ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Ke kantor Kak Aga 2


__ADS_3

"Maaf Pak, di ruangan bapak, ada.. "


Belum sempat sekretaris nya bicara, Haga langsung masuk ke ruangannya.


Ish, siapa sih tuh cewek, cantik sih cuma penampilannya biasa aja.


Haga yang sudah melihatku tertidur di sofa nya.


Sesaat seolah nggak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Gadisku. Dia.. datang menemuiku, apa dia merindukanku. Haga.


Tatapannya penuh arti,


rasa gembira yang bergejolak didadanya seakan mau melompat keluar,


tapi dia harus menyembunyikan nya, agar dia bisa meraih sesuatu yang dia harapkan tanpa paksaan.


Dia lirik jam ditangannya, pukul 2 siang,


jam makan siang sudah lewat.


Lalu dia menghampiri meja menekan tombol, dan memerintahkan sesuatu.


Haga berjalan menghampiri sofa.


Melihat dengan jelas wajahku. Terpaku, memandanginya.


Lalu setelah berapa saat tangannya menyentuh pipiku, membuat ku terbangun..


"Kak Aga, sudah selesai ya"


perlahan bangun membenarkan posisi untuk duduk.


Haga masih menatapku dalam-dalam.


"Kamu lapar? "


Sesaat aku terpaku.


Dia bicara, akhirnya dia mengeluarkan suaranya.


Cacing diperutku yang menjawab.


aish, malunya.


Reflek tanganku menutup wajah karena malu. Haga tersenyum melihat tingkahku.


Terdengar pintu di ketuk, dan dibuka.


Sekretaris Haga masuk,


sesaat dia menatapku dan melihat direkturnya, yang tampak tidak canggung berdekatan dengan perempuan,


berbeda dari biasanya yang mereka tau.


Dingin terhadap perempuan.


"Ini semua pesanannya Pak"


Sambil menyerahkan beberapa kantong plastik bungkusan makanan kepada Haga.


Haga memberi isyarat agar meletakkannya di meja.


Dan ia pun keluar ruangan.

__ADS_1


"Makan lah"


katanya lagi, menatapku.


"Kak, kakak nggak tanya kenapa aku datang"


menyentuh lengannya, yang duduk berdekatan denganku.


Ia nggak menjawab hanya membuka bungkusan-bungkusan makanan tadi.


Makanan cepat saji yang Haga belikan.


Paket dengan ayam, burger, kentang goreng, salad buah, dua buah jus jeruk.


Harumnya langsung kecium,


membuat perutku berbunyi lagi.


Lagi-lagi Haga tersenyum melihat tingkahku, dan kali ini aku melihatnya.


Untuk pertama kali dengan jelas aku melihat senyum Haga, diselingi rasa maluku.


"Buka mulut-mu, a.. "


ucapnya yang sudah menyodorkan makanan ke mulut ku, menyuapiku.


ah, kakakku ini baik banget sih, senyum nya itu ternyata manis banget.


Kami makan lahap, bergantian.


Setelah dia menyuapi mulut ku tangannya memasukkan makanan itu ke mulutnya.


"kak"


Setelah makan dia langsung berkutat lagi dengan pekerjaannya.


"hmm"


"lihat aku dong"


Ia berhenti kan kerjanya, memutar bangkunya menatapku,


"Apa"


aih, manisnya. kok kakakku ini bisa semanis ini sih.


"Kakak, nggak tanya kenapa aku datang ke sini"


mengulangi ucapanku sebelum makan tadi.


Dia tampak berfikir, melihat tingkahku yang seakan mau mengaku dosa.


"Kenapa kamu kemari"


ucapnya tiba-tiba menarik tanganku,


dan menarikku dalam pangkuannya.


"Kak, ah jangan bercanda"


Pintu ruangan di ketuk,


ternyata sekretaris tadi masuk lagi,


kali ini dia terkejut setengah mati,

__ADS_1


apalagi melihat posisiku yang ada di pangkuannya.


"Ma-af Pak, saya minta tanda tangan berkas yang tadi"


ucapnya sambil menyerahkan berkas yang dia pegang.


Menggangu saja. Haga.


Haga tidak bergeming, raut wajahnya berubah dingin saat berhadapan dengan sekretarisnya.


Dia ambil berkasnya,


saat aku mencoba bangun dari pangkuannya, Haga tetap menahanku, seakan tidak membolehkan kuberajak sedikit pun.


Sekretaris tadi keluar dengan masam, mengigit bibirnya, dan tatapan sinis tertuju padaku.


"Lanjutkan"


ucapnya,


menatapku tajam saat sekretaris tadi keluar.


aih. aih. kakak. wajah tampanmu ini, kenapa dekat banget sih.


"Aku tadi masuk kamarmu"


masih menatapku serius, sambil menaikkan kedua alisnya.


"A-ku mencari harmonikaku, ma-af aku lancang masuk kamar kakak tanpa izin"


ucapku mengaku dosa.


Mencoba turun dari pangkuan dan melepaskannya pegangan tangannya di pinggangku.


Membuatku risih.


Yaa, akui saja Yuki. Benar. Daripada si kepala udang bicara macam-macam.


Haga nggak memberi jawaban,


tangannya menyelasaikan pekerjaan yang sempat tertunda.


Cuek tanpa memperhatikanku kali ini.


hmmm, dia marah apa nggak yaa? kok nggak komentar apa-apa.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2