ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Pertemuan Rahasia 3


__ADS_3

Selesai makan, kami ngobrol bersama, terus saling menatap.


Entah terbawa suasana atau apa, Jodhy merasa bahagia mengobrol denganku.


Tangan Jodhy yang satu sudah direkatkan di tanganku dan aku terus bersandar manja di dadanya.


Sedangkan tangan yang satunya mengelus rambutku dengan lembut.


Bercerita banyak hal, apalagi setelah kuberikan harmonikaku yang adalah miliknya.


Aku juga meminta maaf karena harmonikanya nggak sengaja terbakar. Tak lupa box coklat yang sengaja aku beli untuknya.


Dia mengira sudah hilang, itu sebenarnya bukan harmonika miliknya melainkan milik papanya.


Kami larut dalam obrolan,


dan ketika dia memegang pipiku,


menatap wajahku dalam-dalam,


memajukan wajahnya ke wajahku,


kami menutup mata,


ia memberikan kecupan lembut dibibirku,


saat membuka matanya, ia masih melihatku menutup mataku,


lalu dengan cepat ia menarik leherku,


kali ini dia menciumku dengan dalam,


dan aku yang kaget membuka mulut,


bukan berhenti Jodhy malah membuat serangannya lebih dalam, lidahnya masuk ke mulutku, membuatku terhanyut dan membalasnya.


Ia melepaskan ciumannya, kami membuka mata, dan ia mencium keningku.


kok rasanya beda yaa, nggak seperti di dalam mimpi. Yuki.


Kami jadi canggung.


Jodhy melirik jam di dinding sudah jam 9.

__ADS_1


"Kita pulang sekarang ya, nanti orang rumahmu khawatir"


"Astaga, aku lupa, udah jam berapa ini, aku belum kasih kabar soalnya batrei handphoneku habis"


langsung berdiri panik.


"Udah kamu duduk disini aja, biar aku yang beresin dulu barang-barangmu"


Ia masuk ke kamar mandi, mengambil semua baju basahku dan memasukkannya ke dalam kantong bungkusan bekas baju yang di beli tas.


Saat mengantarku pulang, hujan diluar masih belum reda..


. . .


Cakra cemas menungguku, Ia melepon rumah menanyakanku yang ternyata belum pulang.


Ia belum berani pulang takut diburu pertanyaan oleh kakaknya.


Berulang kali Ara menelponku,


tapi handphoneku nggak aktif.


Ia mencoba menghubungi teman-teman yang biasa keluar denganku, hasilnya nihil, mereka nggak tau keberadaanku.


. .


"Kamu demam, kita mampir ke apotik beli obat dulu yaa"


"Ga usah, pulang aja, besok aku juga mendingan kok"


"Lagian ini sudah malam, katanya Nenek kamu baru keluar dari rumah sakit, mereka pasti juga cemas nyariin kamu"


"Kamu juga perlu istirahat. Aku juga besok harus jemput Nenekku"


"Nenekmu, memangnya habis dari mana"


"Dari Eropa, mereka habis liburan disana"


"Eropa, kebetulan banget, Nenekku juga ada Family disana. Cuma sekarang Nenek jarang pergi, kondisi kurang bagus untuk perjalanan"


"oya, seru banget, kita banyak kesamaannya lagi nih, aku jadi penasaran pengen ketemu Nenekmu juga"


"Kapan-kapan aku boleh ya main ke rumah-mu"

__ADS_1


"heem...boleh. Mau aku anterin nggak besok buat jemput Nenekmu"


"Nggak usah, udah ada kakakku yang mengantar"


"Oh gitu, tapi kamu jangan lupa kasih kabar aku yaa"


"iya"


kami mengakhiri obrolan. Aku minta turun di persimpangan jalan. Takut kepergok Kak Aga atau Cakra, aku mau mencari alasan yang bagus.


"Loh kok turun disini"


"iya disini aja Jod"


"Ini masih jauh deh kayaknya"


"Iya nggak pa-pa Jod, Aku takut dimarahi kakakku"


"Kalau takut di marahin, biar aku antar langsung ke rumah, bair aku ketemu kakakmu, meminta maaf sama dia karena bawa pergi kamu sampai malam"


" Nggak usah Jod, aku nggak apa-apa kok turunin disini aja"


ucapku buru-buru melepaskan belshit, dan membuka pintu, Jodhy menarik tanganku sesaat..


"Hati-hati, nanti aku telpon yaa"


Aku hanya mengangguk, lalu keluar dari mobilnya. Dan mobil Jodhy pun berlalu dari pandanganku..


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2