞 Sudah minum obat


📞 nanti setelah sarapan


📞 oh, sudah mau berangkat


📞 Iya


📞 Ya udah aku tutup dulu, kabarin aku kalau sudah pulang, nanti aku telpon lagi, hati-hati dijalan


📞 Iya


Aku segera menutup telponnya,


segera menghabiskan sarapan dan meminum obat penurun panas.


Bicara dengan siapa dia, lembut sekali. Wajahnya sampai merona merah seperti itu. Haga


Ngomong sama siapa tuh mie kriting, kok lembut banget sih. Ara.

__ADS_1


. . .


Kami menjemput Nenek menggunakan dua mobil, Ara sudah di duduk di depan dengan sopir. Aku dan Kak Aga di belakang. Dan mobil satunya untuk Pengasuh Ma.


Haga dan Cakra terus memantau gerak gerik ku.


Di mobil tanpa henti tanganku berkirim pesan. Kadang senyum sendiri.


Membuat mereka gerah.


Perasaan kalut dan khawatir muncul pada mereka berdua, mereka nggak ingin sesuatu yang mereka bayangkan terjadi.


. . .


Sampai di bandara,


Aku langsung memeluk Nenek dan Pengasuh Ma, dan berganti dengan kedua cucu kesayangan lainnya.


Diperjalanan pulang, kali ini Cakra satu mobil dengan Pengasuh Ma.


Sedangkan Aku dan Kak Aga satu mobil. Nenek duduk di tengah-tengah.


Saat di mobil Jodhy menelpon lagi, Aku kikuk, mengangkatnya setengah berbisik.


Nenek dan Kak Aga terus memperhatikanmu tingkahku.


Apalagi setelah mereka mendengarku mengatakan akan segera kesana. Nenek melirik curiga terhadap-ku.


Sedangkan Haga terus mengawasiku dalam diamnya.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2