ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Pertemuan Rahasia 2


__ADS_3

Jodhy yakin Aku masih menunggunya.


Ia segera mengambil payung, menghampiri mobilnya, tanpa pamit kepada Nenek dan kedua orangtuanya Jodhy pergi melajukan mobilnya dengan cepat.


Hati Jodhy kalang kabut, cemas dan panik bercampur jadi satu.


Setelah sampai di tempat janjian. Jodhy langsung turun dan membuka payungnya.


Matanya berkeliling mencariku, lalu menyadari, Aku berteduh di lindungan pohon, duduk berjongkok, memeluk tubuhku, menggigil kedinginan.


Jodhy segera menghampiriku.


"Yuki"


panggilnya.


Aku mendangakkan kepalaku, berusaha berdiri, tapi karena kakiku yang sakit dan di tambah kram juga ke guyur air hujan cukup lama,


nggak sanggup berdiri.


Jodhy langsung memapahku,


membawa ku masuk ke mobilnya.


Di mobil segera dia buka jasnya dan menyelimuti tubuhku.


Bibirku bergetar kedinginan, wajahku pucat, Jodhy benar-benar panik, nggak menyangka aku masih menunggu nya.


"Bodoh. Kenapa kau masih disana,


seharusnya kau pergi saat tahu akan hujan"


Jodhy yang kepanikan, yang terdengar seperti kesal melihat tingkahku.


Aku nggak menjawabnya, hanya melirik wajah paniknya.


Mobilnya melaju ke sebuah hotel.


Ia langsung memesan satu kamar VVIP dan segera membawaku masuk.


Ia menyuruhku untuk mandi, berendam dengan air hangat.


Entah apa yang membuatku percaya padanya, dia nggak akan melakukan hal-hal buruk,


aku hanya menurutinya.


Agak lama aku di kamar mandi, meregangkan dan merendamkan tubuhku di air hangat.


Saat aku di kamar mandi,


Jodhy menelpon resepsionis,


meminta mengantarkan makanan dan sup hangat,


juga meminta membelikan baju untuk ku dan untuknya,


karena kami sudah basah semua.


Setengah jam berlalu,


aku keluar menggunakan baju handuk,


Jodhy menatapku sesaat dan melihat jalanku agak pincang.

__ADS_1


Ia langsung masuk ke kamar mandi,


karena tubuhnya pun terkena hujan walaupun nggak separahku.


Aku duduk di pinggir ranjang,


tidak lama terdengar pintu di ketuk,


Jodhy yang sudah keluar kamar mandi,


yang hanya menggunakan handuk melilit dipinggangnya sempat membuatku terkejut dan malu.


ya ampun, itu apa, kotak kotak kayak roti sobek.


Wajahku yang memerah langsung kututupi dengan kedua tanganku.


Sesaat Jodhy melirikku,


yang malu menutup wajahnya dengan kedua tanganku.


Jodhy membuka pintu,


menyuruh pelayan masuk,


pelayan masuk membawa kereta dorong makanan dan memberikan dua bungkusan.


Ia memberikan tip, dan membisikkan sesuatu pada salah satu pelayan,


lalu mereka meninggalkan kami.


Ia melihat salah satu isi bungkusan tadi, mengambilnya dan membawa lagi masuk ke kamar mandi.


Tidak lama dia sudah keluar,


dan memberikan satu bungkusan lagi padaku, menyuruhku masuk ke kamar mandi.


Ternyata dia membelikanku satu buah dress putih lengkap dengan isiannya.


kok dia bisa tau dengan pas ukuranku yaa... sampai ke dalam-dalam..


Jodhy tampak menunggu di sofa,


sambil memainkan handphonenya.


Ketika melihat keluar,


ia berdiri dan menghampiriku.


Membantu memapahku yang berjalan pincang duduk di sofa.


"Kakimu kenapa"


"Aku jatuh dan terkilir saat rekreasi alam"


"Masih sakit?"


"heem"


ia duduk berjongkok,


menaruh kakinya di pahanya,


memeriksa kondisi kakiku yang masih memar membiru.

__ADS_1


Tangannya meraih satu bungkusan yang nggak jauh dari tangannya.


Ternyata isinya salep pereda sakit dan kain perban,


ia meminta pada salah satu pelayan yang datang pada saat mengantarkan makanan.


Dengan perhatian ia meminjat perlahan, mengoles salep pereda sakit lalu mengikat kain perban di kakiku.


ya ampun udah ganteng, baik, lembut, perhatian, tubuhnya tadi sexy banget lagi.. Benar-benar lelaki idaman.


Aku yang terus menatapnya tanpa berkedip, Senyum-senyum sendiri.


"Kalau sakit ngapain maksa ketemu"


ucap Jodhy yang menatapku,


masih senyum-senyum sendiri.


"eh"


"iya, kamu harusnya nggak maksa ketemu kalau masih sakit"


tangannya tiba-tiba menarik hidungku karena gemas ngelihat tingkahku.


Lalu berdiri, duduk di sebelahku.


Aku masih meringis sambil memegangi hidungku.


"Makan dulu ya, nanti sup nya dingin"


ucapnya sambil tangannya mengelus rambutku.


ini bukan mimpi, bukan Yuki..


Ia mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum makan.


Kami menyantap makan malam yang sudah lewat,


memakannya dengan tatapan mataku yang nggak berkedip kepadanya.


Benar-benar bertingkah bodoh.


Jodhy hanya tersenyum melihat tingkahku...


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2